Pengertian Saham dan Cara Mainnya

Setiap tahun nilai uang yang kita miliki selalu mengalami penurunan. Oleh karena itu, Anda perlu menjaga nilai uang tersebut. Bagaimana caranya? Investasi menjadi cara ampuh agar nilai uang kita tidak akan tergerus. Selain itu, investasi juga akan melipatgandakan uang Anda.

Tujuan keuangan Anda juga lebih mudah tercapai dengan investasi. Dari mulai sekedar beli kendaraan, berlibur keluar negeri, hingga kebebasan finansial bisa dengan mudah Anda raih. Pertanyaannya, instrumen investasi apa yang akan Anda pilih? Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu instrumen investasi yang cukup populer, yakni saham. Apa itu saham? Mengapa kita perlu beli saham? Bagaimana karakteristiknya? Dan bagaimana cara mainnya?

Apa Itu Saham?

Saham adalah salah satu instrumen pasar modal yang paling populer. Dengan menerbitkan saham, sebuah perusahaan akan mendapatkan pendanaan. Saham juga dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kertas tersebut menyatakan bahwa pemilik kertas yang namanya tercantum adalah pemilik perusahaan (sesuai dengan porsi penyertaan modal).

Banyak orang menganggap bahwa yang bisa memiliki saham hanya orang-orang berpenghasilan tinggi. Padahal faktanya tidak demikian, dengan berinvestasi saham, Anda sudah jadi “pemilik” perusahaan. Porsi kepemilikannya tentu bergantung pada seberapa besar saham yang Anda miliki. Dalam dunia saham, perusahaan yang menerbitkan saham disebut emiten. Anda sebagai pembeli saham disebut sebagai investor. Selain itu, ada juga pihak yang berperan menjembatani emiten dan investor. Mereka sering disebut sebagai broker atau pialang.  

Apa Untungnya Punya Saham?

Lantas, apa untungnya punya saham? Apakah pendapatan perusahaan dapat Anda miliki? Tentu saja. Keuntungan yang didapatkan sesuai dengan porsi kepemilikan saham. Makin besar saham Anda, makin banyak pula keuntungan Anda. Dalam dunia saham, Anda dua jenis keuntungan yakni dividen dan capital gain.

Dividen adalah pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Jika Anda ingin mendapatkan dividen, maka Anda harus menjadi pemegang saham tersebut dalam kurun waktu tertentu. Dividen dapat diberikan dalam bentuk dividen tunai (yang dapat dicairkan dalam bentuk uang) dan dividen saham. Seperti namanya, dividen saham berbentuk saham (lagi), sehingga jumlah saham yang Anda akan makin bertambah. Dengan cara ini, uang Anda akan semakin berkembang.

Selain dividen, Anda juga bisa mendapatkan capital gain. Capital gain adalah selisih antara harga beli dan harga jual saham. Misalnya, saat ini Anda beli saham perusahaan makanan X seharga Rp 2.000 per saham. Kemudian dua tahun lagi Anda menjualnya seharga Rp 3.000 per saham. Selisih Rp 1.000 adalah keuntungan Anda. Bayangkan jika Anda menyimpan saham dalam waktu lama, bisa jadi Anda akan meraih kebebasan finansial karena peningkatan harga saham yang signifikan. Tentu ini bisa terjadi jika Anda punya strategi yang tepat dalam memilih saham.

Jenis-Jenis Saham

Pasar modal menjadi lingkungan tempat diperjualbelikannya berbagai instrumen investasi, termasuk saham. Ada berbagai jenis saham yang diperjualbelikan di pasar modal. Pembagian jenis-jenis saham dibagi menjadi 3 berdasarkan karakternya masing-masing, apa saja itu?

Berdasarkan Klaim dan Hak Tagih

Saham Biasa (Common Stocks)

Salah satu karakteristik saham ini adalah investor bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan perusahaan emiten. Selain itu, investor saham ini juga hanya punya kewajiban yang terbatas. Jika ada risiko terburuk, seperti perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh investor (sesuai dengan besaran saham yang dimiliki).

Yang kedua adalah saham preferen. Saham ini merupakan gabungan antara obligasi dan saham biasa. Karakteristik saham preferen sama dengan saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas, dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo pembayaran dividen. Saham ini banyak disukai investor karena dapat menghasilkan pendapatan tetap.

Berdasarkan Cara Peralihan

Ada dua jenis saham berdasarkan cara peralihan. Pertama, saham atas unjuk atau bearer stocks. Secara fisik, saham ini tidak tertulis nama pemiliknya. Tujuannya agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lain. Meski demikian, investor tidak perlu khawatir karena secara hukum pemegang saham tersebut adalah pemilik yang sah.

Kedua, saham atas nama atau registered stocks. Tidak seperti saham atas unjuk, nama pemegang saham tertulis jelas pada kertas saham jenis ini. Dengan demikian, cara peralihannya pun harus melalui prosedur tertentu.

Berdasarkan Kinerjanya

Blue Chip Stocks

Saham ini banyak diburu investor karena emitennya adalah perusahaan yang punya reputasi bagus. Biasanya produk dan image perusahaan sudah dikenal luas oleh khalayak. Pendapatan mereka sudah stabil sehingga selalu lancar saat membayar dividen. Saham blue chip termasuk instrumen investasi yang cocok untuk menghadapi resesi karena stabil dan risikonya cukup minim. 

Income Stocks

Saham jenis ini punya karakteristik yang unik, yaitu mampu membayar dividen lebih tinggi daripada rata-rata dividen yang dibayarkan di tahun sebelumnya. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

Growth Stocks

Saham jenis ini dibagi lagi jadi 2 yaitu, well-known dan lesser-known. Untuk well-known, mirip dengan blue chip karena pertumbuhan pendapatannya tinggi bahkan tertinggi di antara perusahaan pesaing. Sementara lesser-known, walaupun bukan termasuk yang unggul dalam industrinya. Perusahaan ini pendapatannya tinggi. Biasanya saham semacam ini dikeluarkan oleh perusahaan daerah yang populer di kalangan emiten.

Speculative Stocks

Saham jenis ini cocok untuk Anda yang profil risikonya tinggi. Meskipun berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, speculative stocks tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan.

Counter Cyclical Stocks

Inilah saham yang paling stabil di berbagai kondisi ekonomi. Meski sedang resesi, krisis ekonomi, hingga depresi, saham ini tetap tinggi. Emiten tetap mampu membayar dividen lebih tinggi, karena penghasilan mereka tetap tinggi di masa resesi sekalipun.

Cara Main Saham

Sebelum membahas lebih jauh tentang cara main saham, kita perlu bedakan dulu antara bermain saham dan menabung saham. Jadi, meskipun keduanya sama-sama membeli saham, tapi prinsip, sudut pandang, dan strateginya berbeda. Orang yang main saham biasa disebut sebagai trader. Sementara orang yang menabung saham bisa disebut sebagai investor.

Ingin tahu lebih lanjut tentang perbedaan antara trader dan investor? Klik di sini!

Sebelum memutuskan untuk menjadi trader yang rutin main saham, pastikan bahwa Anda sudah paham dengan risiko main saham. Selain itu, pemahaman Anda tentang berbagai jenis saham yang sangat mendalam.

Dalam buku berjudul “Jurus CUAN Investasi Saham”, Desmond Wira menjelaskan bahwa bermain saham perlu strategi. Dengan strategi tersebut, permainan saham Anda akan lebih terarah. Strategi main saham yang tepat juga akan meminimalisir risiko kerugian. Desmond juga memaparkan tentang langkah-langkah yang tepat saat main saham. Apa saja itu?

Control

Kontrol dalam konteks ini berarti kontrol diri. Anda harus mengenali karakter diri sebelum terjun bermain saham. Mengapa mengenali diri ini penting? Dengan mengenali diri, Anda akan lebih mudah menemukan strategi yang pas untuk berinvestasi. Salah satu yang paling penting adalah profil risiko. Apakah Anda investor konservatif, moderat, atau agresif?

Unbiased

Bermain saham bukan hanya tentang berapa banyak saham yang Anda beli, tapi juga seberapa pintar Anda menganalisis saham. Main saham sangat dipengaruhi oleh emosi, sehingga Anda harus bijak dalam mengelola emosi. Jangan sampai keputusan Anda dalam membeli atau menjual saham didominasi oleh emosi. Pengambilan keputusan harus didasari dengan data yang objektif.  

Analyze

Pada poin ini, Anda harus rutin dalam mereview kembali strategi yang Anda terapkan. Update terus informasi tentang ilmu-ilmu ekonomi dan dinamika pasar modal. Semua itu bisa menjadi modal Anda dalam melakukan analisis.

Dalam bermain saham, Anda bisa melakukan 2 jenis analisis yaitu, analisis fundamental dan teknikal. Analisis fundamental merupakan analisis top-down. Artinya, dimulai dari kondisi ekonomi negara secara makro sampai ke kondisi perusahaan secara mikro. Sementara analisis teknikal adalah cara untuk memprediksi harga berdasarkan data harga saham di masa lalu. Dengan modal kedua data tersebut, Anda bisa membaca suatu pola yang terjadi.

Nimble

Nimble artinya gesit. Dalam trading saham, untung atau rugi sangat ditentukan oleh timing. Waktu yang tepat untuk menjual atau membeli saham akan mendatangkan keuntungan. Jika Anda salah timing, Anda bisa rugi besar.


Itulah pengertian, jenis-jenis, serta cara bermain saham. Pelajari secara mendalam tentang saham sebelum Anda bertekad untuk main saham. Perkaya diri Anda dengan informasi dan pengetahuan saham. Dengan cara itu, Anda dapat mencapai keuntungan maksimal.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply