4 Sikap yang Harus Dimiliki Seorang Karyawan Startup

Munculnya revolusi industri 4.0 mengakibatkan jenis usaha baru bermunculan, terlebih yang bergerak di bidang teknologi. Ini karena era industri baru menuntut adanya otomatisasi dan mengedepankan informasi. Startup atau perusahaan rintisan pun dianggap sebagai sebuah usaha yang menjanjikan.

Di Indonesia, startup terus bertumbuh dan sudah punya pasar tersendiri. Meski demikian, masalah dalam bisnis startup ini tetap ada. Umumnya justru berasal dari sumber daya manusianya (SDM) sendiri. Misalnya kebingungan karena menghadapi perubahan yang cepat, hingga kesulitan dalam mengatur keuangan. Jika Anda sedang berada dalam bisnis startup dan tidak ingin terjebak dalam permasalahan tersebut, berikut ini 4 sikap yang harus dimiliki karyawan startup.

Kemampuan Beradaptasi yang Tinggi

Perkembangan usaha di era revolusi industri 4.0 sangatlah cepat. Lajunya arus informasi serta teknologi membuat usaha harus terus menerus mengalami transformasi jika tidak ingin kalah saing, terlebih jika Anda memang bergerak dalam industri startup yang bisa dibilang sangat fleksibel terhadap perubahan.

Bisa jadi tiba-tiba perusahaan akan membuka service A yang selama ini tidak pernah ditawarkan demi mengejar pasar. Maka, tidak mengherankan jika startup selalu mensyaratkan kemampuan adaptasi tinggi saat merekrut karyawan. Beradaptasi bisa mulai dari pemikiran Anda sendiri. Cobalah untuk selalu memiliki pemikiran terbuka. Jangan pernah ragu pula untuk belajar dan mengejar ketertinggalan.

Kreatif dan Inovatif

Kunci untuk bisa sukses di era revolusi industri 4.0 adalah pemanfaatan teknologi dan informasi dengan maksimal. Apabila bisa memanfaatkan teknologi dan informasi, maka ide dan pemikiran baru tentu akan lebih mudah muncul. Demikian halnya saat menjadi karyawan startup. Anda harus selalu memiliki ide baru atau dengan kata lain harus selalu kreatif dan inovatif.

Cobalah untuk selalu aktif dalam setiap meeting atau setiap terbuka sesi untuk diskusi. Ungkapkan gagasan yang menurut Anda menarik dan bisa diterapkan pada perusahaan. Jika masih merasa ragu, Anda bisa berdiskusi dengan rekan kerja. Atmosfer seperti inilah yang akan memicu Anda untuk menjadi karyawan startup yang lebih kreatif dan inovatif.

Lihat juga: “Mengapa UKM Memerlukan Kreasi dan Inovasi untuk Memenangkan Persaingan?”

Memiliki Jiwa yang Kompetitif

Semakin hari, persaingan bisnis semakin ketat. Orang berlomba-lomba untuk menunjukkan kemampuan dirinya supaya tidak kalah saing dengan yang lain. Pun demikian dengan startup. Tingkat kompetisi startup bahkan bisa dibilang sangat tinggi karena pertumbuhannya sangat dinamis. Hal ini bisa terjadi karena pasarnya pun memang dinamis.

Untuk itu, ada baiknya Anda sebagai karyawan harus memiliki jiwa yang kompetitif. Kompetitif di sini bukan berarti menjegal rekan kerja. Namun, lebih ke arah memperkaya kualitas diri supaya bisa adjust lebih baik ke dalam kondisi industri saat ini. Dengan memiliki jiwa kompetitif seperti ini, dijamin Anda tidak akan kalah dalam persaingan bisnis yang kian sengit seperti sekarang.

Mampu Memahami Keinginan Pasar

Seperti yang terus disinggung dalam poin-poin sebelumnya, perkembangan usaha startup sangat dinamis. Ini karena target pasar startup pun sangat dinamis. Pasar A bisa jadi tidak terlalu diincar sekarang, namun belum tentu pasar tersebut tidak diincar keesokan harinya. Oleh karena itu, jika Anda ingin memiliki kontribusi positif terhadap perusahaan, pahamilah keinginan pasar.

Anda bisa mempelajari hal ini dari feedback yang diberikan oleh klien. Pelajari baik-baik dan temukan apa yang sebenarnya diinginkan pihak klien. Jika memungkinkan, Anda juga bisa membuat gambaran terkait keinginan pasar dari riset kecil-kecilan tersebut. Sebaiknya hal ini dilakukan dengan konsisten supaya perkembangan usaha bisa dilacak.

Lihat juga: “Yakin Mau Terjun ke Dunia Startup? 6 Sifat yang Wajib Dimiliki”


Menjadi karyawan startup rasanya merupakan profesi yang paling umum ditemui belakangan ini. Perkembangan usaha startup memang menjanjikan meski usianya belum lama. Jenis usaha yang satu ini juga memiliki situasi kerja yang berbeda dengan perusahaan lama. Supaya Anda bisa berkontribusi untuk perusahaan, empat sikap yang telah dipaparkan di atas bisa diterapkan. Selamat mencoba!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply