6 Tips dan Cara Memulai Usaha Dari Nol

cara memulai usaha dari nol

Memulai bisnis adalah satu hal dan mempertahankan bisnis tersebut adalah hal lain. Tidak semua orang bisa mempertahankan bisnis yang sudah mereka mulai. Banyak yang berhenti di tengah jalan, banyak juga yang merasa bahwa bisnis adalah hal sulit untuk dilakukan. Apakah ini yang Anda rasakan? Jika ya, artikel ini tepat untuk Anda baca. Kami akan menjelaskan tips dan cara memulai usaha dari nol, yang akan membuat Anda bisa mempertahankan bisnis dalam waktu yang lama. 

Tips dan Cara Memulai Usaha Dari Nol

Ragu akan kemampuan diri Anda dalam membangun bisnis? Anda tidak perlu merasa demikian karena ada banyak pengusaha sukses yang memulai bisnis mereka dari nol. Ada banyak pengusaha yang bahkan perlu bekerja sangat keras untuk mempertahankan bisnis mereka. Kalau begitu langsung saja perhatikan beberapa tips dan cara untuk memulai usaha dari nol di bawah ini. 

1. Menentukan Produk yang Dijual

Langkah paling pertama tentu saja menentukan produk yang ingin Anda jual. Saat ini memang banyak produk yang bisa dijual. Sebagai awal, Anda bisa melihat tren dari media sosial dan marketplace atau bahkan data yang dikumpulkan oleh berbagai lembaga untuk mengetahui beberapa hal ini: 

  • Apa yang sedang populer.
  • Masalah apa yang dihadapi oleh masyarakat,
  • Ada celah apa saja yang terbentuk di masyarakat.
  • Produk apa yang demand atau permintaannya sedang meningkat.

Anda juga bisa memilih bisnis berdasarkan kegemaran atau apa yang bisa diproduksi sendiri. Misalnya Anda tertarik pada kuliner, khususnya baking, maka kuliner bisa jadi pertimbangan. Jika Anda tertarik dengan produk skin care, maka produk kecantikan bisa dipilih. Berangkat dari sini, mulailah mencari tahu lebih banyak mengenai bisnis produk yang Anda pilih. Cari tahu kelebihan dan kekurangannya, supaya Anda bisa menguasai bisnis ini dengan baik. 

Baca Juga: 4 Alasan Bisnis Anda Butuh Pinjaman Modal Usaha Tanpa Jaminan

2. Menentukan Target Konsumen

Poin kedua sebenarnya satu paket dengan produk penjualan Anda. Target pasar bisa ditentukan dari produk. Biasanya karakteristik setiap konsumen berbeda tergantung demografis, pekerjaan, lingkungan dan pendidikan. Setiap konsumen memiliki preferensinya masing-masing terhadap suatu produk. Oleh karena itu penting untuk melihat konsumen seperti apa yang akan membeli produk Anda. Buat profil mengenai target konsumen, supaya Anda mudah dalam menentukan tujuan pemasaran yang nantinya akan dilakukan. 

3. Merencanakan Strategi Pemasaran

Dari produk dan konsumen yang sudah Anda tentukan, kini media yang digunakan dalam pemasaran menjadi jelas. Misalnya Anda menargetkan konsumen usia remaja hingga dewasa muda. Dari sini Anda bisa menemukan jawaban dari beberapa pertanyaan ini: 

  • Konten apa yang paling menarik perhatian target konsumen?
  • Media atau aplikasi apa yang banyak digunakan?
  • Berapa lama mereka menghabiskan waktu dalam sehari membuka media dan aplikasi tersebut?
  • Pada jam berapa saja mereka aktif memainkan media dan aplikasi tersebut?
  • Dari mana mereka melakukan pembelian? Apakah dari media sosial, website atau marketplace?

Selanjutnya buatlah jadwal pemasaran Anda sendiri pada kalender, seperti jenis konten apa yang diunggah, pada jam berapa diunggah, desain seperti apa, dan diunggah pada media apa.

4. Melakukan Perhitungan Menyeluruh

Jangan lupa untuk melakukan perhitungan dana yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis ini. Misalnya seperti biaya bahan pembuatan, biaya packaging, biaya pengiriman, biaya iklan untuk pemasaran, dan biaya lainnya. Tidak perlu akurat, yang penting perhitungan ini bisa memberikan gambaran mengenai modal yang dibutuhkan. 

Berbicara mengenai perhitungan, Anda juga perlu menentukan sistem pencatatan keuangan seperti apa yang akan digunakan. Menentukan ini pada awal bisnis akan membantu Anda mencatat semua aktivitas transaksi dengan rapi. 

Baca Juga: Kredit Modal Kerja untuk Suntik Perkembangan Bisnis Anda

5. Mempelajari dan Menganalisis Bisnis Kompetitor

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai bisnis yang Anda pilih, mempelajari bagaimana kompetitor melakukannya adalah salah satu strategi yang tidak boleh terlewat. Anda bisa mempelajari berbagai banyak hal sukses yang telah dilakukan oleh kompetitor. Misalnya seperti beberapa hal di bawah ini:

  • Strategi pemasaran.
  • Desain dan isi konten yang digunakan.
  • Kelebihan dan kekurangan kompetitor.
  • Bagaimana mereka memberikan pelayanan kepada konsumen.
  • Apa saja media yang kompetitor gunakan. 
  • Seberapa aktif kompetitor dalam media-media yang mereka gunakan.

Baca Juga: Mari Mengenal UMKM dan Beragam Manfaat yang Dibawanya

6. Tidak Mudah Menyerah dan Mau Terus Belajar Hal Baru

Hasil dari bisnis yang baru saja dibangun tidak akan terlihat dalam seminggu atau sebulan. Memang benar bahwa ada yang berhasil mendapatkan hasil dalam waktu yang cepat. Namun jika ini tidak terjadi pada Anda, bukan berarti semua bisnis gagal. Semua hal membutuhkan waktu, termasuk bisnis Anda. Teruslah melakukan apa yang Anda telah lakukan, seperti membuat dan mengunggah konten. 

Pada saat sepi pembeli, Anda bisa menggunakan waktu untuk belajar strategi dan teknik yang baru supaya bisnis bisa semakin berkembang. Anda bisa mempelajari tren yang sedang berjalan atau memperkirakan arah tren yang akan datang supaya bisa melakukan persiapan dengan matang. Selain itu bisa juga memikirkan ide produk berikutnya yang akan dijual. Jangan pernah berhenti belajar hal baru, agar bisnis bisa berkembang dengan pesat. 

Demikian beberapa tips dan cara memulai usaha dari nol yang bisa kami bagikan. Untuk membangun bisnis memang tidak sederhana seperti kelihatannya, namun bukan berarti Anda tidak bisa melakukannya. Bagi Anda para pelaku UMKM yang membutuhkan dana untuk mengembangkan bisnis, Modalku menyediakan layanan pinjaman online tanpa agunan yang aman. Jadi Anda tidak perlu ragu melakukan pinjaman di Modalku!

Tinggalkan Balasan