Begini Cara Memilih Aplikasi Pinjaman Online yang Aman

aplikasi pinjaman online yang aman

Pengguna cerdas harus bisa mengenali aplikasi pinjaman online yang aman terlepas dari banyaknya pilihan yang beredar. Jangan sampai aplikasi yang digunakan malah berakhir merugikan diri sendiri. Tidak semua aplikasi pinjaman online dapat dipercaya, jadi Anda harus pintar memilih aplikasi yang tepat.

Memilih Aplikasi Pinjaman Online yang Aman dan Tepercaya

Pinjaman online memang menjadi solusi alternatif untuk mendapatkan sejumlah dana baik untuk memenuhi kebutuhan maupun membayar cicilan. Namun, tidak jarang terjadi kasus yang melibatkan pinjaman online. Pencurian data dan ketidakmampuan membayar cicilan menjadi kasus yang sering dialami oleh pengguna aplikasi pinjaman online.

Masalah tersebut tidak hanya muncul akibat keteledoran pengguna. Jumlah penyelenggara pinjaman online kian menjamur dan banyak juga pihak penyelenggara yang tergolong ilegal di antaranya.

Berkaca dari masalah di atas, Anda harus pintar memilih aplikasi pinjaman online yang aman untuk digunakan. Apalagi Anda menggunakannya untuk keperluan bisnis, aplikasi yang dipakai haruslah terjamin keamanannya.

Bagaimana caranya memilih aplikasi yang aman dan tepercaya? Bacalah petunjuk di bawah ini.

1. Terdaftar di OJK

Ini adalah ciri pertama yang mutlak diperhatikan saat memilih aplikasi pinjaman online. Anda harus searching mengenai penyelenggara aplikasi tersebut dan pastikan sudah terdaftar dan diakui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyelenggara yang terdaftar dalam OJK pasti menjalankan operasi pinjaman online sesuai regulasi yang berlaku. Salah satunya, penagihan yang tidak meneror atau mengakses data kontak di ponsel.

Baca Juga: 4 Cara Membuka Tabungan Emas untuk Pemula

2. Website dan Aplikasi Tergolong Aman

Salah satu ciri aplikasi pinjaman online yang aman adalah diawasi oleh KOMINFO dan memiliki sertifikasi ISO. Keamanan aplikasi harus diperhatikan agar Anda terhindar dari kejahatan siber (cyber crime), terutama pencurian data. Cek juga website-nya sebagai sumber informasi aplikasi tersebut, apakah menyediakan informasi yang transparan mengenai jenis pinjaman serta biayanya.

3. Memiliki Panduan yang Jelas

Cek juga panduan penggunaan aplikasinya di toko aplikasi, apakah jelas dan mudah dilakukan. Penyelenggara pinjaman online tepercaya selalu mengusahakan aplikasinya bersifat user friendly supaya pengguna tidak kesulitan saat menggunakannya. Sebagai informasi, aplikasi pinjaman online ilegal memiliki cara yang rumit, seperti di-download menggunakan link karena aplikasinya tidak tersedia di toko aplikasi populer.

Baca Juga: 4 Cara Membuka Tabungan Emas untuk Pemula

4. Transparansi Suku Bunga dan Tenor

Risiko mengajukan pinjaman yakni adanya suku bunga yang harus dibayarkan. Aplikasi legal dan tepercaya selalu menyediakan transparansi suku bunga di awal serta tenornya. Pastikan bunganya tidak melebihi ketentuan dalam regulasi OJK, yaitu 0,4% per hari agar Anda mampu membayarnya. Transparansi suku bunga dan tenor ini dapat membantu Anda mengkalkulasikan jumlah pengembalian dana.

5. Ada Penjelasan Biaya Tambahan

Selain suku bunga, ada pula biaya lainnya yang harus dibayar saat menggunakan aplikasi pinjaman online. Biaya ini bisa berupa biaya administrasi, denda keterlambatan, dan biaya asuransi. Jangan abaikan Frequently Asked Question (FAQ) serta syarat dan ketentuan aplikasi, karena semua biayanya akan dijelaskan di halaman tersebut. Aplikasi pinjaman online ilegal tidak memiliki transparansi terhadap biaya-biaya ini.

6. Memiliki Review Positif

Lihat juga review atau ulasan yang tersedia di toko aplikasi sebagai bahan pertimbangan. Review positif tidak hanya berupa bintang empat atau lima, tapi komentar berupa pengalaman penggunanya. Pengalaman pengguna lain setidaknya menjadi cerminan aplikasi tersebut saat digunakan. Segera tinggalkan aplikasinya kalau Anda menemukan ulasan buruk di toko aplikasi.

7. Memiliki Layanan Konsumen

Aplikasi aman dan tepercaya selalu menyediakan layanan konsumen (customer service) untuk melayani keluhan pelanggan. Tim CS-nya juga harus responsif saat melayani keluhan atau masukan sehingga pelanggan tidak merasa dirugikan. Customer service merupakan bentuk perlindungan konsumen dari penyelenggara pinjaman online. Aplikasi ilegal tidak memiliki layanan CS sehingga mereka lepas tangan jika terjadi masalah.

Baca Juga: Ketahui 7 Instrumen Investasi yang Populer di Indonesia

8. Adanya Kontrak Pinjaman

Anda tidak boleh mengabaikan kontrak sebelum melakukan peminjaman dana, karena di situ tertulis hak dan kewajiban. Baca kontraknya secara teliti dan tanyakan ke customer service apabila ada klausul yang tidak dipahami. Isi kontraknya juga harus masuk akal dan Anda harus mengusahakan untuk menaati kontrak tersebut hingga masa pengembalian dana.

9. Tidak Meminta Akses Data Pribadi

Masalah terbesar terkait kasus pinjaman online adalah data pribadi di ponsel yang bocor, terutama nomor kontak dan galeri foto. Padahal, data tersebut tidak diperlukan untuk pinjaman online. Jika Anda membuka aplikasi pinjaman online dan meminta akses data di ponsel, segera uninstall dan cari aplikasi lain yang lebih tepercaya.

Terlepas dari banyaknya kasus terkait pinjaman online, masih banyak aplikasi yang aman dan tepercaya saat digunakan. Modalku merupakan platform pinjaman online yang terdaftar dan diawasi oleh OJK serta menawarkan banyak keuntungan, seperti tenor fleksibel dan plafon yang tinggi untuk pendanaan bisnis. Aplikasi ini tersedia di Google Play Store dan App Store serta memiliki ulasan positif dari penggunanya. Download aplikasinya dan rasakan kemudahan mengelola keuangan bisnis bersama Modalku.
Semoga cara memilih aplikasi pinjaman online yang aman di atas berguna sebagai panduan bermanfaat, ya.

Tinggalkan Balasan