Era digital memberi banyak peluang kepada para pemilik bisnis untuk meluaskan jangkauan. Mengingat tingkat aktivitas yang cukup tinggi di ranah online, pemilik bisnis seolah memiliki lahan subur untuk melakukan promosi. Namun, bukan berarti offline marketing mati begitu saja.

Buktinya, saat pergi ke suatu tempat, Anda pasti melihat masih ada toko-toko atau bisnis yang berdiri di sepanjang jalan. Bagaimana mereka bisa bertahan di tengah derasnya arus dunia digital seperti sekarang? Apa resep rahasianya? Prinsip dasar offline marketing menjadi ramuan utama untuk tetap bertahan dari gempuran dunia digital. Beberapa prinsip dasar tersebut akan kita bahas di bawah ini.

Lokasi Adalah Kunci

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam dunia bisnis yakni lokasi, lokasi, dan lokasi. Pengulangan kata “lokasi” bukannya tanpa makna, tapi menandakan urgensi lokasi dalam sebuah pemasaran, khusus offline marketing. Tidak seperti online marketing yang bisa dilakukan dari mana saja, Anda benar-benar harus terjun ke lapangan untuk melancarkan offline marketing. Misalnya, Anda ingin menyebarkan brosur untuk mempromosikan produk terbaru Anda. Sebelumnya, Anda tentu harus melakukan survei lapangan ke berbagai lokasi penyebaran brosur untuk mengetahui kondisinya. Apakah lokasi tersebut banyak dilalui orang? Pada pukul berapa biasanya jalan tersebut ramai? Setelahnya, Anda memang bisa meminta anggota tim untuk menyebarkan brosur, tetapi Anda tetap harus terjun langsung untuk memastikan efektivitas dari lokasi yang dipilih.

Lokasi sebagai salah satu aspek offline marketing bahkan sebetulnya sudah terlibat sejak awal kantor Anda berdiri. Saat membuka kantor untuk bisnis Anda dulu, Anda pasti mempertimbangkan lokasi, bukan? Semakin strategis lokasinya, kemungkinan bagi orang lain untuk mengenali bisnis Anda pasti juga akan semakin besar. Tidak berlebihan kiranya jika kita sebut lokasi adalah kunci sukses dalam offline marketing.

Menghangatkan Hubungan, Membangun Kepercayaan

Dari seluruh prinsip offline marketing yang ada, mungkin inilah salah satu yang paling krusial. Melalui offline marketing, Anda bisa membangun hubungan personal dengan pelanggan. Dari hubungan tersebut akan terbangun kepercayaan konsumen. Katakanlah ada usaha toko serba ada di dekat rumah Anda. Hampir setiap hari Anda datang ke sana untuk membeli berbagai keperluan. Karena sering datang, penjual pasti akan mengenali Anda dan dalam prosesnya, ia pasti akan menjalin percakapan dengan Anda. Seiring berjalannya waktu, terciptalah hubungan yang baik antara Anda dan penjual tersebut. Hal ini akan menimbulkan kepercayaan pada diri Anda terhadap penjual. Ketika hubungan personal sudah terjalin dengan hangat, secara otomatis kepercayaan konsumen pun semakin menguat

Word of Mouth: Cuap-cuap yang Menguntungkan

Anda pasti pernah mengalami hal seperti ini: seorang teman memberi tahu Anda bahwa ada tempat makan baru di daerah X yang memberi promo khusus selama masa pembukaan. Atau ada seorang anggota keluarga yang merekomendasikan merek sepatu karena Anda baru saja bercerita bahwa sepatu Anda rusak. Karena bersumber dari orang yang Anda kenal, Anda pun tak segan untuk datang ke tempat makan baru atau mencoba merek sepatu tersebut.

Inilah yang dinamakan dengan word of mouth. Dengan word of mouth, Anda hanya perlu memastikan bahwa produk Anda memang memiliki kualitas baik dan layak dicoba. Pelanggan yang puas dan memiliki pengalaman positif dengan produk Anda pasti tak akan segan untuk mengulangi pembelian dan merekomendasikannya ke orang lain tanpa Anda harus memintanya secara langsung.

Direct Marketing

Anda baru saja meluncurkan bisnis UKM, lantas apa langkah selanjutnya, Bagaimana Anda akan melakukan offline marketing untuk meningkatkan jumlah pelanggan? Direct marketing bisa menjadi solusinya, yakni seperti door-to-door marketing, telemarketing, dan mengirimkan surat kepada para pelanggan potensial. Pada masa awal berdirinya bisnis, Anda diharapkan aktif mengejar para pelanggan potensial daripada hanya menunggu mereka datang kepada Anda. Nah, direct marketing merupakan salah satu prinsip penting yang perlu Anda terapkan dalam offline marketing.


Meski kini popularitas digital marketing sedang marak, hal tersebut tak lantas menjadikan offline marketing mati. Selama menerapkan keempat prinsip di atas, Anda bisa menciptakan strategi-strategi offline marketing yang efektif. Dengan demikian, niscaya bisnis Anda akan semakin sukses.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.