6 Cara Mengatur Keuangan untuk Generasi Sandwich

Jangan lupa menyiapkan dana darurat sebagai cara mengatur keuangan generasi sandwich.

Bagaimana, ya, cara mengatur keuangan generasi sandwich? Dilansir dari BBC Worklife, generasi sandwich merupakan istilah yang digunakan untuk menyebut orang-orang yang “terhimpit” di antara dua generasi. Disebut “terhimpit” karena harus menyokong hidupnya sendiri sekaligus orang tua mereka.

Kondisi tersebut bisa semakin kompleks jika mereka sudah membangun keluarga sendiri. Otomatis, beban yang harus ditanggung pun semakin banyak. Menyokong hidup keluarga sendiri ditambah hidup orang tua jelas bukan perkara mudah. Perlu rencana keuangan yang baik agar semua kebutuhan dapat terpenuhi. Untuk membantu Anda, berikut ulasan mengenai cara mengatur keuangan bagi generasi sandwich.

Hitung jumlah aset dan utang yang dimiliki

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghitung jumlah aset dan utang yang dimiliki. Perencanaan keuangan Anda tidak akan akurat tanpa mengetahui harta yang ada di tangan dan kewajiban yang harus dibayarkan.

Mula-mula, catat semua aset yang Anda miliki, begitu juga aset milik orang tua. Kelompokkan dalam beberapa kategori. Cara paling mudah adalah dengan mengelompokkan aset sesuai jenisnya, yaitu aset lancar (gaji, investasi jangka pendek) dan aset tetap (tanah, rumah). 

Selain menghitung aset, jangan lupa juga untuk menghitung utang yang harus dibayarkan. Dengan mengetahui jumlah utang, Anda bisa tahu jumlah harta yang dimiliki sebenarnya. Cara ini juga akan membantu Anda menyusun pos-pos pengeluaran lebih mudah.

Baca juga: “Memutus Rantai Generasi Sandwich”

Siapkan pos pengeluaran khusus untuk orang tua

Jika sudah, buatlah pos-pos pengeluaran. Dalam pos-pos tersebut, selain menghitung pos untuk kebutuhan pribadi, jangan lupa pula menyediakan pos pengeluaran khusus untuk orang tua.

Bagaimana cara mengetahui besaran pos pengeluaran khusus untuk orang tua? Diskusikanlah dengan orang tua Anda. Jika Anda sudah berkeluarga, jangan lupa ajak pasangan dalam diskusi tersebut. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa berat sebelah. Ada baiknya pos pengeluaran ini dibuat rutin tiap bulannya. Dengan begitu, estimasi pengeluaran Anda setiap bulan bisa lebih akurat.

Tingkatkan porsi dana darurat

Berikutnya, jangan lupa menyiapkan dana darurat sebagai cara mengatur keuangan generasi sandwich. Besaran dana darurat yang harus disiapkan oleh generasi sandwich jelas lebih besar jumlahnya, mengingat lebih banyak orang yang harus ditanggung dan dipenuhi kebutuhannya.

Misalnya, Anda harus menyiapkan biaya kontrol dan berobat orang tua. Jika masih ada saudara yang masih sekolah, Anda juga harus menyiapkan biaya-biaya tambahan yang kadang tidak menentu jumlahnya. Oleh karenanya, porsi dana darurat harus ditingkatkan. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu bisa ditekan agar jumlah dana darurat mencukupi semua kebutuhan tak terduga.

Baca juga tentang Dana Darurat Penting untuk Situasi Genting, Ini 5 Langkah Mencapainya!

Usahakan memiliki asuransi jiwa dan kesehatan

Selain dana darurat, ada baiknya juga jika Anda memiliki asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. Asuransi merupakan salah satu upaya untuk meminimalisir risiko-risiko yang mungkin muncul di masa depan, seperti orang tua jatuh sakit.

Meski ada kalanya asuransi tidak bisa meng-cover seluruh biaya yang harus Anda keluarkan, setidaknya beban pengeluaran Anda dapat berkurang. Terlebih saat ini sudah ada banyak asuransi kesehatan dengan premi yang terjangkau. Salah satu contohnya adalah asuransi BPJS Kesehatan milik pemerintah. 

Menabung dana pensiun untuk diri sendiri

Generasi sandwich jelas bukan suatu hal yang layak diwariskan kepada anak cucu Anda. Bagaimana pun juga, fenomena tersebut akan menyulitkan finansial seseorang. Untuk itu, sebisa mungkin putuskan rantai generasi sandwich. Usahakan pusaran tersebut berhenti di Anda.

Cara mengatur keuangan sekaligus langkah paling efektif untuk memutus rantai generasi sandwich adalah dengan menyiapkan dana pensiun sebaik mungkin. Dengan menyiapkan dana pensiun yang cukup, Anda tidak perlu bergantung pada anak keturunan saat nanti waktu pensiun tiba. Jadi, meski usia sudah tidak lagi produktif, Anda masih memiliki dana sendiri untuk menyokong kebutuhan pribadi.

Tambah terus jumlah tabungan seiring meningkatnya pemasukan

Menjadi generasi sandwich menuntut Anda untuk selalu waspada, terutama untuk hal-hal yang berhubungan dengan keuangan. Saat pemasukan meningkat, bukan berarti Anda lantas mengabaikan perencanaan keuangan. Justru sebaliknya, Anda harus lebih disiplin saat pemasukan naik. 

Pemasukan naik tidak sama dengan pengeluaran naik. Alih-alih pengeluaran, justru tabunganlah yang harus naik jumlahnya saat pemasukan meningkat. Dengan begitu, Anda bisa  lebih leluasa dalam menyiapkan dana darurat dan dana pensiun. 

Menjadi bagian dari generasi sandwich memang tidak mudah. Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk menyiasatinya. Semoga tips mengenai cara mengatur keuangan untuk generasi sandwich ini dapat membantu Anda. Good luck!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Leave a Reply