Tips Bisnis untuk Atasi Stok Barang Berlebih di Usaha Kecil

Salah satu hal yang berkontribusi pada kegagalan bisnis toko online adalah masalah ketersediaan barang. Anda perlu mengetahui sejumlah tips bisnis dalam pengelolaan stok barang yang tersedia. Penting untuk mengetahui cara memulai bisnis online ini karena stok barang bisa menyebabkan berkurangnya penjualan, bahkan kasus terburuknya, pesanan yang diterima terpaksa dibatalkan dan berpengaruh ke reputasi seller

Dalam bisnis online, faktanya memang banyak pesanan gagal yang disebabkan oleh stok produk yang kosong. Sangat disayangkan bukan, jika Anda gagal memproses pesanan hanya karena salah informasi tentang stok produk. Tidak hanya itu, pengelolaan stok yang buruk juga seringkali menjadi penyebab kelebihan stok. Kelebihan stok membuat biaya penyimpanan di gudang meningkat dan risiko tinggi barang menjadi usang. 

Baik kekurangan maupun kelebihan stok, keduanya sama-sama merugikan pebisnis toko online. Berikut 4 tips bisnis untuk atasi stok barang:

Lihat juga: “Memenangkan Persaingan Bisnis Online”

Mengelola Stok Produk

Bagi Anda yang telah mencoba mengelola stok produk yang dijual, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Anda perlu mencantumkan jumlah ketersediaan produk yang lebih rendah dibandingkan dengan jumlah produk yang ada di tempat penyimpanan. Ambil contoh jika Anda memiliki produk di gudang sebanyak 100 item, tulis di ketersediaan di toko online miliknya lebih rendah dari 100. 

Lalu, apabila Anda sering melakukan restock barang, maka pastikan jumlah stok produk yang tersedia selalu diperbarui agar tidak kehilangan peluang mendapatkan transaksi. Hal penting lainnya adalah untuk tidak malas dalam menghitung ketersediaan barang secara periodik. Itulah sebabnya sangat direkomendasikan menghitung stok secara berkala

Simak tips kelola stok barang untuk toko online Anda di sini!

Hitung Lead Time dengan Akurat

Lead time bisa diartikan dengan masa dari mulai Anda memesan barang atau order sampai barang tersebut siap untuk dijual. Perhitungkan dengan cermat berapa produk yang dibutuhkan dan volume penjualannya. Lead time tidak boleh berdasarkan asumsi, namun harus dihitung dengan kalkulasi yang cermat. 

Sebagai contoh, produk pakaian A memiliki rencana penjualan 1,000 buah dengan lead time 6 hari kerja. Maka, masa lead time yang Anda butuhkan yakni 273 buah dengan hitungan (1.000 buah dibagi 22 hari kerja) dikalikan 6 hari.

Sebagai tips cara memulai bisnis online, lead time dari sisi pelanggan juga sebaiknya bisa sependek mungkin. Kemampuan bisnis toko online untuk menyediakan lead time yang semakin pendek menunjukkan keunggulan dari bisnis dari toko Anda. 

Guna menjaga konsistensi suatu bisnis dalam penyediaan lead time yang pendek, setidaknya penjual harus selalu memastikan ketersediaan barang dan kecepatan pengiriman, baik dari penjual ke kurir maupun dari agen kurir ke pembeli. 

Lihat juga: “4 Tujuan Pinjam Modal untuk Bisnis Jualan Online”

Waktu Pesanan yang Akurat

Dalam mengatur waktu pesanan yang akurat, Anda harus memesan saat mencapai angka tertentu yang sering disebut reorder point atau ROP. Perhitungannya tak boleh menggunakan asumsi atau insting belaka. ROP adalah titik waktu di mana sebuah item barang yang ada di gudang harus ditambah persediaannya sebelum kehabisan stok. ROP dihitung dengan menjumlahkan stok aman dan kebutuhan selama lead time.

Banyak pebisnis pemula yang seringkali hanya mengandalkan insting. Mereka akan meningkatkan stok begitu melihat permintaan suatu barang mengalami kenaikan. Sebaliknya, saat permintaan sepi, mereka tidak melakukan reorder karena persediaan di gudang dianggap masih banyak. 

Dengan memenuhi pesanan secara akurat, bisnis online Anda pun lebih mudah naik skala bisnisnya.

Kontrol Stok secara Disiplin

Sebagai tips bisnis dalam pengelolaan ketersediaan stok, pastikan Anda mengontrol stok secara disiplin. Jangan hanya mengandalkan hitungan stock opname. Anda bisa menggunakan formula cycle count agar perhitungan jumlah stok yang tersedia bisa jauh lebih akurat. Cycle count bisa diartikan sebagai aktivitas stock opname secara acak dengan teknik tersendiri.

Banyak pedagang toko online yang berpengalaman menggunakan ABC analis, yakni dengan melakukan klasifikasi kelas produk berdasarkan hasil penjualan. Misalnya, kelas A adalah 80 persen penyumbang omset Anda ada di 20% item barang. Biasanya di dalam kelas A memerlukan perhatian lebih. Ini wajar mengingat 80% omset perusahaan disumbang oleh produk A. Karena itu, produk kelas A stoknya harus 100%. Sehingga, kegagalan pesanan karena ketiadaan ketersediaan bisa dikurangi. 

Berikut tips bisnis yang bisa Anda praktikkan untuk mengelola ketersediaan stok di toko guna mengurangi kegagalan pesanan. Jangan sungkan untuk mempraktikannya cara memulai bisnis online yang terbukti sudah berhasil dilakukan banyak seller

Saat ingin meningkatkan stok tapi terkendala modal, jangan khawatir! Modalku hadir sebagai solusi masalah pengadaan stok barang. Segera ajukan pinjaman, agar stok terjaga dan bisnis makin sukses.

Ajukan Pinjaman Sekarang


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply