Rayakan Hari Valentine dengan Gaya Hidup Minimalis

Hari valentine segera tiba, banyak pasangan yang mempersiapkan kado valentine mulai dari cokelat, bunga, perhiasan, hingga makan malam romantis. Suasana valentine pun mulai terasa di mall-mall, minimarket, hingga berbagai iklan digital yang berseliweran pada smartphone. Mungkin Anda pun sudah menyiapkan hadiah untuk pasangan. Ada banyak barang yang ditawarkan untuk menjadi hadiah romantis saat valentine. Namun, yang tidak banyak orang yang menyediakan bujet khusus untuk hari valentine.

Membeli hadiah, jalan-jalan, hingga makan malam romantis tentu perlu bujet yang tidak sedikit bukan? Lantas harus bagaimana? Gampang. Ada cara hemat untuk rayakan hari valentine. Salah satunya adalah dengan menerapkan gaya hidup minimalis!

Lihat juga: “Ingin Cepat Kaya, Lanjutkan Gaya Hidup Minimalis”

Katanya Minimalis Kok Rayain Valentine?

Prinsip utama dalam gaya hidup hidup minimalis adalah minimalisme. Para praktisi menilai bahwa minimalisme adalah upaya untuk menyingkirkan barang-barang berlebihan dan menjalani hidup sebagai berdasarkan pengalaman, bukan sekedar harta benda. Inti dari gaya hidup minimalis adalah meninggalkan sifat boros dan berlebihan, agar hidup lebih sederhana dan berkualitas.

Jika demikian, menerapkan gaya hidup minimalis sama artinya dengan meniadakan kado valentine dong? Tidak ada hadiah, tidak ada makan malam romantis, jalan-jalan. Tentu bukan seperti itu. Gaya hidup minimalis itu meminimalkan penggunaan dan keterikatan dari barang-barang, bukan meniadakan sama sekali. Minimalisme mendorong kita untuk berhemat bukan “menyiksa diri”. Saling mengapresiasi pasangan di momen valentines day tidak ada salahnya bukan? Yang penting kan tidak berlebihan dan tetap mengutamakan momen dan pengalaman romantis berdua.

Mengelola keuangan bersama juga menjadi pengalaman romantis lho! Penasaran? Baca artikel ini: “Meraih Kebahagiaan Pernikahan dengan Menyusun Keuangan Rumah Tangga”

Pengalaman Menjadi Kunci

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, minimalisme juga berarti menjalani hidup dengan meminimalkan harta benda dan menggantinya dengan pengalaman. Maka, pada hari valentine kali ini Anda tidak harus mengisinya dengan saling memberikan hadiah. Apalagi membelikan barang-barang mahal.

Anda bisa mengisi valentines day dengan quality time bersama kekasih. Memang, seharusnya setiap hari adalah kesempatan untuk menunjukkan rasa sayang. Namun, rutinitas, tanggung jawab, dan pekerjaan dapat membuatnya kasih sayang tidak tercurah dengan maksimal. Ada kalanya di mana akhir pekan pun penuh pekerjaan atau urusan yang menyibukkan. Jangankan pasangan, waktu bagi keluarga dan teman dekat pun menjadi sangat terbatas. Bila gaya hidup Anda penuh kesibukan, kado yang tepat bagi pasangan di hari valentine adalah waktu. Jadikanlah momen Valentine sebagai saat untuk menghabiskan waktu bersama. Berikan dia pengalaman terbaik di momen romantis.

Agar Anda dan pasangan makin dekat, buatlah komitmen untuk meninggalkan semua kesibukan untuk sementara waktu. Matikan smartphone Anda atau pasang airplane mode agar tidak ada pesan-pesan yang mengganggu. Sementara itu, kalian bisa menggunakan waktu untuk mencoba kafe baru, pergi ke museum, atau bahkan hanya di sofa rumah. Tak usah ke tempat mahal, yang penting kalian fokus berbincang dan memaksimalkan waktu yang ada. Dengan cara ini, hari valentine akan menjadi pengalaman romantis yang tidak terlupakan.

Punya hobi masak? Nah, Anda bisa merencanakan dinner Valentine di rumah dengan hidangan yang Anda siapkan sendiri. Selain menunjukkan keseriusan dan effort Anda dalam menyampaikan rasa sayang, Anda juga bisa menghemat pengeluaran. Tetap romantis meski bujet tipis, mengapa tidak? Masakan Anda yang penuh cinta dapat menjadi ucapan valentine paling berkesan.

Sebagai tambahan, hal ini juga berlaku bagi mereka yang tidak punya pacar. Berikan quality time bagi orang terdekat. Misalnya bonding dengan orang tua atau dengan kakak adik. Bisa juga jalan-jalan bersama teman baik dan tukar cerita terkait kehidupan masing-masing.

Valentine dengan bujet tipis? Mengapa tidak? Simak tips ampuhnya di sini!

Mulai Gaya Hidup Minimalis di Hari Valentine

Momen hari valentine kali ini juga bisa menjadi momen tepat untuk mengajak pasangan memulai gaya hidup minimalis. Memang persoalan gaya hidup adalah pilihan Anda. Namun, minimalisme layak Anda pertimbangkan. Mengapa?

Dengan gaya hidup minimalis, Anda dapat menghemat banyak pengeluaran sehingga Anda akan terbebas dari rasa khawatir mengenai masalah keuangan, mempunyai dana cadangan untuk masa depan, hingga memiliki dana untuk liburan. Dalam konteks hari valentine, gaya hidup minimalis mendorong Anda untuk menekan pembelian barang-barang dan diganti dengan pengalaman-pengalaman yang lebih berkesan.

Untuk menciptakan pengalaman berkesan, Anda pun tidak harus keluar rumah. Cukup dengan berbelanja bahan makanan, memasak bersama, dan berujung pada makan malam romantis yang mengesankan. Merayakan hari valentine dengan gaya hidup minimalis merupakan langkah awal. Diperlukan langkah-langkah berikutnya, agar gaya hidup minimalis Anda dapat terus berkelanjutan. Apa saja langkah berikutnya untuk mencapai gaya hidup minimalis?

Sortir dan Kelompokkan Barang

Untuk berbagai barang-barang kenangan, Anda tidak perlu membuang semuanya. Sortir dulu barang-barang yang digunakan selama dua minggu ke belakang. Jika sudah jarang digunakan, Anda bisa mulai kumpulkan dan siap-siap untuk “membuangnya”. Membuang tidak harus ke tempat sampah, tapi Anda bisa mengadakan garage sale. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Barang makin berkurang dan jadi uang. Tentu dalam menyortir, Anda harus berdiskusi dengan pasangan.

Selain menyortir barang, Anda juga bisa mengikuti cara pengelompokkan barang yang diterapkan oleh Marie Kondo, seorang konsultan tata rumah asal Jepang. Dalam bukunya berjudul “The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing”, Marie Kondo memperkenalkan metode pengelompokan barang yang dikenal dengan nama Konmari. Sistem pengelompokan barang sesuai dengan jenis dan fungsinya ini dikerjakan per kategori. Anda diminta untuk hanya menyimpan barang yang terkait dengan fungsi dan rasa bahagia yang dimiliki terhadap barang tersebut. Barang yang disimpan juga diletakkan pada tempat penyimpanan yang efisien.

Utamakan Fungsi, bukan Estetika

Fungsi menjadi kata kunci dalam gaya hidup minimalis. Barang dibeli jika hanya benar-benar punya kegunaan, bukan karena desain yang cantik. Misalnya, ketika Anda sudah memiliki cukup banyak kotak sampah di rumah, Anda tidak perlu membeli kotak sampah baru hanya karena warnanya yang cantik atau desainnya yang menarik. Alih-alih mengeluarkan uang untuk membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu Anda butuhkan, lebih baik Anda membeli produk yang memang belum Anda miliki dan memang berfungsi untuk menunjang kenyamanan hidup Anda.

Belanja sesuai Kebutuhan

Belanja sesuai kebutuhan juga menjadi poin penting dalam minimalisme. Tidak bisa dipungkiri, masyarakat dunia saat ini hidup dalam lingkungan yang terobsesi dengan pakaian, gadget terbaru, serta berbagai barang-barang nge-trend lainnya. Gaya hidup FOMO (Fear of Missing Out)  atau enggan ketinggalan tren dapat menjadi “racun” yang dapat menggerogoti keuangan Anda. Mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk memenuhi obsesi tersebut tidak akan memberikan Anda kepuasan, justru dapat terjerat masalah keuangan.

Jika saat ini Anda terjerat masalah keuangan? Waspada! mungkin saja Anda kena sindrom FOMO.

Alih-alih menggantung kebahagiaan Anda pada hal-hal yang bersifat material, gaya hidup minimalis mengajak Anda untuk kembali berpikir sebelum membeli suatu barang. Tanyalah kepada diri Anda dan pasangan, apakah barang yang Anda inginkan benar-benar dibutuhkan. Misalnya, jika gadget lama Anda saat ini masih berfungsi dengan baik, Anda tidak perlu membeli gadget terbaru hanya karena alasan mengikuti trend atau tidak ingin ketinggalan zaman di era gaya hidup digital sekarang. Pada Ingatlah untuk hanya membeli barang-barang yang memang sangat Anda butuhkan untuk hidup yang lebih hemat dan nyaman.

Tingkatkan penghasilan

Ingat yang minimalis hanya gaya hidupnya, bukan penghasilannya. Tentu Anda perlu bahkan harus meningkatkan penghasilan. Karena setiap tahun, ada inflasi yang turut menaikkan harga kebutuhan pokok. Ada banyak cara untuk meningkatkan penghasilan, mulai dari membuka bisnis sampingan, bisnis online sampai bisnis rumahan. Namun, sebelum memulai bisnis, kenali tantangan bisnis di tahun 2020 ini. Dengan demikian, Anda dapat mempersiapkan cara untuk menghadapinya.

Memulai gaya hidup minimalis memang tidak mudah, namun dengan tekad yang kuat serta cara yang tepat, Anda dan pasangan pasti bisa melakukannya. Sebagai langkah awal menuju kebebasan finansial, gaya hidup minimalis layak Anda perjuangkan. Lantas, bagaimana jika saat ini Anda ataupun pasangan adalah orang yang gila belanja atau shopaholic? Tenang, kami punya tipsnya di artikel ini: Cara Menabung 101 Bagi Shopaholic

Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply