Cara Bermain Saham untuk Pemula

Dari seluruh jenis instrumen investasi yang tersedia, saham memiliki potensi keuntungan yang relatif lebih besar. Bahkan dalam setahun, Anda berpeluang mendapatkan keuntungan hingga lebih dari 20%. Namun, mengikuti prinsip high risk high return pada investasi, saham juga dikenal sebagai instrumen investasi yang cukup berisiko.

Hal inilah yang kerap membuat orang merasa urung untuk mulai berinvestasi saham. Padahal, asal paham cara bermain saham, investasi satu ini cukup ramah untuk para pemula, kok!

Penasaran ingin main saham? Lihat artikel ini: “Pengertian Saham dan Cara Mainnya” dan “Bermain Saham di Masa Resesi? Siapa Takut!”

Siapkan “Uang Dingin”

Jangan membayangkan uang dingin sebagai uang yang disimpan di dalam kulkas. Uang dingin adalah uang yang tidak akan dipakai dalam jangka waktu tertentu. Jadi, uang yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari jelas bukan merupakan uang dingin. Penting diingat untuk hanya menggunakan uang dingin jika memang berniat main saham. Pasalnya, potensi keuntungan investasi, termasuk saham, idealnya akan meningkat seiring berjalannya waktu.

Jika Anda menggunakan uang bulanan untuk investasi saham, lalu terjadi penurunan harga saham dan uang tersebut dibutuhkan, mau tidak mau Anda harus menerima risiko kerugian. Sebaliknya, apabila menggunakan uang dingin, saat terjadi penurunan saham Anda bisa menahannya dulu hingga nilainya kembali naik.

Pahami Profil Risiko Anda

Dalam bermain saham, kemungkinan besar Anda tidak akan mengalokasikan seluruh uang ke satu perusahaan saja, tetapi memecahnya ke beberapa perusahaan. Inilah yang dinamakan diversifikasi portofolio. Sebelum melakukan hal ini, Anda perlu mengetahui profil risiko terlebih dulu. Ada tiga jenis profil risiko di dunia investasi, yaitu:

  • Konservatif – cenderung menghindari risiko yang terlalu tinggi.
  • Moderat – masih bisa menolerasi sebagian risiko turunnya nilai investasi.
  • Agresif – bisa menoleransi turunnya nilai investasi dalam jumlah besar.

Dengan mengetahui profil risiko diri, Anda bisa menyusun portofolio yang sesuai dengan tingkat toleransi risiko Anda. Semakin tinggi potensi keuntungan yang ditawarkan oleh emiten di bursa saham, biasanya risikonya juga semakin tinggi.

Lihat juga: “Menumpuk Pundi, Meminimalkan Rugi dengan Mengenali Risiko Investasi”

Alokasikan Dana untuk Belajar Seluk Beluk Saham

Agar bisa mendapatkan potensi keuntungan maksimal dari main saham, Anda harus tahu kapan harus menahan saham, menjualnya, atau membeli yang baru. Jangan mengambil keputusan berdasarkan insting saja, Anda juga harus membekali diri dengan pengetahuan tentang saham.

Ada banyak buku dan artikel yang membahas tentang topik ini, tapi akan lebih baik jika Anda juga mengalokasikan dana untuk mengikuti seminar, sekolah pasar modal, atau webinar untuk belajar langsung dari para ahli saham. Seluruh ilmu yang didapat akan memudahkan Anda untuk membaca chart bursa efek, melakukan analisis, hingga mengambil keputusan yang akurat. Anda juga bisa memahami istilah-istilah yang kerap digunakan di industri saham.

Pilih Perusahaan Sekuritas yang Biayanya Murah

Pada investasi saham, Anda diharuskan membuka rekening efek yang biasanya ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan sekuritas. Jangan buru-buru memilih perusahaan sekuritas, lakukan riset sebelumnya untuk memastikan perusahaan sekuritas memiliki track record yang baik.

Cari tahu pula biaya transaksi yang akan dibebankan kepada Anda. Biaya transaksi mengacu pada biaya penjualan dan pembelian saham. Jumlahnya macam-macam, ada yang membebankan biaya 0,15% pembelian dan 0,20% penjualan, ada pula yang menerapkan biaya 0,19% pembelian dan 0,29% penjualan. Nah, melalui hasil riset yang telah dilakukan, Anda dapat memilih perusahaan sekuritas yang menawarkan biaya transaksi paling murah.

Mulailah Bertransaksi

Sudah membuka rekening saham? Saatnya Anda mulai bertransaksi! Wajar jika Anda bingung harus membeli saham yang mana. Sebagai pemula, Anda bisa membeli saham dari perusahaan yang produknya Anda gunakan, atau dengan kata lain perusahaan consumer goods. Selain alasan familiaritas, produk-produk perusahaan consumer goods idealnya akan selalu digunakan oleh masyarakat, jadi dalam setahun biasanya mereka akan menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa memilih saham-saham pada indeks LQ45 atau IDX30 karena dikenal memiliki likuiditas yang cukup tinggi dan fundamental perusahaan yang cukup baik. Saham-saham yang berada pada indeks tersebut dikenal juga dengan istilah blue chip.

Pantau Terus Berita Ekonomi

Last but not least, jangan malas untuk memantau berita ekonomi. Kondisi ekonomi yang stabil merupakan saat terbaik untuk berinvestasi saham. Apabila terjadi resesi ekonomi atau mungkin nilai rupiah menurun, segera ambil tindakan.

Inilah pentingnya mempelajari seluk-beluk saham, jadi ketika ekonomi negara berada dalam situasi tertentu, Anda tahu harus melakukan apa terhadap saham Anda. Minimal Anda harus bisa membuat penilaian kasar demi menghindari atau setidaknya meminimalisir risiko kerugian dari investasi saham.


Setelah mempelajari cara-cara bermain saham di atas, sekarang Anda sudah siap untuk mulai investasi saham. Selalu ada yang pertama, dan investasi saham adalah salah satunya. Jadi, jangan merasa minder hanya karena Anda merupakan pemula. Terus update informasi dan jangan pernah berhenti belajar untuk memperkaya pengetahuan saham Anda. Good luck!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply