2

Mengapa Passion Diperlukan Saat Bekerja di Startup?

Sekarang ini perusahaan rintisan (startup) di Indonesia terus berkembang pesat, Menurut Mapping & Database Startup Indonesia 2018 dari Indonesia Digital Creative Industry Society dan BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif), jumlah startup di Indonesia sudah mencapai angka 992. Indonesia kini bahkan memiliki empat startup dengan status unicorn.

Namun, bekerja di startup tentu berbeda dengan bekerja di perusahaan yang sudah established. Karakter karyawan yang dibutuhkan startup cenderung lebih dinamis. Selain itu, karyawan startup juga dituntut untuk memiliki passion. Mengapa passion sangat diperlukan saat bekerja di sebuah perusahaan rintisan? Berikut penjelasannya.

Lihat juga: “Yakin Mau Terjun ke Dunia Startup? 6 Sifat yang Wajib Dimiliki”

Tentang Passion dalam Bekerja

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan passion? Mengapa kita membutuhkan passion saat bekerja? Passion adalah semacam emosi yang menggerakkan manusia tanpa adanya paksaan. Bisa dibilang passion adalah sesuatu yang kita cintai sehingga melakukannya pun tidak akan pernah membuat bosan.

Bagaimana pengaruh passion dalam pekerjaan? Mengutip ucapan mantan CEO Apple Inc., Steve Jobs, “The only way to do great work is to love what you do.” Seseorang bisa bekerja dengan baik asalkan pekerjaannya adalah sesuatu yang ia cintai. Begitulah passion bekerja. Selama Anda memiliki passion dalam pekerjaan yang ditekuni, maka hasil pekerjaan pun akan maksimal. 

Hal ini berlaku juga untuk perusahaan rintisan atau startup. Berikut ini beberapa alasan mengapa passion amat dibutuhkan startup.

Passion adalah “Bahan Bakar”

Perusahaan rintisan atau startup memerlukan “bahan bakar” berlimpah untuk terus melaju berkembang dengan pesat. Bisa dibilang, startup memiliki kondisi yang belum stabil. Satu hari mereka punya kemampuan untuk expand, namun di lain hari mereka justru punya risiko untuk merugi. Aset yang mereka miliki pun belum sebanyak perusahaan yang sudah established.

Nah, karyawan merupakan salah satu aset startup. Mereka berperan sebagai “mesin” supaya perusahaan bisa terus bergerak. Passion yang ada pada karyawan adalah “bahan bakar” untuk menggerakkan “mesin” tersebut. Semakin tinggi passion yang dimiliki karyawan terhadap pekerjaan yang dilakukan, maka kerja “mesin” pun akan semakin cepat.

Passion Meningkatkan Angka Keterlibatan Karyawan

Salah satu permasalahan dalam perusahaan adalah angka keterlibatan karyawan (employee engagement) yang rendah. Mereka memang bekerja, tapi apakah mereka benar-benar terlibat? Apakah mereka merasakan sense of belonging yang kuat? Padahal keterlibatan karyawan sangat dibutuhkan dalam perusahaan. Karyawan yang lebih sering terlibat dalam perusahaan tentu memiliki kontribusi lebih besar. Lalu, bagaimana agar angka keterlibatan karyawan meningkat?

Umumnya, karyawan yang memiliki passion tinggi pada pekerjaannya akan memiliki angka keterlibatan karyawan tinggi. Passion akan membuat mereka merasa lebih enjoy ketika mengerjakan tugasnya. Saat mereka merasa nyaman, maka kontribusinya pada perusahaan juga akan lebih besar.

Passion Memperkuat Komitmen dalam Mencapai Tujuan

Seperti yang sudah disinggung pada poin sebelumnya, pergerakan startup sangat dinamis hingga cenderung susah diprediksi. Hal ini bisa diubah menjadi lebih stabil asalkan karyawan memiliki passion. Dengan adanya passion, maka karyawan akan memiliki komitmen dalam mencapai tujuannya selama bekerja di startup.

Komitmen nantinya akan mendorong karyawan untuk lebih bertanggung jawab kepada pekerjaan atau tugas yang diberikan. Saat seseorang merasa memiliki tanggung jawab, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin supaya pekerjaan tersebut bisa selesai dan memenuhi target. Jika setiap karyawan memiliki hal ini, maka bisa dipastikan laju startup pun akan menjadi lebih stabil.


Passion akan menggerakkan karyawan untuk bekerja lebih optimal. Untuk itu, startup memerlukan passion dalam dinamika kerjanya. Lalu, bagaimana supaya karyawan startup bisa memiliki passion dan makin produktif saat bekerja? Anda bisa membaca tipsnya di sini.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Comments 2

  1. Pingback: 4 Cara Sukses Usia Muda di Era Teknologi Digital - Modalku

  2. Pingback: Dunia Startup Mungkin Berisiko, tapi Ini 6 Alasan Milenial Memilihnya untuk Berkarir - Modalku

Leave a Reply