Pada awal pembentukan sebuah usaha, sangat alami jika semuanya Anda tanggung dan lakukan sendiri demi menghemat biaya pengeluaran. Namun, setelah usaha tersebut bertumbuh dan berkembang, Anda akan kewalahan jika semuanya masih ditanggung sendiri. Anda tidak bisa terus mengawasi operasional, mengurus penjualan, akuntansi, distribusi, dan marketing secara bersamaan sambil berharap dapat terus mengembangkan bisnis Anda. Pada titik ini, sudah saatnya Anda memikirkan struktur manajamen yang jitu untuk usaha Anda.

Membangun struktur manajemen usaha sama saja dengan menemukan orang-orang yang bekerja sebaik Anda dan mempekerjakan orang-orang yang mampu mengelola semua area penting dalam bisnis  untuk membawanya ke tingkat berikutnya. Perlu persiapan yang matang agar Anda berhasil melambungkan bisnis impian.

Menentukan Visi, Memperjelas Arah

Persiapan awal untuk membuat manajemen usaha yang efektif adalah dengan menentukan visi, misi, dan tujuan badan usaha Anda. Layaknya sebuah bangunan, visi, misi, dan tujuan merupakan blueprint. Tanpa blueprint, bisnis Anda akan berjalan tanpa arah yang jelas. Mengingat pentingnya ketiga hal tersebut, penentuan visi, misi, dan tujuan tidak boleh dibuat dengan terburu-buru. Sekalipun terlihat sederhana, elemen ini menjadi dasar berdirinya sebuah badan usaha. Setelah mengetahui apa visi, misi, dan tujuan badan usaha Anda, barulah Anda bisa membuat dan mengisi struktur organisasi yang terdiri dari jabatan-jabatan potensial untuk mendukung proses pencapaian visi tersebut.

Biasanya, sebuah badan usaha baru terdiri dari Chief Executive Officer (CEO) yang berperan sebagai pemimpin yang menentukan jalan mau dibawa ke mana badan usaha tersebut, Chief Marketing Officer (CMO) yang berperan dalam menangani bidang pemasaran, Chief Operating Officer (COO) yang bertanggung jawab atas lancarnya kegiatan produksi dan produktivitas para karyawannya, Chief Financial Officer (CFO) yang berkaitan dengan pendanaan, pembelajaan, pembentukan anggaran, atau pembuatan laporan keuangan, juga Chief Technology Officer  (CTO) yang bertanggung jawab atas segala kegiatan teknologi dan informasi perusahaan.

Ciptakan Tim Impian dari Orang-orang yang Tepat

“The right man in the right place” adalah prinsip dasar dalam membangun tim usaha Anda. Berikan tanggung jawab kepada orang-orang sesuai dengan tingkat keterampilan mereka, bukan berdasarkan seberapa dekat Anda dengan pribadi atau sanak saudara mereka. Ini juga berlaku untuk diri Anda sendiri, Anda sebaiknya tidak memberi diri Anda sendiri gelar dan pekerjaan yang terlalu tinggi kecuali jika Anda memang cocok untuk pekerjaan tersebut. Dengan memilih staf yang tepat, Anda akan lebih mudah membangun dream team. Dream team inilah yang akan menjadi aktor-aktor kunci untuk melambungkan bisnis Anda.

Ketika Anda telah menemukan orang-orang berpotensi, yakinkan diri Anda bahwa mereka adalah calon staf yang tepat untuk usaha Anda dengan mengecek latar belakang mereka, seperti: bagaimana kinerja mereka di perusahaan sebelumnya; seberapa tinggi nilai IPK mereka saat lulus dari bangku kuliah; atau apakah mereka adalah orang yang cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Cobalah untuk membuat mereka bercerita mengenai cara kerja mereka sebelumnya untuk membuat Anda mengetahui nilai, keterampilan, dan kemampuan mereka. Jika Anda mendapat chemistry dari wawancara tersebut dan latar belakang orang tersebut mendukung, maka jangan sia-siakan.

Pola Komunikasi Perusahaan yang Efektif

Setelah semua hal teknis dalam pembangunan struktur manajemen usaha telah disiapkan, selanjutnya Anda perlu melakukan hal-hal praktis demi menjaga keharmonisan antar tim maupun individu. Salah satunya dengan melakukan komunikasi yang baik antara pimpinan dan karyawan. Dalam setiap kesempatan, usahakan untuk berkomunikasi dengan lebih ringkas dan jelas, tidak terlalu sering bercanda atau bertindak konyol, tidak merendahkan diri, tidak bergosip, murah senyum, dan selalu berpakaian yang pantas.


Struktur manajemen usaha yang baik mampu membantu Anda untuk mengelola bisnis secara efisien. Dengan begitu, Anda pun jadi punya lebih banyak waktu untuk fokus pada hal-hal lain yang membutuhkan perhatian Anda. Jangan memaksakan diri untuk melakukan segalanya sendiri dan akhirnya bisnis pun keteteran.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.