Inilah Cara Agar Pekerja Kantoran Bisa Jadi Pemilik Modal!

Sebagian besar masyarakat menganggap pemilik modal sebagai seseorang yang kaya dan memiliki banyak uang. Padahal anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Kini, semua orang pun dapat menjadi pemilik modal meski hanya pekerja kantoran. Anda bisa memulai investasi dengan cara menabung saham dan berinvestasi di bisnis teman. Ini bisa menjadi langkah tepat investasi yang menguntungkan. Bagaimana melakukannya? Anda bisa simak ulasannya di bawah ini.

Lihat juga: “Siapa Bilang Investasi Harus Bermodal Besar?”

Membeli Saham Perusahaan

Cara pertama untuk menjadi seorang pemilik modal meskipun Anda merupakan pekerja kantoran ialah dengan cara menabung saham. Banyak orang beranggapan jika menanam saham adalah investasi yang menguntungkan di masa mendatang. Namun, sebelum memutuskan untuk berinvestasi saham, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Sebab, apabila Anda gagal dalam menjalankan investasi saham, kerugiannya pun tidak sedikit.

  • Kiat memilih saham perusahaan

Bermain saham bagi para pemula memang tidak mudah pada awalnya. Akan tetapi, Anda bisa mempelajari skema saham melalui literatur yang banyak tersedia di media internet. Setelah mempelajari seluk beluk tersebut, maka mulailah pertimbangkan untuk memilih perusahaan sekuritas terbaik dan tepercaya. Biasanya, perusahaan yang memiliki portofolio terbaik untuk menanam saham adalah perusahaan yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Misalnya saja perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan minuman, ritel, dan sebagainya.

Kemudian, Anda bisa memulainya dengan menganggarkan 10% dari gaji bulanan untuk berinvestasi saham. Agar lebih mudah, siapkan pula rekening perusahaan sekuritas terpercaya. Dalam hal ini, Anda perlu memastikan keamanan perusahaan sekuritas tersebut. Salah satunya ialah mengecek legalitasnya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Syaratnya juga mudah layaknya membuka rekening tabungan dan hanya akan dimintai kartu identitas, NPWP, dan fotokopi buku tabungan serta kartu keluarga.

  • Pelajari cara menabung saham yang tepat

Lantas, bagaimana cara menabung saham dengan benar? Sebenarnya setiap orang memiliki strategi yang berbeda dalam menjalankan dan memutar saham mereka. Hal yang paling penting adalah buatlah komitmen di awal berapa besaran uang yang akan disetorkan secara rutin ke rekening sekuritas. Dengan rekening ini, saham di bursa efek dapat Anda beli. Sebaiknya saat membeli saham, pastikan sesuai dengan kapasitas dan menguntungkan.

Melakukan pembelian pun sangat mudah dan bisa dilakukan dengan cara top up lewat smartphone. Anda juga harus mengunduh aplikasi saham untuk melihat perkembangan saham yang dimiliki serta kapan Anda harus menjual dan membelinya. Pada umumnya, sebagai pemilik modal Anda dapat membeli saham minimum, yakni satu lot atau seratus lembar. Agar keuntungannya semakin maksimal, buatlah ketentuan pembelian rutin setidaknya sebulan sekali. Di samping itu, perhatikan pula jam beroperasinya pasar saham, yakni pada hari Senin-Jumat pada pukul 09.00-12.00 WIB. Pasar akan kembali beroperasi lagi pada pukul 13.30-16.15 WIB.

Beri Modal Bisnis ke Teman

Menjadi pemilik modal bagi pekerja kantoran biasa bisa dilakukan dengan hal lain, yakni memberikan modal bisnis ke teman. Langkah ini dinilai juga sebagai investasi yang menguntungkan. Bila Anda memilih cara yang kedua ini, sebaiknya pastikan bahwa teman yang Anda ajak berbisnis memang tepercaya dan dapat diandalkan. Contohnya dengan teman dekat atau sahabat yang telah dikenal lama dan memiliki visi yang sama.

  • Bagilah keuntungan secara terperinci

Membagi keuntungan ketika bisnis dengan teman bisa dibilang sebagai hal yang paling rentan konflik. Sumber permasalahannya di sini adalah uang, terutama dalam konflik bisnis. Konflik ini bisa saja terjadi karena adanya pembagian keuangan dan keuntungan yang tidak jelas. Maka, Anda harus benar-benar bijak menyikapinya.

Langkah yang harus dilakukan agar hal ini dapat dihindari adalah dengan membicarakannya di awal. Posisikan diri Anda sebagai seorang pemilik modal. Dalam posisi ini, Anda berhak menerima dividen sesuai dana setoran yang diberikan. Jangan sampai konflik ini berlarut dan justru membuat usaha yang dirintis jadi salah urus.

  • Buatlah batasan-batasan profesionalitas

Selain membagi keuntungan secara jelas persentasenya, dalam berbisnis dengan teman haruslah ada batasan profesionalitas. Hal ini penting agar bisnis berjalan dengan baik. Ada saat di mana Anda harus bersikap sebagai layaknya teman, namun pada saat yang lain Anda perlu bersikap tegas dengan mengedepankan profesionalisme.

Misalnya saja, teman Anda telat memberikan laporan keuangan dan keuntungan kepada Anda karena sifat Anda yang sabar. Sebaiknya, sebagai pemilik modal, hal seperti ini jangan dibiarkan agar tidak merugikan. Kemudian, jika ada hal yang perlu dibahas, maka berlakulah layaknya sebuah meeting dan bukan ajang hang out.

Lihat juga: “Part 1: Berinvestasi di Bisnis Teman, Pilihan Menarik dan Bermanfaat”

Itulah cara-cara terbaik bagi Anda yang ingin menjadi pemilik modal meski bekerja sebagai pegawai kantoran. Kuncinya, selain memahami cara menabung saham dan memilih rekan bisnis yang tepat untuk investasi yang menguntungkan, Anda juga harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dari sekarang.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply