Faktor Psikologis saat Investasi Saham, Mengapa Perlu Dipertimbangkan?

Kini, makin banyak orang yang tertarik untuk berinvestasi saham. Pengetahuan dasar sebelum memulai investasi saham jadi hal yang wajib untuk diperhatikan. Karena wawasan seputar kultur saham dan keahlian membaca pasar akan sangat berguna selama investasi berlangsung. Selain itu, faktor-faktor psikologis juga perlu dipertimbangkan sebelum pengambilan keputusan penting saat investasi saham. Hal ini perlu dipertimbangkan demi menjadikan investasi saham sebagai bentuk usaha yang menguntungkan bagi Anda.

Faktor-faktor psikologis berperan cukup tinggi saat berinvestasi saham, terkait memutuskan langkah-langkah strategis dalam pola investasi. Memahami kondisi psikologis tertentu akan memengaruhi hasil trading yang dilakukan oleh seorang investor pula. Mengapa bisa demikian? Mari kita bahas alasan-alasan Anda perlu mempertimbangkan faktor psikologis dalam berinvestasi saham:

Penasaran tentang seluk-beluk saham? Simak artikel ini “Pengertian Sahan dan Cara Mainnya”!

Keputusan Finansial Tidak Selamanya Pakai Logika

Kondisi psikologis juga mempengaruhi sebagian besar keputusan finansial yang diambil. Terlebih jika keputusan finansial ini mengacu pada teori-teori dengan mengesampingkan faktor psikologis itu sendiri. Sisi-sisi humanis yang terpangkas dari keputusan finansial bisa jadi justru menimbulkan masalah baru.

Dalam pengambilan keputusan, logika manusia hanya berkontribusi sebanyak 12%-45% saja. Sementara faktor psikologis berkontribusi jauh lebih banyak sekitar 55%-88%. Ini adalah bagian dari sifat alami yang dimiliki oleh seorang manusia. Ini didukung oleh pernyataan seorang konsultan trading, Dr. Van K. Tharp yang mengatakan bahwa keberhasilan dalam trading ini melibatkan 60% penguasaan faktor-faktor psikologis.

Faktor Psikologis Lebih Dominan dalam Mengambil Keputusan

Dalam berinvestasi saham ada banyak faktor yang ikut mempengaruhi pengambilan keputusan akhir seorang investor, dan faktor psikologis menjadi faktor yang lebih dominan di sana. Bahkan seorang psikolog sekaligus pakar trading profesional Dr. Alexander Elder ini menyertakan faktor psikologis ke dalam tiga hal penting yang perlu diperhatikan oleh seorang investor saat berinvestasi saham. Elder menyebutkan tiga hal penting tersebut adalah Method, Money, dan Mind yang mengacu pada faktor psikologis itu tadi.

Ketiga faktor ini saling mendukung satu sama lain menurut Elder. Hingga satu kesalahan pada salah satu faktor akan menggagalkan trading secara keseluruhan. Di antara ketiga faktor tersebut, metode jadi faktor yang lebih banyak mendapat perhatian para investor saham. Padahal faktor psikologis justru memegang peranan dominan dalam keberhasilan trading kalau harus dibandingkan dengan dua faktor pertama.

Poin yang dapat menguatkan hal ini adalah karena metode dan uang dapat ditiru secara strategi, tetapi faktor psikologis hampir tidak mungkin ditiru. Itu sebabnya dalam berinvestasi saham akan lebih menguasai diri sendiri, sebelum menguasai pasar.

Jika Anda benar-benar ingin terjun investasi saham, tentukan ingin jadi investor dan atau trader! Apa bedanya?

Kenali Karakter dan Kondisi Psikis Anda

Seperti pernyataan sebelumnya, bahwa sebenarnya investor saham yang berhasil adalah investor saham yang sudah mengenali dirinya dengan baik, serta mampu menguasai diri. Poin terakhir ini sebenarnya adalah langkah pertama yang perlu dilakukan oleh seorang investor saham. Memastikan dirinya mengenal dengan baik karakter diri, serta keputusan-keputusan seperti apa yang cenderung akan diambil oleh karakternya.

Beberapa investor yang menganggap saham sebagai salah satu usaha yang menguntungkan tidak jarang abai terhadap perihal faktor psikologis karena merasa bahwa faktor yang satu ini tidak memiliki tolok ukur yang dapat dijadikan acuan yang jelas. Ditambah faktor psikologis juga tidak bersifat teknis, sehingga terkesan sulit untuk diterapkan sebagai bahan pertimbangan saat trading.

Apalagi untuk sekarang ini masih terbilang sedikit investor yang benar-benar paham sisi psikologis dan fungsinya dalam proses trading, termasuk sumber literasi yang membahas masalah ini masih terbatas. Sehingga motif untuk melibatkan faktor psikologis dalam berinvestasi saham hampir tidak ada pada investor.

Bagaimana? Tertarik berinvetasi saham? Jelajahi informasi-informasinya di artikel-artikel ini: “Cara Bermain Saham untuk Pemula” dan “Bermain Saham di Masa Resesi, Siapa Takut?”


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply