Pahami Cara Menghitung Bunga Deposito dan Maksimalkan Keuntungan Anda

cara menghitung bunga deposito

Deposito adalah salah satu produk bank populer di samping tabungan. Bunga deposito bank yang lumayan tinggi mampu mempertahankan nilai uang dari inflasi yang terus bertumbuh seiring pergantian tahun. Alhasil, banyak nasabah menjadi deposito sebagai salah satu investasi. Namun, sebelum Anda terjun langsung ke investasi deposito, ketahui cara menghitung bunga deposito berikut ini!

Apa itu deposito

Deposito merupakan produk penyimpanan yang disediakan oleh bank untuk nasabahnya. Produk ini disertai dengan bunga deposito bank yang sudah disetujui sejak awal penyetoran. Sistem deposito adalah Anda menyetorkan sejumlah uang di awal untuk disimpan di bank. Uang ini biasanya langsung dalam jumlah besar, sesuai dengan ketentuan dari pihak bank. Kemudian, uang tersebut Anda simpan di bank dalam jangka waktu tertentu untuk bisa ditarik kembali bersama dengan bunganya. 

Selama penyimpanan itu, Anda tidak perlu menambahkan lagi nominal uangnya seperti tabungan. Namun, Anda tidak bisa mengambil uang yang sudah didepositokan sebelum jatuh tempo penarikan. Seringnya, bank akan menawarkan produk deposito dengan bunga tinggi, namun konsekuensinya adalah jangka waktu penyimpanan harus lama dan nominal yang didepositkan harus besar.

Apa itu bunga deposito?

Sebelum membahas mengenai cara menghitung bunga deposito demi mendapatkan keuntungan maksimal, Anda perlu tahu apa yang dimaksud dengan bunga itu sendiri. Bunga deposito bank adalah sejumlah keuntungan yang Anda terima dari mendepositokan sejumlah uang kepada pihak bank. Keuntungan ini bisa disebut juga imbal balik atas investasi Anda ke bank. Namun, berbeda dengan investasi lain yang bunganya bisa Anda ambil kapan saja, deposito hanya memberikan bunga di akhir.

Ketika jatuh tempo penyimpanan deposito sudah terpenuhi, maka bunga investasi Anda bisa didapatkan. Misalnya, Anda mengambil deposito dengan jangka waktu penyimpanan satu tahun, maka bunga deposito baru bisa dicairkan setelah satu tahun itu. Sebaliknya, bunga deposito bank ini tidak bisa diambil sebelum satu tahun atau Anda akan dikenakan penalti oleh pihak bank.

Jangka waktu deposito

Nantinya, cara menghitung bunga deposito bergantung pada jangka waktu investasi Anda. oleh karena itu, Anda perlu mengetahui jangka waktu deposito sebagai bahan pertimbangan pemilihan produk. Umumnya, deposito yang ditawarkan oleh pihak bank memiliki jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, 12, hingga 24 bulan. Jangka waktu ini pun akan berpengaruh terhadap bunga deposito bank yang ditawarkan. 

Pastinya, bunga deposito untuk jangka waktu 12 bulan dengan 24 bulan berbeda. Bunga deposito dengan jangka waktu 24 bulan idealnya lebih besar daripada 12 bulan. Namun, bukan berarti Anda harus selalu memilih deposito dengan jatuh tempo paling panjang demi keuntungan maksimal. Semua itu bisa Anda sesuaikan dengan preferensi dan tujuan keuangan. Perlu Anda ingat kembali bahwa bunga deposito baru bisa dicairkan di akhir. Maka, pilihlah jangka waktu deposito dengan bijak.

Jenis-jenis deposito

Menawarkan keuntungan yang lebih tinggi daripada tabungan biasa, ini dia jenis-jenis deposito yang perlu Anda ketahui:

1. Deposito On Call

Jika Anda baru pertama kali ingin membuka deposito, maka bisa pilih jenis deposito on call yang jangka waktunya singkat, minimal tujuh hari hingga kurang dari satu bulan. Namun, minimal penyetoran harus Rp50 juta atau mencapai Rp100 juta. Pada jenis deposito ini, besaran suku bunganya dihitung berdasarkan negosiasi nasabah dengan bank.  

2. Sertifikat deposito

Jenis deposito ini menerbitkan sertifikat deposito yang tidak mengacu pada satu individu maupun lembaga. Dengan begitu, Anda bisa melakukan pemindahtanganan sertifikat deposito kepada siapa pun. Sementara itu, pencairan bunga dilakukan di muka, setiap bulan, atau saat jatuh tempo. 

3. Deposito berjangka

Deposito berjangka adalah produk yang paling umum, yakni dengan adanya jangka waktu jatuh tempo pengambilan bunga di akhir. Jatuh tempo deposito berjangka bisa 1 hingga 24 bulan. Produk ini dapat diterbitkan atas nama perorangan maupun lembaga. Nantinya, pihak yang namanya tertera berhak mencairkan bunga deposito di akhir jatuh tempo. 

Cara menghitung bunga deposito

Cara menghitung bunga deposito bisa pakai rumus untuk hitungan keuntungan setiap bulan maupun saat jatuh tempo. Berikut rumus penghitungan keuntungan investasi deposito bank.

Lihat juga: Bunga Deposito Memang Tidak Besar, Tapi Punya 5 Keuntungan Ini

1. Rumus berdasarkan keuntungan bunga setiap bulan

(Suku bunga deposito x setoran pokok deposito x 30 hari x 80%)/365 hari

2. Rumus berdasarkan total pendapatan per jatuh tempo

Setoran pokok + (keuntungan dari bunga deposito – pajak deposito)

Cara menghitung bunga deposito bisa dengan menggunakan rumus di atas. Apabila menemui kesulitan dalam menghitung keuntungan investasi deposito, Anda bisa meminta bantuan pada petugas bank. Mereka akan dengan senang hati membantu menghitung keuntungan dari bunga serta pajak yang harus dibayarkan. 


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Tinggalkan Balasan