4 Tips Bertahan bagi Bisnis Online di Tengah Resesi

Menurut National Bureau of Economic Research (NBER), resesi adalah periode jatuhnya aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh sektor ekonomi dan berlangsung selama beberapa bulan. Namun, pada dasarnya, resesi terjadi ketika ekonomi menurun secara signifikan setidaknya selama enam bulan sehingga berdampak pada lima indikator utama ekonomi, yaitu pekerjaan, pendapatan, penjualan ritel, manufaktur, dan PDB riil.

Artinya, Anda yang saat ini menjalankan bisnis online pun bisa ikut terdampak resesi ekonomi. Memang kedengarannya cukup mengerikan, akan tetapi sebenarnya bisnis online dapat bertahan menghadapi kelesuan ekonomi tersebut. Di tengah era revolusi industri 4.0 seperti sekarang, segala sesuatunya mungkin terjadi, termasuk bertahan di tengah resesi.

Lihat juga: Kiat Menghadapi Resesi Bagi UMKM” dan “Mengapa Usaha Mikro Lebih Tahan Terhadap Resesi?”

Jaga Kelancaran Arus Kas

Sebagai salah satu indikator utama bisnis, laporan keuangan menyajikan data arus kas bisnis yang dapat membantu Anda untuk melacak dan menganalisis setiap uang yang masuk dan keluar. Itulah mengapa memeriksa arus kas bisnis begitu penting dilakukan. Dengan begini, Anda jadi mengerti jika misalnya terjadi pembengkakan biaya pada satu bagian bisnis, padahal biaya yang dikeluarkan tersebut tidak lagi memberikan kontribusi signifikan pada pengembangan bisnis online.

Apabila setelah diperiksa ternyata selama ini arus kas Anda cukup sehat, maka bisnis online Anda punya peluang yang bagus untuk bertahan di tengah resesi ekonomi. Pastikan saja uang tunai terus mengalir masuk demi kelancaran bisnis online. Dengan begitu, jumlah uang masuk pun bisa seimbang dengan uang keluar.

Pilih Barang Anda yang Paling Fast-moving

Mengingat kondisi ekonomi yang berbeda dari biasanya, strategi yang sebaiknya Anda jalankan untuk keberhasilan bisnis online pun juga sebaiknya ikut diubah. Demi bertahan di tengah resesi, Anda disarankan untuk mengutamakan menjual barang-barang yang paling fast-moving (FMCG). Biasanya merupakan barang yang sering dibeli konsumen seperti kosmetik, sabun, pasta gigi, dan lampu.

FMCG dapat membantu bisnis online selama resesi karena karakteristiknya yang cukup menguntungkan, yaitu mampu memberikan perputaran omzet yang cepat, tetapi dengan biaya relatif rendah. Apalagi sudah terbukti bahwa FMCG memiliki ketahanan yang cukup kuat terhadap resesi ekonomi. Mengingat pangsa pasarnya cukup kuat sehingga produk-produknya “tahan banting” selama krisis ekonomi terjadi.

Bila Perlu Ganti Platform e-Commerce yang Banyak Memberi Keuntungan

Selama ini, apa platform yang Anda gunakan untuk menjalankan bisnis online? Apabila jawabannya adalah media sosial seperti Instagram, mungkin ini saatnya mempertimbangkan untuk memanfaatkan platform e-Commerce. Namun di sini Anda jangan asal pilih, sebaiknya carilah e-Commerce yang memberikan banyak keuntungan kepada pelanggan, seperti diskon atau gratis ongkir.

Promo seperti ini akan membuat pelanggan tertarik untuk berbelanja, termasuk membeli produk-produk yang Anda tawarkan. Artinya, penjualan berpotensi meningkat, yang tentu berdampak baik pula terhadap laporan keuangan arus kas Anda. Seperti yang disebutkan di atas, arus kas sehat merupakan kunci untuk bertahan di tengah krisis ekonomi.

Jangan Segan Gunakan Pinjaman Melalui Platform e-Commerce

Jika kondisi bisnis mengharuskan Anda untuk mendapatkan pemasukan dari pinjaman uang, maka jangan segan untuk melakukannya selama itu memang diperlukan. Tidak perlu bingung mencari bank, saat ini sudah ada beberapa e-Commerce yang menawarkan layanan pinjaman.

Salah satunya adalah Tokopedia, yang bekerja sama dengan Modalku untuk meluncurkan Modal Toko. Melalui layanan ini, pemilik bisnis online bisa mendapatkan modal bisnis hingga Rp300 juta, dengan aplikasi dan persyaratan yang relatif mudah. Selain Modal Toko, Modalku juga bekerja sama dengan Zilingo untuk menyediakan solusi pendanaan kepada merchant online melalui proses digital yang simpel dan efisien.


Resesi ekonomi memang menjadi tantangan tersendiri bagi para pemilik bisnis online. Namun, selama menerapkan keempat tips di atas, bukan sesuatu yang mustahil bagi bisnis online untuk bertahan dan berkembang di tengah krisis ekonomi. Selamat mencoba dan semoga sukses!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply