1

Belanja Online Lebih Boros? Kok Bisa?

Gaya hidup digital yang kini dijalani oleh masyarakat di era revolusi industri 4.0 semakin memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Ide dari revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada internet dan sistem komputasi awan untuk menyimpan data membuat penggunaan smartphone semakin meningkat. Saat ini, segala aspek kehidupan sudah tidak bisa dipisahkan dari smartphone dan internet. Termasuk untuk melakukan aktivitas belanja.

Jika dulu belanja harus datang ke toko, kini dengan gaya hidup digital, semua bisa dilakukan secara online. Tapi ternyata hal tersebut tidak selamanya baik, ada juga sisi negatif seperti contohnya pola hidup konsumtif saat belanja online. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya berikut ini!

Barang yang Dilihat atau “Disentuh” di Layar Lebih Menarik

Teknologi digital tidak hanya memudahkan, tetapi terkadang juga menipu. Tak jarang teknologi digital seperti smartphone malah mendorong seseorang untuk berperilaku konsumtif. Salah satunya adalah saat belanja online. Hal ini disebabkan oleh adanya sentuhan saat Anda men-scroll layar smartphone untuk melihat-lihat barang secara online. Sentuhan tersebut mengakibatkan Anda merasa memiliki ikatan emosional dengan barang tersebut sehingga terpicu untuk membelinya.

Sentuhan yang Anda lakukan terhadap barang, meskipun melalui layar smartphone, sama seperti sentuhan yang Anda buat ketika membeli barang secara langsung di toko. Akan timbul ikatan emosional secara positif yang menyebabkan Anda berpikir bagaimana rasanya memiliki barang tersebut. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Natasha Sharma, psikoterapis dari University of Toronto. Bahkan, kekuatan emosional tersebut dapat menguat karena Anda bisa setiap saat melihat barang tersebut melalui smartphone.

Sifat “Effortless” pada Ekosistem Online Mendorong Pola Impulsif dalam Berbelanja

Berbagai kemudahan yang ditawarkan saat berbelanja secara online juga bisa membuat Anda terlena sehingga tanpa sadar sudah melakukan pemborosan yang cukup besar. Contoh dari sifat effortless ini adalah sistem pembayaran belanja online yang ditawarkan oleh berbagai macam e-commerce. Anda tak perlu pergi ke luar rumah untuk melakukan transfer pembayaran. Biasanya, sebuah situs e-commerce meminta Anda sebagai konsumen untuk memasukkan data alamat email dan informasi tentang kartu kredit yang akan digunakan untuk pembayaran. Ini juga termasuk dalam gaya hidup digital yang dijalani oleh generasi masa kini.

Berkat adanya hal ini, tentu Anda tak perlu melihat dahulu berapa uang yang sebenarnya dimiliki dan berpikir apakah cukup untuk membeli barang baru. Dengan kecanggihan teknologi digital, setelah Anda memilih barang yang akan dibeli, Anda tinggal bayar dan selesailah transaksi. Sifat effortless seperti ini akan mendorong Anda untuk terus impulsif dalam berbelanja. Keadaan akan semakin buruk jika cara mengelola keuangan Anda berantakan. Jeratan masalah keuangan akan menanti Anda.

Lihat juga: Terjerat Masalah Keuangan? Mungkin Anda Kena FoMO

Waspada Jebakan Belanja Online

Gaya hidup digital sepertinya benar-benar membuat masyarakat yang hidup di zaman ini tak terlalu memedulikan cara mengatur keuangan dengan baik sehingga mudah melakukan pemborosan dengan belanja online melalui smartphone. Beberapa hal yang menyangkut tentang teknologi digital yang sebenarnya jebakan antara lain adalah mengunduh aplikasi belanja online, asal klik suatu situs tanpa melakukan perbandingan.

Beberapa jebakan belanja online di atas bisa memengaruhi Anda melakukan transaksi lebih banyak. Adanya aplikasi belanja online memungkinkan Anda untuk melihat-lihat barang sesering mungkin. Dengan begitu, lama kelamaan Anda tertarik untuk membeli tanpa melakukan perbandingan harga terlebih dahulu.

Daripada melakukan pembelian barang secara online terus-menerus, ada baiknya Anda mulai belajar untuk tahu cara mengelola keuangan sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan alternatif investasi melalui online platform peer-to-peer lending seperti Modalku.

Tidak hanya berpeluang mendapatkan return yang menguntungkan, Anda juga berkesempatan untuk mendukung UMKM Indonesia dalam mengembangkan bisnisnya. Di Modalku, uang yang Anda pinjamkan akan diberikan kepada para pelaku UMKM tanah air.

Lihat juga: “Siapa Bilang Mengelola Keuangan Pribadi itu Sulit?”


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Comments 1

  1. Pingback: 4 Tips Hemat Saat Belanja Online - Modalku

Leave a Reply