Peran Pemuda di Era Revolusi Industri 4.0

Apa yang terlintas di benak Anda mendengar kata “pemuda”? Harapan, masa depan, bonus demografi, angkatan kerja, generasi milenial, hingga media sosial? Semua kata tersebut memang make sense jika dikaitkan dengan pemuda. Orang yang berusia muda memang masih punya banyak waktu untuk mewujudkan harapan dan masa depan yang diinginkan. Mereka juga generasi milenial yang sangat meramaikan jagat dunia maya via media sosial dan aplikasi.

Peristiwa sumpah pemuda menjadi bukti nyata pentingnya peran pemuda. Peran tersebut berlanjut hingga saat ini, era revolusi industri 4.0. Banyak pihak yang membidik generasi milenial sebagai konsumen, pemilih (saat pemilu), hingga perannya dalam dunia bisnis dan industri. Memangnya, apa saja peran-peran tersebut?

Pemuda dan Generasi Milenial

Lantas siapakah pemuda itu? Berapa rentang usianya? Pada era digital ini, pemuda identik dengan generasi milenial. Jadi, pada artikel ini kita bisa pakai definisi generasi milenial untuk menyebut pemuda. Menurut sosiolog Karl Mannheim, generasi milenial adalah orang yang lahir dari tahun 1980-an sampai 1997.

Generasi muda atau milenial merupakan generasi yang tergila-gila dengan perangkat digital. Kesehariannya tidak pernah lepas dari smartphone dan perangkat gadget lainnya. Dunia digital menjadi habitat alami mereka. Lantas, bisakah kegandrungan bisa dijadikan peluang?

Dari, Oleh, & Untuk Generasi Milenial

Dunia bisnis selalu menjadi andalan dalam kemajuan sebuah negara. Bisnis yang maju dan berkembang akan mendorong perekonomian. Oleh karena itu, peran pengusaha sangat penting. Pemuda yang jadi, ingin, atau sudah menjadi pengusaha perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak.

“Angin segar” bernama revolusi industri 4.0 pun datang. Revolusi industri 4.0 merupakan sebuah transformasi yang mengintegrasikan dunia online dan produksi di industri. Alhasil, internet pun menjadi faktor utama yang berperan penting dalam proses produksi. Tentu ini jadi sinyal positif bagi pemuda. Mereka jadi punya “lahan” baru untuk mengaktualisasikan kegandrungannya dalam dunia digital. Bukan tidak mungkin, jika bisnis yang berkaitan dengan dunia digital makin menjamur dan tentu didominasi oleh pemuda.

Lihat juga:Tak Cuma Jualan, 5 Hal Ini Juga Tergolong Bisnis Online, Tertarik?”

Generasi muda milenial memang memiliki jiwa wirausaha yang cukup tinggi. Meskipun ada yang memilih bekerja sebagai karyawan, mereka akan memilih perusahaan yang mau memberikan mereka kepercayaan untuk mengambil keputusan penting. Perusahaan startup sering jadi incaran para milenial ini. Tidak mengherankan jika akhir-akhir ini banyak bermunculan pelaku bisnis kreatif yang usianya rata-rata masih 20 sampai 35 tahun.

Tidak sedikit generasi melenial yang memilih bekerja sebagai karyawan di perusahaan startup, misalnya Modalku. Sebagai perusahaan penyedia platform pinjam meminjam peer-to-peer (P2P) lending, Modalku punya visi memajukan ekonomi Indonesia dengan menyalurkan pinjaman modal usaha pada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Anak-anak muda tersebut bekerja keras agar dana dari pemberi pinjaman dapat tersalurkan kepada peminjam yang benar-benar membutuhkan.

Selain menyukai wirausaha, generasi milenial juga memprioritaskan tanggung jawab sosial. Membantu sesama yang membutuhkan dana merupakan bentuk empati paling nyata. Melalui alternatif investasi berplatform digital, keinginan tersebut dapat terpenuhi. Platform pinjam meminjam peer-to- peer (P2P) lending merupakan wadah ideal bagi mereka yang ingin membantu pengusaha UMKM yang membutuhkan modal usaha. Banyak dari pengusaha UMKM tersebut merupakan generasi milenial yang menggeluti bisnis dan industri kreatifnya.

Selain alternatif investasi peer-to-peer lending, instrumen investasi lainnya juga bisa memberikan dampak sosial. Misalnya, Surat Utang Negara dan instrumen pasar modal. Dengan membeli Surat Utang Negara (SUN), kita telah membantu negara, Mengapa? Pemerintah mengeluarkan SUN tentunya bukan tanpa alasan. Seluruh dana yang didapat dari transaksi SUN akan dialokasikan untuk kepentingan keuangan negara, seperti membiayai pendidikan, membangun  infrastruktur hingga menutup defisit APBN (Anggaran Pendapatan & Belanja Negara).

Lihat juga: “Mengapa Negara Perlu Berutang?”

Selain SUN, kita juga bisa membeli instrumen pasar modal. Dengan berinvestasi di pasar modal, kita telah membantu pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. Pada dasarnya, perusahaan yang mengeluarkan instrumen seperti saham akan terbantu permodalannya karena Anda membeli sahamnya. Makin banyak orang yang beli saham, makin banyak permodalan yang didapat. Tak hanya itu, Anda pun bisa mendapatkan bagian laba dari keuntungan perusahaan.

Semua peran, mulai dari pebisnis, karyawan, pemberi pinjaman di peer-to-peer lending hingga investor pasar modal merupakan wujud nyata sinergi dari seluruh unsur generasi milenial dalam memajukan ekonomi nasional. From millennial, by millennial, dan for millennial akan menjadi formulasi sempurna dalam menggerakkan roda perekonomian nasional.

Berbisnis, Berinvestasi, atau Berpartisipasi, Pilih yang Mana?  

Sebagai pemuda tentu Anda harus ambil bagian dalam perekonomian nasional. Tak cukup hanya mencukupi kebutuhan diri sendiri tapi juga memberikan dampak sosial. Anda bisa pilih peran, apakah Anda ingin berbisnis, berinvestasi atau berpartisipasi? Semua terserah Anda.

Jika Anda punya jiwa entrepreneur yang tinggi, tentu berbisnis dan berinvestasi jadi pilihan menarik. Namun, jika Anda ingin bekerja untuk perusahaan atau untuk membantu orang, Anda bisa berpartisipasi sebagai karyawan, freelancer, tenaga profesional dan lainnya. Bahkan, di era digital saat ini, mungkin ada peran tidak masuk dalam kategori-kategori tersebut, yakni content creator. Mereka adalah pebisnis (jasa influencer), investor (konten adalah digital asset) dan juga “karyawan” yang mengerjakan konten untuk sebuah brand.


Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply