Mari Mengenal UMKM dan Beragam Manfaat yang Dibawanya

umkm adalah

UMKM adalah kepanjangan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah. Peranan UMKM bagi perekonomian Indonesia telah disebut-sebut sebagai pilar penting yang membuat ekonomi negara ini tetap berdiri di tengah kondisi pandemi. Per Maret 2021 lalu, jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai angka 64,2 juta. Kontribusi yang mereka berikan pada Produk Domestik Bruto juga telah mencapai 61,07% atau sebesar Rp8.573,89 triliun. 

Angka-angka ini telah membuktikan peranan UMKM yang tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Pada artikel ini kami akan mengajak Anda mengenal UMKM dan manfaat yang dibawa oleh usaha-usaha kecil ini. 

Mengenal UMKM Lebih Dalam

Menurut Undang-undang Nomor 20 tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, UMKM merupakan jenis usaha perdagangan yang dikelola oleh badan usaha atau perorangan yang merujuk pada usaha ekonomi produktif. UU ini mengelompokkan UMKM berdasarkan aset dan omzet yang mereka punya. UMKM sendiri sebenarnya merupakan gabungan dari tiga level usaha, yaitu usaha kecil, mikro, dan menengah.

1. Usaha Kecil 

Usaha kecil adalah usaha ekonomi yang berdiri sendiri dan dioperasikan oleh perorangan atau suatu badan usaha. Usaha yang termasuk jenis usaha kecil benar-benar dioperasikan oleh individu dan bukan cabang atau anak perusahaan dari suatu bisnis besar. Usaha kecil ini memiliki kriteria pasti untuk memudahkan Anda mengategorikan bisnis yang termasuk di dalamnya. 

  • Memiliki kekayaan bersih dengan kisaran Rp50 juta sampai Rp500 juta, di mana angka ini tidak termasuk tanah dan bangunan usaha.
  • Memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300 juta sampai Rp2,5 miliar. 

Baca Juga: 5 Tips untuk Cepat Cari Sumber Pendapatan Bagi Fresh Graduates

2. Usaha Mikro

Umumnya, usaha mikro dan menengah memiliki definisi yang sama. Perbedaan dari ketiganya adalah kriteria aset dan omzet yang berhasil didapat pada setiap tahunnya. Usaha mikro memiliki kriteria seperti berikut ini:

  • Memiliki kekayaan bersih maksimal sebanyak Rp50 juta, di mana angka tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan usaha. 
  • Memiliki hasil penjualan per tahun maksimal sebanyak Rp300 juta. 

3. Usaha Menengah

Kriteria bisnis yang termasuk jenis usaha menengah adalah sebagai berikut:

  • Memiliki kekayaan bersih di atas Rp500 juta sampai Rp10 miliar.
  • Memiliki hasil penjualan per tahun di atas Rp2,5 miliar sampai maksimal Rp50 miliar.

Kriteria-kriteria tersebut adalah lima kali jumlah kekayaan bersih per tahun yang dimiliki suatu usaha dan sudah tercantum dalam UU No.20 tahun 2008. Kata kunci dari pengelompokan ini adalah jumlah omzet dan aset milik suatu badan usaha atau bisnis. 

Dengan begitu tidak masalah jika suatu bisnis memiliki karyawan yang banyak atau bangunan usaha yang sangat luas. Bisnis tersebut akan tetap tergolong UMKM apabila memiliki aset dan omzet seperti poin di atas. Sebaliknya jika memiliki karyawan sedikit namun telah melebihi kisaran omzet dan aset di atas, maka usaha ini akan disebut sebagai usaha besar. 

Manfaat Keberadaan UMKM

Keberadaan UMKM di negara kita bahkan negara-negara ASEAN lainnya tidak hanya dalam menopang perekonomian negara mereka. Masih ada banyak manfaat yang dibawa oleh UMKM dalam berbagai aspek kehidupan.

1. Penyedia Lapangan Pekerjaan

Keberadaan UMKM membuka lapangan pekerjaan yang baru bagi masyarakat di sekitar tempat operasional UMKM. Apalagi jika UMKM tersebut semakin berkembang dan maju, tentu saja tenaga kerja yang dibutuhkan semakin bertambah. Ini juga berarti bahwa tingkat pengangguran pada daerah-daerah tersebut akan berkurang. 

Baca Juga: Apa Itu Invoice Financing dalam Pinjaman Tanpa Jaminan untuk UKM?

2. Kualitas SDM Meningkat

Masih tersambung dengan poin sebelumnya, di mana UMKM telah menyediakan banyak lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Ini berarti peningkatan kualitas SDM yang ada di daerah tersebut juga meningkat. Mereka jadi memiliki kemampuan dan skill baru saat mereka mulai bekerja. 

Dengan kemampuan yang mereka punya, kualitas rata-rata SDM tentu saja bisa meningkat. Tidak hanya nilai SDM, tetapi juga kualitas hidup mereka akan meningkat. Dengan adanya pemasukan dana yang mereka dapat setiap bulannya, kini menyekolahkan anak dan membeli makanan pokok tidak lagi menjadi masalah. 

3. Sumber Pelatihan dan Pengalaman

Kemunculan UMKM di berbagai daerah juga menjadi sumber pelatihan dan pembekalan pengalaman untuk masa depan masyarakat setempat. Pelatihan ini akan berguna bagi mereka saat ingin bekerja di perusahaan lainnya. Pengalaman yang didapat pun akan membuat nilai mereka sebagai calon pekerja semakin bertambah di mata recruiter

Baca Juga: Cara Mendapatkan Pinjaman UMKM Online

4. Menumbuhkan Harapan untuk Berkembang

Masyarakat yang selama ini terpuruk karena keadaan mereka yang sulit jadi bisa melihat harapan baru akan kehidupan yang lebih baik. UMKM seolah menjadi angin segar bagi masyarakat di mana mereka bisa belajar dan bekerja untuk membiayai kebutuhan keluarga. Dengan begitu harapan untuk kembali berkreasi dan berinovasi, serta mencari solusi lainnya untuk bertahan hidup bisa dibangkitkan. 

Para pengusaha UMKM juga bisa melebarkan sayap bisnis mereka dengan semua tenaga kerja yang belum terserap. Dengan begitu semua pihak akan mendapatkan keuntungan, baik pelaku UMKM, penduduk setempat, maupun pemerintahan. 

Demikian jenis-jenis usaha yang termasuk dalam UMKM dan manfaat yang dibawanya. UMKM adalah pilar penting tidak hanya bagi ekonomi tetapi juga sosial dan seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itulah para pelaku UMKM sangat perlu didukung oleh seluruh pihak, supaya mereka dapat menjadi usaha besar. 
Demi alasan ini juga Modalku hadir untuk memberikan dukungan bagi para pelaku UMKM yang ada di Indonesia. Modalku menyediakan pinjaman online tanpa agunan, di mana proses pinjaman sangat sederhana dan cepat. Apabila Anda pelaku UMKM dan membutuhkan pinjaman untuk mengembangkan usaha, langsung saja mengunjungi website Modalku untuk mendapatkan informasi yang lengkap.

Tinggalkan Balasan