3

Mewujudkan Target Bisnis Agar Bukan Hanya Wacana

Salah satu kunci kesuksesan bisnis adalah memiliki target yang jelas. Tanpa target, bisnis Anda akan menghabiskan waktu lama untuk berkembang dan hanya “meraba-raba” jalan yang dilaluinya. Target jugalah yang dapat menjadi motivasi bagi Anda dan tim untuk terus membawa bisnis ke level yang lebih tinggi. Dengan begitu, Anda bisa terus menghasilkan sesuatu yang lebih dari sebelumnya.

Namun, seringkali target yang sudah disusun berakhir sebagai wacana. Bagaimana caranya agar target bisnis bisa terwujud dan tak hanya wacana?

Tentukan Milestone Sejelas Mungkin

Target bisnis dapat lebih mudah dicapai apabila Anda memiliki action plan nyata. Action plan merupakan rencana terorganisir yang berisi detail mengenai aksi-aksi apa saja yang perlu dilakukan untuk mencapai target atau hasil yang diinginkan. Dengan action plan, Anda akan tetap on track dalam mencapai target bisnis. Menyusun milestone atau target yang diharapkan tidak boleh dilakukan asal-asalan. Untuk menyusun milestone yang efektif untuk bisnis Anda, berikut beberapa hal penting untuk diperhatikan:

  • Harus bisa diukur – Sertakan angka pasti dalam milestone. Misalnya, Anda memiliki target untuk meningkatkan brand awareness bisnis Anda di industri marketplace. Salah satu milestone Anda bisa berupa “meningkatkan traffic website hingga 15% pada kuartal pertama tahun ini”.
  • Memiliki tenggat waktu – Tentukan tanggal pasti kapan Anda ingin mencapai suatu milestone, dengan begini Anda bisa terbantu agar selalu on track.
  • Ada orang yang bertanggung jawab – Tunjuk seseorang untuk bertanggung jawab dalam mencapai milestone. Pastikan orang tersebut memiliki peran dan kemampuan yang sejalan dengan proyek yang akan dilakukan.

Pastikan Tujuan Bisnis Anda Tersimpan di Tempat Terlihat

Setelah menentukan target dan milestone, pastikan setiap anggota tim Anda mengetahuinya. Jangan hanya mengirimkannya melalui email. Hal ini biasanya memang dapat membuat anggota tim merasa excited dan terpacu setelah menerimanya, tetapi lama-lama mereka akan lupa karena target dan milestone tersebut tidak terlihat.

Untuk itu, pantau target dan milestone Anda di tempat atau platform yang terlihat. Anda bisa mengeluarkan sedikit budget untuk membuat papan yang bertuliskan milestone dan target besar perusahaan lalu menempelkannya di area yang sering dilewati karyawan. Anda pun juga bisa melakukannya lewat software dan aktif mengingatkan karyawan untuk mengeceknya.

Dengan meletakkan target dan milestone di tempat yang lebih terlihat, anggota tim bisa lebih memahami pentingnya peran mereka, bahwa yang mereka lakukan berdampak pada bisnis. Selain itu, hal ini juga dapat membantu agar target dan milestone bisnis selalu teringat oleh Anda dan anggota tim.

Buat Timetable dan Deadline yang Realistis

Sesuai yang sudah disebutkan sebelumnya, target bisnis harus memiliki deadline. Nah, penentuan deadline ini juga tak boleh asal-asalan. Jangan hanya karena Anda ingin target dicapai dalam waktu cepat, penentuan deadline menjadi tidak realistis.

Buatlah timetable yang realistis untuk setiap action plan yang Anda susun. Pertimbangkan jumlah milestones yang harus dicapai, lalu sesuaikan jumlah SDM dan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu milestone beserta tingkat kesulitannya. Jika rasanya pencapaian milestone tidak memungkinkan, sebaiknya longgarkan deadline atau turunkan angka target. Bila dipaksakan, Anda akan kewalahan dan staf Anda akan kelelahan atau bahkan berpotensi mengundurkan diri. Target pun mungkin tetap tidak tercapai.

Pantau & Update Perkembangan Bisnis Setiap Minggu

Untuk mengetahui sudah sejauh mana pencapaian milestone, lakukan update setiap minggu. Dengan melakukan hal ini, para anggota tim pun tahu bahwa Anda benar-benar peduli terhadap kemajuan mereka, bukan hanya tentang hasil akhirnya. Melalui update mingguan seperti ini pula, Anda bisa bertanya mengenai kesulitan atau tantangan yang dihadapi, sekaligus memberi kesempatan kepada anggota tim untuk bertanya dan berkonsultasi.

Sesi-sesi seperti ini juga penting untuk memonitor target yang ketinggalan dan tidak on track. Segera tanyakan kepada anggota tim mengapa situasi ini bisa terjadi dan diskusikan solusi yang bisa cepat dieksekusi. Anda juga bisa sekaligus melakukan evaluasi atas pekerjaan tim Anda selama seminggu terakhir. Jangan lupa untuk memuji anggota tim yang telah melakukan pekerjaan baik dan sesuai target di setiap sesi!

Nah, jika saat evaluasi mingguan ternyata ditemukan bahwa strategi atau metode Anda kurang berhasil dalam mencapai milestone, segera lakukan brainstorming untuk mencari cara baru. Melakukan penyesuaian seperti ini merupakan salah satu bagian dalam mencapai target bisnis. Tetaplah open minded dan jangan mengharapkan hasil berbeda dari cara yang sama. Semoga berhasil!


Apa lagi yang perlu direncanakan agar bisnis Anda maksimal? Bacalah “Lambungkan Bisnis dengan Struktur Manajemen Usaha yang Efektif”, “Merencanakan Bisnis Sampingan: Perlu atau Tidak?”, dan “Menakar Kemampuan Bisnis dengan Memahami Pengelolaan Arus Kas”.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Comments 3

  1. Pingback: 4 Faktor Penyebab Bisnis Baru Sering Gagal – Modalku

  2. Pingback: Rahasia Sukses Menjalankan Bisnis Kuliner – Modalku

  3. Pingback: 4 Faktor Penyebab Bisnis Baru Sering Gagal - Modalku

Leave a Reply