Bunga Deposito Memang Tidak Besar, Tapi Punya 5 Keunggulan Ini

Investasi menjadi sebuah pilihan bagi sebagian besar orang untuk menjaga kesehatan finansial hingga di masa tua nanti. Tidak hanya itu, investasi juga bisa diandalkan di saat-saat darurat. Memang, instrumen investasi ada banyak. Namun, ada salah satu yang dinilai cukup menguntungkan, yakni deposito. Pada dasarnya, deposito adalah instrumen investasi yang bisa Anda lakukan dengan mudah dan memiliki banyak keunggulan bila dibanding instrumen investasi lainnya. Berikut mengenai seluk beluk deposito dan keunggulannya yang perlu Anda ketahui.

Lihat juga: “Pengertian Deposito dan Alasan untuk Memilikinya”

Jenis Deposito yang Perlu Anda Tahu

Sebagai instrumen investasi yang bernilai lebih, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, deposito memiliki banyak keunggulan. Meski begitu, Anda juga perlu mengetahui bahwa deposito ini memiliki banyak jenisnya. Di Indonesia, setidaknya ada empat jenis deposito yang sering digunakan oleh pialang saham untuk investasi mereka. Berikut keempat jenis deposito tersebut dari segi penjelasannya.

  • Deposito Berjangka

Jenis deposito yang pertama adalah deposito berjangka. Deposito ini memang banyak dipilih karena jangka waktu yang diberikan cukup panjang. Hal tersebut sesuai dengan namanya, yakni tabungan berjangka yang didasarkan pada urutan waktunya. Mulai dari 1 – 24 bulan dan telah disepakati oleh nasabah maupun pihak bank yang dipilih.

Keunggulan lainnya dari adanya deposito berjangka ini adalah dapat diterbitkan baik untuk nama perorangan ataupun lembaga. Lalu, dari segi penarikan bunga depositonya, bisa dilakukan secara tunai atau dengan cara pemindahbukuan. Uang yang dapat diambil tentunya bisa dicairkan saat jatuh tempo dan tertera pada bilyet yang dimiliki. Dalam penarikan ini, Anda akan dikenakan pajak dari jumlah yang diterima.

  • Deposito Automatic Roll Over

Berikutnya adalah jenis deposito automatic roll over. Pengertian deposito jenis ini adalah bentuk lain dari deposito sebelumnya. Pada jenis ini, deposito memiliki jatuh tempo yang dibuat sesuai dengan kesepakatan. Namun, bedanya untuk automatic roll over ini, pihak deposan atau si pemilik deposit tidak atau belum mengambilnya. Dengan begitu, akan dilakukan perpanjangan waktu secara otomatis. Termasuk tanpa menunggu persetujuan terlebih dahulu dari pihak deposan tersebut.

  • Sertifikat Deposito

Pada jenis ketiga ada sertifikat deposito. Pada dasarnya, deposito ini adalah simpanan dana yang akan diberikan kepada para nasabah dalam kurun waktu tertentu seperti halnya deposito berjangka. Akan tetapi, bedanya dalam penyerahan deposito tersebut disertai dengan sertifikat. Di sisi lain, sertifikat ini tidak mengacu kepada nama sesorang maupun lembaga.

Hal tersebut dikarenakan sertifikat ini bisa dipindahtangankan dan dijual kepada pihak lainnya. Pencairan sertifikat deposito bisa dilakukan sesuai kesepakatan dan kebutuhan. Anda bisa melakukan pencairan di muka, setiap bulan maupun pada saat jatuh tempo. Pencairan ini juga dapat dilakukan secara tunai maupun dengan cara nontunai.

  • Deposito On Call

Keempat, jenis deposito yang dapat Anda pilih adalah deposito on call ( DOC). Untuk jenis ini bisa dibilang sebagai deposito khusus, hal ini biasanya dapat digunakan hanya untuk jumlah besar. Setiap bank yang menjual deposito ini memiliki besaran yang berbeda-beda. Besaran ini sangat beragam dan minimalnya bisa sejumlah 50 juta, 70 juta, bahkan 100 juta, tergantung kemampuan tiap bank.

Bila dilihat dari segi jangka waktunya, deposito ini sangat pendek, yakni minimal tujuh hari atau satu minggu dan maksimal satu bulan. Meski begitu, keunggulan deposito adalah Anda tak harus mengikuti ketentuan bank. Bunga yang ditentukan adalah hasil dari negosiasi antara deposan (pemilik deposit) dan bank yang bersangkutan.

Kiat Berinvestasi Deposito

Sebagai pemula, penting bagi Anda untuk mengetahui kiat-kiat apa saja yang harus diperhatikan saat pertama kali berinvestasi deposito. Meski deposito memiliki keuntungan yang besar, Anda juga perlu berhati-hati. Sebab, jika Anda salah memilih dan menentukan deposito yang tepat maka alih-alih akan mendapatkan untung, malah bisa merugikan Anda sendiri. Maka dari itu, ada baiknya memperhatikan kiat berinvestasi berikut ini.

Lihat juga: “Emas VS Deposito: Mana yang Lebih Tahan Resesi?” dan “Reksadana, Sukuk, Deposito, Pilih yang Mana?”

  • Perhatikan Reputasi Bank yang Dipilih

Sebagai langkah awal, Anda harus memperhatikan reputasi bank yang akan dipilih. Pastikan kiteria bank tersebut sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, termasuk ‘kesehatan’ bank tersebut. Hal tersebut untuk berjaga-jaga dan menghindarkan Anda dari kebangkrutan bank.

Apabila bank tersebut bangkrut sewaktu-waktu, maka deposito Anda pun akan rugi. Melihat reputasi bank tersebut tidak hanya sekadar apakkah bank itu sehat dan sesuai standar Bank Indonesia saja. Di sisi lain, reputasi ini bisa diperhatikan dari segi keamanan dalam deposito, pelayanan kepada nasabah, hingga kemudahan yang ditawarkan. Jika bank tersebut memenuhi kriteria di atas, maka dapat Anda pilih untuk membeli sebuah deposito.

  • Suku Bunga Deposito yang Berlaku

Setelah Anda menentukan bank yang memiliki reputasi baik, maka langkah berikutnya dalam berinvestasi deposito adalah dengan melihat suku bunganya. Ada baiknya untuk mencermati terlebih dahulu bunga deposito yang dimiliki oleh tiap bank. Maka, pilih bank yang bisa memberikan bunga cukup tingi.

Alasannya sangatlah sederhana dan logis, yakni jika bunga semakin tinggi, maka akan besar pula keuntungannya. Akan tetapi, besar tidaknya bunga tergantung pada reputasi seperti yang sudah dijelaskan di atas. Bank yang punya reputasi baik dan memiliki sistem kesehatan keuangan yang baik biasanya memiliki bunga yang besar.

  • Jangka Waktu

Berinvestasi deposito tidak bisa dilakukan dengan cepat dan mendapatkan keuntungan besar secara instan. Di sini, ada beberapa pilihan jangka waktu yang bisa Anda pilih untuk investasi deposito tersebut dan meraup keuntungannya dengan nilai yang besar. Biasanya pihak bank menawarkan jangka waktu beragam. Misalnya saja mulai satu hingga enam bulan, bahkan hingga 24 bulan atau dua tahun.

Untuk memilih jangka waktu ini, ada baiknya hitunglah dengan kemampuan Anda. Misalnya saja Anda ingin investasi selama tiga bulan, akan tetapi belum sampai waktu pelunasan atau jangka waktu ditentukan Anda mengambilnya maka tidak bisa diambil begitu saja. Beberapa bank pun juga menerapkan penalti dalam jumlah tertentu ketika nasabah mengambilnya sebelum jangka waktu tersebut.

  • Biaya yang Dikeluarkan

Anda pun juga perlu memperhatikan biaya yang dikeluarkan ketika pertama kali melakukan investasi deposito. Hitunglah dengan rinci mengenai biaya yang dibutuhkan. Misalnya saja berapa besaran awal pada bank tersebut. Kemudian, apakah di bank tersebut terdapat biaya administrasi yang dibayarkan. Jika Anda berkonsultasi dengan ahli investasi maupun manajer investasi, perhitungkan pula biayanya. Dengan mengetahui biaya tersebut, nantinya Anda akan lebih mudah memperkiakan besarannya dan tidak membengkak di kemudian hari.

  • Layanan yang Mudah

Terakhir, kiat untuk berinvestasi deposito adalah dengan memperhatikan layanan yang diberikan oleh pihak bank. Pada dasarnya, pihak bank memiliki peraturan dan investasi yang berbeda-beda dalam hal deposito ini. Oleh karenanya, sebaiknya Anda bijak memilih bank yang memiliki aturan yang tidak membebani Anda di kemudian hari. Contohnya saja soal pencairan deposito, termasuk pula apa yang perlu dilakukan para ahli waris apabila Anda tidak dapat mencairkan deposito sendiri, atau ketika pemilik deposito meninggal dunia.

Keunggulan Deposito

Kini, Anda sudah mengetahui apa itu deposito dan berbagai macam jenisnya serta kiat-kiatnya. Maka, hal selanjutnya yang perlu untuk diketahui ialah mengenai keunggulan deposito. Secara garis besar, dapat dikatakan deposito ini memiliki lima kelebihan bila dibandingkan investasi lainnya. Kelebihan deposito adalah sebagai berikut:

  • Keamanan Lebih Terjamin

Keuntungan pertama dari deposito adalah dari segi keamanan. Dalam melakukan investasi pastilah setiap orang mempertimbangkan aspek keamanan ini. Berinvestasi deposito bisa dibilang memiliki tingkat keamanan tinggi dan lebih terjamin. Mengapa demikian? Ini karena uang yang Anda sudah depostikan akan dijamin oleh lembaga negara yakni Lembaga Simpan Pinjam (LPS).

Dana deposito yang dijamin tersebut maksimalnya senilai dua miliar. Kemudian pasar maupun kondisi keuangan di Indonesia tidaklah mempengaruhi besaran jumlah deposito Anda. Maka, Anda pun tidak perlu khawatir oleh pergerakan pasar.

  • Risikonya yang Rendah

Menyambung dari paragraf di atas, mengingat keamanan lebih terjamin dan tidak terpengaruh oleh pergerakan pasar di Indonesia, maka bisa dipastikan pula risikonya cukup rendah. Misalnya saja mengenai turunnya nilai tukar rupiah maupun tingkat inflasi tiap tahunnya. Ini sangat berbeda bila dibandingkan bila Anda berinvestasi dalam bentuk lain.

Untuk investasi saham, misalnya, di sini Anda harus jeli dalam melihat pergerakan pasar. Begitu juga dengan perhitungannya yang cenderung memiliki tingkat kompleksitas tinggi, sehingga diperlukan sebuah kecermatan sebelum akhirnya memutuskan berinvestasi saham.

  • Memiliki Suku Bunga Kompetitif

Keuntungan lainnya dari investasi deposito ini adalah suku bunganya yang kompetitif dan menguntungkan. Tahukah Anda jika deposito memiliki suku bunga yang kompetitif dan nilainya lebih besar bila dibandingkan dengan tabungan biasa? Besarannya sendiri cukup beragam dan ini tergantung pada bank yang Anda pilih. Rata-rata, suku bunga deposito besarannya sekitar 3% hingga 7%. Besaran tersebut juga biasanya akan berjalan tetap hingga kurun waktu tertentu.

  • Bunganya yang Mudah Diakses

Mengingat suku bunganya yang kompetitif tersebut, maka bunga yang ada pun dapat diakses dengan mudah. Meski bebas biaya administrasi, Anda perlu untuk membayarkan pajak setiap waktu yang telah ditentukan. Pajak ini adalah besarnya bunga yang didapat dan tidak mempengaruhi uang yang Anda depositokan.

  • Cocok Digunakan untuk Pemula

Kemudian, keunggulan yang terakhir adalah investasi deposito sangatlah cocok dipilih oleh para pemula. Hal ini karena proses dalam pembuatan deposito terkadang lebih mudah dan cepat. Anda hanya perlu datang ke bank tertentu untuk membuat rekening. Jangan lupa untuk melengkapi persyaratan seperti kartu identitas yang masih berlaku dan menyetorkan sejumlah uang deposito sesuai dengan kebutuhan. Lalu, ikutilah arahan dari staf dari pihak bank untuk langkah selanjutnya.


Dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa deposito adalah instrumen investasi yang aman dan menguntungkan. Bagaimana, ternyata mudah bukan investasi deposito? Jadi sudah siapkah Anda untuk memulainya hari ini?

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply