Ada banyak hal yang melatarbelakangi seseorang untuk memulai bisnis sampingan. Minimnya penghasilan bulanan bisa menjadi salah satunya. Bisnis sampingan dianggap sebagai cara paling efektif untuk mendapatkan tambahan penghasilan yang signifikan. Namun, menjalankan bisnis bukanlah hal yang mudah. Meskipun hanya bisnis sampingan, dibutuhkan perencanaan yang matang, pemikiran yang jernih, dan strategi yang jitu agar berhasil mendatangkan pundi-pundi rupiah. Lantas, apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memulai bisnis sampingan? Mari simak ulasan di bawah ini!

Jenis Bisnis Sampingan Apa yang Akan Anda Bangun?

Semua bisnis berawal dari ide, dan ide baik bisa muncul dengan melihat beragam masalah yang ada di masyarakat. Cobalah untuk menemukan solusi pemecahannya. Dari solusi, Anda dapat berinovasi dengan mewujudkan sebuah produk. Pastikan ide bisnis ini mampu menjawab permasalahan tersebut dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh para pesaing Anda. Setelah menentukan produk, Anda juga perlu menentukan harga satuan. Untuk mendapatkan harga yang tepat, Anda bisa melihat pesaing sebagai referensi.

Seberapa Besar Modal Anda?

Pada umumnya, bisnis sampingan yang akan Anda bangun juga memerlukan modal usaha. Modal ini bisa diperoleh dari pinjaman online, kredit tanpa agunan (KTA), pinjaman dana tunai, atau P2P lending. Bila Anda memiliki uang tabungan yang cukup, maka modal usaha bukan lagi menjadi masalah. Besarnya modal yang dibutuhkan juga mempengaruhi rencana yang akan Anda buat. Kalau usaha Anda masih dalam skala kecil, maka gunakan saja uang pribadi. Namun, jika skalanya besar, Anda bisa melakukan kerja sama dengan orang lain. Modal usaha yang Anda peroleh harus dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Teknik Pemasaran Seperti Apa yang Akan Dilakukan?

Memikirkan teknik pemasaran juga penting. Pemasaran membutuhkan biaya. Jadi, Anda harus memikirkan betul-betul jangan sampai modal usaha yang Anda dapatkan tidak memberikan manfaat maksimal jika pemasaran yang Anda lakukan kurang sesuai. Pastikan Anda membidik konsumen yang tepat sesuai dengan produk Anda karena pemasaran yang salah sasaran tidak akan memberikan hasil penjualan yang memuaskan.

Perlukah Membuat Perencanaan Jangka Pendek & Panjang?

Jawabannya, sangat perlu. Dalam berbisnis, Anda harus memiliki target yang pasti. Target ini yang akan memotivasi Anda untuk terus melangkah ke depan. Mungkin untuk permulaannya, Anda bisa merancang rencana finansial dan manajemen untuk tiga bulan pertama. Kemudian Anda juga harus membuat perencanaan untuk satu tahun ke depan.

Jangan Lupa untuk Melakukan Evaluasi Secara Berkala

Untuk mendukung rencana jangka panjang yang telah Anda pikirkan, maka Anda juga harus mengatur untuk melakukan evaluasi secara berkala. Evaluasi ini berguna untuk membawa perkembangan pada usaha yang Anda bangun. Dengan evaluasi, Anda bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki dari usaha Anda, apakah Anda perlu modal tambahan, dan sebagainya.


Hal-hal di atas harus Anda pertimbangkan dengan matang sebelum memulai usaha. Usaha yang tidak disertai perencanaan yang matang akan sulit untuk berkembang karena tidak memiliki arah yang pasti. Selain itu, usaha yang Anda bangun juga harus bisa dikelola secara berkesinambungan.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.