Tips Menyiapkan Dana Pensiun Sejak Dini

Identik dengan gaya hidup yang menganut prinsip “you only live once” atau YOLO, generasi milenial kerap terbuai dengan hal-hal yang bersifat “sekarang”. Sebetulnya tidak ada yang salah dengan hal ini selama Anda tetap memikirkan keuangan untuk masa depan. Ingat, tidak selamanya Anda bisa bekerja. Saat masa pensiun tiba, Anda sudah harus punya dana pensiun yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Yuk, jangan ditunda-tunda lagi, Anda bisa menerapkan beberapa tips untuk menyiapkan dana pensiun sejak dini!

Lebih lanjut: “Part 1: Kiat-Kiat Mempersiapkan Dana Pensiun”

Lakukan Financial Check-up

Hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk menyiapkan dana pensiun adalah melakukan financial check-up. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui profil keuangan Anda saat ini. Dengan cara ini, Anda juga dapat menentukan berapa jumlah dana yang bisa dialokasikan untuk dana pensiun.

Jangan lupa menghitung dana kebutuhan bulanan Anda saat ini, lalu jadikan patokan untuk menghitung kebutuhan bulanan saat pensiun. Pertimbangkan pula nilai inflasi, yang memengaruhi nilai uang saat Anda memasuki masa pensiun nanti. Selain itu, Anda juga perlu merencanakan usia pensiun agar Anda tahu berapa banyak waktu yang tersisa untuk menyiapkan dananya.

Pilih DPLK yang Sesuai Profil Keuangan

Sudah tahu berapa dana pensiun yang harus disiapkan? Sekarang saatnya memilih Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang sesuai profil keuangan Anda. DPLK ini umumnya dibentuk oleh bank atau perusahaan asuransi jiwa untuk membantu Anda dan masyarakat Indonesia lain dalam mempersiapkan dana pensiun. Terdapat berbagai macam pilihan DPLK, sehingga Anda wajib membandingkannya terlebih dulu, mulai dari syarat dan ketentuan, hingga setoran per bulan yang harus dibayarkan.

Jangan langsung tergiur dengan banyaknya jumlah dana pensiun yang ditawarkan. Lebih penting untuk menyesuaikan dengan profil keuangan. Jika misalnya Anda baru bisa mengalokasikan yang Rp100.000 per bulan untuk dana pensiun, maka jangan memilih yang setorannya Rp500.000 per bulan. Niatnya memang baik, yakni agar dana pensiun terkumpul lebih banyak. Namun, bukan tidak mungkin hal tersebut justru menyulitkan Anda sendiri untuk konsisten membayarnya per bulan.

Tetap Miliki Cadangan Dana Pensiun Sendiri Walaupun Perusahaan Menyediakan

Saat ini, sudah mulai banyak perusahaan yang melek dana pensiun. Mereka menyediakan program dana pensiun untuk karyawan. Tentu hal ini sangat baik, tetapi tidak ada salahnya untuk tetap menyediakan dana pensiun sendiri sebagai tambahan. Ingat, tidak ada yang tahu kondisi di masa depan. Bisa jadi perusahaan mendadak bangkrut sehingga tidak lagi sanggup memberikan dana pensiun. Kondisi tersebut tentu tidak akan menjadi masalah jika Anda memiliki cadangan dana pensiun sendiri.

Hindari Penggunaan Dana Pensiun untuk Beli Aset

Selain dana pensiun, kemungkinan besar Anda juga memiliki beberapa tujuan keuangan yang lain. Misalnya ingin membeli aset berupa rumah atau emas untuk investasi. Investasi tentu merupakan hal yang positif untuk dilakukan, namun, jangan pernah menggunakan dana pensiun untuk membelinya. Selalu tekankan pada diri sendiri bahwa dana pensiun hanya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan saat masa pensiun.

Masih ada banyak cara, kok, yang bisa Anda lakukan untuk membeli aset. Bisa dengan mengumpulkan uang melalui reksa dana, saham, atau alternatif investasi peer-to-peer (P2P) lending seperti Modalku. Untuk opsi terakhir ini, Anda dapat menjadi pemberi pinjaman untuk para pelaku bisnis UKM di Indonesia melalui online platform. Sambil mendayung, dua tiga pulau pun terlampaui!

Lebih lanjut: “Part 2: Instrumen Investasi yang Cocok untuk Menyiapkan Dana Pensiun”

Disiplin, Tahan Godaan

Menyiapkan dana pensiun memang cukup menantang. Dalam prosesnya, akan ada berbagai godaan yang datang. Di sinilah komitmen Anda akan diuji. Pasalnya, konsistensi menjadi salah satu kunci penting dalam menyiapkan dana pensiun. Jadi, berjanjilan untuk disiplin. Sesaat setelah gajian, langsung alokasikan sebagian untuk dana pensiun. Jangan menunggu hingga akhir bulan karena belum tentu akan ada dana yang tersisa.

Lebih lanjut: “Investasi Online: Cara Investasi yang Praktis dan Kekinian”

Semakin dini Anda menyiapkan dana pensiun, maka akan ada semakin banyak uang yang bisa terkumpul. Yuk, lakukan persiapan dari sekarang dengan menerapkan tips-tips di atas. Semoga berhasil!


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply