Awali Tahun Baru dengan “Belanja”

Kondisi ekonomi yang kian berubah dari waktu ke waktu mengharuskan kita untuk bersiap dengan tantangan yang ada. Resesi, krisis ekonomi, hingga inflasi menjadi tantangan yang tidak terelakkan. Anda pun dituntut untuk melek keuangan agar bisa melewati segala tantangan tersebut. Untuk itu, menyambut tahun baru 2020 ini, resolusi keuangan pun juga harus diperbarui.

Dengan memperbarui resolusi keuangan, Anda pun bisa mengubah kondisi keuangan menjadi yang lebih baik.  Namun, bagaimana cara yang bisa Anda tempuh untuk melakukan hal tersebut? Salah satunya dengan “belanja”. Lho! bukannya belanja malah bikin boros? Owh, tunggu dulu. “Belanja” yang ini beda. Lantas apa bedanya? Mari simak artikel yang telah disusun Modalku ini hingga usai.

Lihat juga: “Belanja Online Lebih Boros, Kok Bisa?”

Beli Aset dengan Uang Bonus

Pada penghujung tahun biasanya tidak hanya ada evaluasi, tapi juga uang bonus. Bagi sebagian besar orang, uang bonus ini dilihat sebagai uang yang “menganggur” sehingga digunakan untuk belanja berbagai barang yang sebenarnya tidak perlu. Meskipun barang tidak perlu tersebut sering dilihat sebagai kebutuhan, jika ditelaah kembali, kebutuhan tersebut pun tidak bersifat urgent, sehingga dapat ditunda.

Sedikit jumlahnya orang yang melihat uang bonus tersebut sebagai kesempatan. Padahal, uang bonus yang diberikan pada akhir tahun bisa menjadi pintu gerbang passive income yang cukup menjanjikan untuk memperbaiki kondisi keuangan di masa depan. Anda bisa menggunakan uang bonus tersebut untuk membeli aset.

Bagaimana jika uang bonus yang diberikan ternyata tidak mencukupi untuk mendapatkan aset yang Anda inginkan? Maka jawabannya pun sederhana, Anda perlu menabung. Hindari menggunakan uang bonus tersebut untuk berbelanja barang-barang yang tidak perlu. Anda bisa menyimpannya dalam tabungan yang khusus disediakan untuk membeli aset.

Memisahkan tabungan ini pun penting, agar uang yang telah tersimpan tidak tercampur dengan simpanan lainnya, alih-alih tercampur dengan budget untuk konsumsi. Namun, perlu Anda ketahui ada juga aset yang bisa Anda miliki dengan uang bonus. Pasalnya, aset banyak jenisnya, mulai dari yang memerlukan dana besar hingga dana kecil sekalipun. Aset apa saja yang bisa Anda pertimbangkan untuk resolusi keuangan Anda pada tahun baru ini?

Paper Asset sebagai Pilihan

Jika uang bonus Anda tidak cukup untuk membeli real asset seperti ruko dan rumah, Anda bisa mempertimbangkan paper asset sebagai gantinya. Paper asset ini banyak jenisnya. Ada saham, reksa  dana, deposito, ORI atau Obligasi Ritel Indonesia. Dibandingkan dari jenis-jenis paper asset tersebut, Anda bisa memilih reksa dana jika menginginkan aset dengan harga yang paling terjangkau.

Lihat juga: “Berinvestasi di Paper Asset, Apa Saja Untungnya?”

Selain terjangkau, reksa dana juga bisa Anda teruskan setiap bulan setelah mendapatkan gaji layaknya mencicil gadget. Reksa dana juga bisa diperdagangkan apabila Anda ingin melepas reksa dana sebagai paper asset.

Pilihan paper asset kedua yang sesuai untuk pemula adalah deposito, karena deposito merupakan paper asset yang mirip dengan tabungan pada umumnya tapi Anda tidak dapat melakukan tarik tunai dengan rentang waktu tertentu sesuai kebijakan dari bank penerbit.

Real Asset untuk yang Memiliki Dana Lebih

Jika Anda mempunyai simpanan khusus investasi selain uang bonus tahunan, Anda bisa mempertimbangkan real asset. Sama seperti paper asset, wujud real asset ini pun beragam. Ada emas batangan, properti seperti ruko dan rumah, hingga tanah kosong. Bagi Anda yang lebih tertarik dengan real asset dibandingkan dengan paper asset, Anda harus lebih berhati-hati dalam memilih.

Pasalnya, real asset akan lebih sulit diwujudkan menjadi uang jika tidak memenuhi kriteria tertentu. Rumah sebagai real asset contohnya. Jika rumah tidak berlokasi di tempat strategis, memiliki riwayat yang kurang menyenangkan, hingga lingkungan yang kurang memadai, maka akan sulit untuk menjual rumah atau mengubahnya menjadi properti dengan fungsi lain.

Pelajari Kriteria Aset

Sebelum memilih aset sebagai bagian dari resolusi keuangan pada tahun baru Anda, penting bagi Anda untuk mengetahui dengan baik kelebihan serta kekurangan masing-masing aset. Tidak semua aset diperuntukkan untuk semua orang mengingat masing-masing orang mempunyai keadaan keuangan serta kebutuhan yang berbeda-beda.

Namun, terdapat satu hal yang  bisa disetujui oleh mayoritas orang yang ingin memperbaiki kondisi keuangannya pada tahun baru ini, yakni berhenti untuk menghamburkan uang bonus untuk barang-barang yang tidak perlu. Jadi, aset apakah yang menarik untuk Anda miliki?


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Mau tahu lebih lanjut mengenai Modalku? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply