Ingin Usaha Mikro Anda Sukses? Coba Bisnis Kreatif!

Sebagai tulang punggung perekonomian nasional, usaha mikro memegang peranan penting. Selain kontribusinya pada perekonomian nasional yang mencapai 60.34%, usaha mikro punya banyak keunggulan. Di antaranya: menjual produk yang selalu dibutuhkan, menyerap tenaga kerja, hingga tahan krisis. Ada banyak sektor dalam usaha mikro, salah satunya adalah bidang usaha kreatif.

Kini, usaha kreatif sedang naik daun. Tidak heran jika banyak orang yang tertarik untuk terjun ke bidang ini. Sebenarnya, apa keunggulan industri kreatif hingga menarik banyak peminat? Lantas, apa saja yang harus dilakukan jika ingin terjun di dalamnya? Simak penjelasan di bawah ini!

Pasar yang Masih Luas

Ekonomi kreatif menuntut para pemainnya untuk selalu menemukan sesuatu yang baru. Kreativitas menjadi modal utama bagi pebisnis bidang ini. Mengapa? Dengan kreativitas, produk yang ditawarkan menjadi punya nilai lebih dan keunikan tersendiri.

Keripik Maicih menjadi contoh nyata keberhasilan bisnis kreatif. Maicih berhasil memanfaatkan luasnya pasar keripik pedas. Keunikan berupa rasa pedas berlevel merupakan sebuah kreasi yang menarik. Belum ada yang punya konsep itu sebelumnya.

Saat skala bisnis Maicih masih mikro, pemasarannya dilakukan secara terbatas. Meski demikian, cara pemasaran keripik Maicih sangat inovatif, yakni dengan menggunakan media sosial. Lokasi jualan yang berpindah-pindah, pembeli harus terus memantau linimasa Twitter agar bisa menikmati Maicih. Nah, interaksi semacam memberikan kesan tersendiri bagi pembeli. Kreatif bukan?

Memang “pasar” keripik pedas sudah ada, bahkan sudah ramai. Tapi, belum ada yang punya konsep “pedas berlevel” sebelumnya, sehingga pasar keripik “pedas berlevel” masih sangat luas. Keripik Maicih telah berhasil memenuhi berbagai “level” pedas pembeli.

Pesaing Masih Minim

Selain pasar yang masih luas, pesaing di bisnis kreatif juga masih sedikit. Orang-orang masih cenderung bertahan dengan bisnis konvensional. Bagi usaha berskala mikro, persaingan dengan bisnis besar sangat berat. Namun, dengan kreasi dan inovasi, usaha mikro dapat memenangkan persaingan atau bahkan tidak perlu bersaing dengan bisnis yang sudah mapan.

Salah satu contohnya adalah Lawless Jakarta. Dari usaha mikro berupa toko aksesoris di sudut ibukota, kini Lawless Jakarta telah berkembang menjadi sebagai gerai “gaya hidup” bagi penggemar musik cadas dan otomotif. Bahkan, unit bisnis mereka kini bertambah dengan adanya Lawless Burger Bar, yaitu restoran burger dengan konsep rock dan metal.

Tidak seperti gerai burger franchise kenamaan, Lawless Burger Bar punya beberapa keunikan tersendiri. Pertama, Lawless Burger Bar menyetel musik beraliran metal dan rock. Kedua, dinding gerai juga dipenuhi poster iklan konser musik dengan genre serupa. Tidak hanya itu, nama-nama menu juga terinspirasi dengan karakter band metal dan rock. Misalnya Sabbath Burger, terinspirasi band Black Sabbath dari Inggris.

Bagi kebanyakan orang, penggabungan otomotif, musik, dan kuliner pasti terkesan aneh dan tidak nyambung. Namun, justru pola seperti inilah yang belum banyak dilirik oleh para pebisnis di Indonesia. Faktanya, banyak penggemar motor juga suka musik rock dan metal. Perluasan bisnis Lawless Jakarta pada bidang kuliner pun tidak meninggalkan konsep awalnya, yakni musik cadas. Keunikan ini justru menarik konsumen baru yang bukan penggemar otomotif maupun musik rock dan metal. Selain itu, Lawless Burger juga tak perlu bersaing dengan brand burger waralaba, karena konsep mereka cukup inovatif.

Dukungan Pemerintah

Selain pasar yang masih luas dan minimnya pesaing, ekonomi kreatif juga mendapat dukungan pemerintah. Melalui Badan Ekonomi Kreatif atau Bekraf, pemerintah berkomitmen mempercepat perkembangan ekonomi kreatif di tanah air. Hal ini terwujud dalam berbagai kegiatan-kegiatan Bekraf yakni bantuan dana, penguatan ekosistem industri, hingga seminar dan pelatihan.

Pada tahun 2019, Bekraf memberikan bantuan modal usaha kepada pebisnis kreatif dengan total Rp 5 miliar. Dengan bantuan ini, pebisnis kreatif dapat meningkatkan kapasitas usaha dan produksinya. Tidak hanya modal usaha, Bekraf juga memberikan pelatihan pengelolaan keuangan dalam Seri Kelas Keuangan (SKK) untuk para pebisnis kreatif. Dengan kelas ini diharapkan pelaku usaha kreatif dapat melakukan perencanaan bisnis dan perencanaan keuangan dengan lebih baik.

Tidak hanya itu, Bekraf juga memfasilitasi pendaftaran HKI (Hak Kekayaan Intelektual) untuk para desainer. Pendaftaran ini penting karena desainer sering menemui kendala saat ada tawaran untuk memproduksi massal karyanya. Mereka terhambat karena desainnya belum didaftarkan. Dengan fasilitas ini, industri desain dapat lebih cepat dan mudah berkembang.

Raih Peluangnya, Mulai Sekarang Juga

Pasar yang luas, minimnya pesaing, hingga dukungan dari pemerintah pada industri kreatif adalah sinyal positif bagi Anda untuk terjun di dalamnya. Berbeda dengan bisnis pada umumnya, bisnis kreatif menuntut Anda untuk selalu menemukan ide-ide baru, baik untuk menentukan produk baru, cara pemasaran baru, hingga model bisnis yang baru. Lantas, bagaimana cara memulai bisnis kreatif?

Temukan Passion Anda

Sebagai bisnis yang memerlukan kreativitas, Anda perlu menemukan passion terlebih dahulu. Passion adalah semacam emosi yang menggerakkan manusia tanpa adanya paksaan. Bisa dibilang passion adalah sesuatu yang kita cintai sehingga melakukannya pun tidak akan pernah membuat bosan.

Mantan CEO Apple Inc., Steve Jobs, berkata “The only way to do great work is to love what you do.” Artinya, seseorang bisa bekerja dengan baik asalkan pekerjaannya adalah sesuatu yang ia cintai. Begitulah passion bekerja. Selama Anda memiliki passion dalam pekerjaan yang ditekuni, maka hasil pekerjaan pun akan maksimal.

Lihat juga: “Mengapa Passion Diperlukan Saat Bekerja di Startup”

Manfaatkan Komunitas

Sebagai sebuah bisnis kreatif yang berskala mikro, warung kopi tergolong dekat dengan komunitas. Kedekatan ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan dan menarik pelanggan. Salah satu contohnya adalah Warung Kopi Udin Wati. Warung kopi ini menjadi tempat berkumpul favorit para pecinta kopi. Dengan dukungan komunitas, Warung Kopi Udin Wati sering mengadakan kegiatan menyeduh kopi di luar gerai. Berbagai festival sudah didatangi mulai dari Bandung, Cimahi, hingga Jakarta. Bisa dibayangkan berapa calon pelanggan yang bisa digaet dengan kegiatan-kegiatan tersebut.

Komunitas tak hanya berperan sebagai konsumen, tapi juga mitra bisnis yang menguntungkan Anda. Komunitas kopi yang diwadahi Warung Kopi Udin Wati adalah contoh betapa pentingnya peran mereka. Selain penjualan, komunitas juga dapat mempermudah networking. Dengan networking yang makin luas, pengembangan bisnis akan lebih mudah. Pebisnis akan menemukan mitra, calon pelanggan, dan supplier untuk produk baru.

Lihat juga: “5 Tempat Networking yang Efektif”

Jangan Lelah Belajar Hal Baru

Dunia bisnis bergerak dengan sangat dinamis. Pergerakannya begitu cepat, sehingga menuntut Anda untuk selalu belajar hal-hal baru. Untungnya, di era digital seperti sekarang, kesempatan untuk belajar sangat besar dan mudah dilakukan. Anda tidak perlu menunggu hingga semua ilmu tentang bisnis Anda kuasai, karena Anda bisa learning by doing. Bisnis impian dapat dimulai sambil dipelajari, sehingga Anda bisa belajar dengan langsung melakukannya.

Di era digital, akses terhadap informasi juga tidak terbatas. Informasi apapun yang Anda butuhkan tentang bisnis, mulai dari cara memulai bisnis, cara meningkatkan keuntungan/profit, hingga cara mengembangkan usaha bisa Anda akses dengan mudah. Misalnya, Anda ingin meningkatkan penjualan baju di toko online. Untuk itu, Anda bisa memasang iklan di Facebook. Nah, agar target iklan dapat tercapai dengan baik, Anda harus belajar tentang penggunaan fitur-fitur Facebook Ads. Dengan menguasai cara kerja Facebook Ads, potensi produk Anda terjual akan semakin tinggi.


Itulah peluang-peluang yang terbuka melalui ekonomi kreatif. Industri kreatif memberikan ruang bagi usaha-usaha mikro. Berbagai keunggulan industri kreatif harus dimanfaatkan dengan baik. Sebagai pilar industri, kreativitas harus terus Anda pupuk agar mampu menghasilkan produk-produk inovatif yang dibutuhkan masyarakat. Selamat mencoba!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply