Investasi Valuta Asing saat Resesi, Tepatkah?

Banyak orang kebingungan memilih instrumen investasi yang tepat dan tahan terhadap resesi. Biasanya investasi properti dan emas sering digunakan oleh masyarakat. Di samping itu, masih ada instrumen lainnya yang memiliki keuntungan besar, yakni valuta asing atau valas. Akan tetapi, tidak sedikit pula yang menyangsikan valuta asing saat resesi. Amankah investasi ini dan bagaimana kiatnya serta mata uang apa yang punya nilai tinggi untuk investasi valas? Simak ulasannya berikut.

Lihat juga: “Ada Resesi? Jangan Khawatir? Lakukan 5 Langkah Ini!”

Mana Mata Uang yang Cocok untuk Investasi Valas?

Dalam memulai investasi valas, sebaiknya Anda perlu memperhatikan mata uang yang tepat. Di sini penting bagi Anda memilih mata uang yang memiliki daya tahan dan daya saing tinggi, terutama saat resesi. Bagaimana cara mengetahui nilai mata uang tersebut? Nah, Anda harus sering-sering melihat perkembangan kurs valuta asing yang berlaku. Di dalam bursa, setidaknya ada lima mata uang asing yang memiliki nilai cukup tinggi untuk Anda jadikan instrumen investasi valuta asing. Berikut beberapa di antaranya yang perlu Anda ketahui.

Dolar AS

Pertama adalah Dolar Amerika Serikat (AS). Bisa dibilang dari dulu sampai sekarang mata uang dolar AS menjadi patokan dalam investasi valuta asing. Hal ini dikarenakan nilainya yang kuat dan menjadi ‘raja mata uang’ di dunia. Harganya yang tinggi membuat mata uang Negeri Paman Sam ini sulit mengalami penurunan nilai, justru semakin meningkat.

Euro

Selain Dolar AS, mata uang yang juga cenderung stabil dan memiliki nilai tinggi adalah Euro. Mata uang Euro ini tidak hanya digunakan pada satu negara, namun juga beberapa negara di regional Eropa. Maka, Euro pun dianggap sebagai primadona baru dalam dunia investasi valuta asing. Bahkan beberapa negara benua Afrika menggunakan mata uang ini. Apabila Anda memiliki penghasilan cukup besar, maka sebaiknya bisa memilih Euro.

Poundsterling

Pada posisi ketiga, mata uang yang punya nilai tinggi dalam investasi valuta asing adalah Poundsterling. Namun, di kalangan pengguna atau ‘pemain’ forex, Poundsterling memiliki nilai paling tinggi jika dibandingkan dua mata uang asing sebelumnya, mengingat nilainya yang stabil dan cenderung naik.

Dolar Australia

Dolar Australia juga saat ini diperhitungkan di kancah valuta asing. Hal ini mengingat pertumbuhan ekonomi Australia yang terus membaik hingga saat ini. Membaiknya perekonomian Australia tersebut membuat mata uang dolar Negeri Kangguru ini menjadi calon mata uang yang masuk jajaran tiga besar dalam valuta asing.

Lantas, Apakah Tepat Investasi Saat Resesi?

Anda juga mungkin bertanya-tanya, apakah berinvestasi  valuta asing ini bisa dilakukan pada saat masa resesi? Jawabannya adalah bisa, mengingat valuta asing merupakan instrumen investasi dan aset yang bersifat save haven. Anda dapat melakukan investasi valas dengan memilih mata uang yang bernilai tinggi seperti disebutkan pada poin sebelumnya.

Mengingat keuntungan yang ditawarkan oleh valuta asing ini, tidak sedikit pula masyarakat yang menjadikannya sebagai investasi jangka pendek (short term) dan untuk investasi jangka panjang (long term). Akan tetapi, jika Anda ingin berinvestasi valas saat resesi, penting untuk memperhatikan pergerakan instrumennya dari waktu ke waktu.

Selain itu, jika Anda awam dalam hal ini, bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan konsultan maupun pakar yang sudah berpengalaman. Jadi, kesimpulannya, investasi valas masih dalam posisi aman meskipun pada masa resesi. Semoga ulasan ini dapat membantu Anda yang ingin berinvestasi valas, terutama bagi Anda yang baru pertama kali memulainya. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

Lihat juga: “Bermain Saham Saat Resesi, Siapa Takut?”


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply