Investasi Emas vs Investasi Deposito, Mana yang Lebih Baik?

Investasi emas dalam bentuk batangan maupun perhiasan emas sedari dulu menjadi aset kekayaan yang diperjualbelikan demi mendatangkan keuntungan. Konotasi emas untuk generasi tua pun sudah semakin tergerus, nyatanya banyak anak muda yang tertarik untuk memperdagangkan emas. Selain emas, deposito juga menarik. Tapi, mana yang lebih cocok untuk Anda? Mari cari tahu lebih lanjut.

Apa Tujuan Investasi Anda? Apakah Investasi Emas adalah Jalan Anda? 

Sebelum buru-buru berinvestasi, tanyakan ke diri sendiri dulu apa tujuan dari investasi Anda? Beberapa orang ingin berinvestasi untuk mempersiapkan dana pensiun, ada juga yang ingin sekadar menabung demi tujuang jangka pendek seperti liburan atau beli gadget baru. Jika sudah menemukan tujuan yang jelas, sekarang waktunya menentukan rentang waktu kapan tujuan tersebut ingin direalisasikan. 

Untuk dana pensiun, maka sudah jelas bahwa ini termasuk tujuan jangka panjang yang biasanya berkisar 10-20 tahun ke atas. Karenanya, uang yang Anda tanamkan di instrumen investasi memiliki waktu untuk bertumbuh, sehingga ketika waktunya tiba untuk mencairkan investasi tersebut, Anda bisa mendapatkan keuntungan. Inilah mengapa investasi emas direkomendasikan bagi yang punya tujuan investasi di atas 1 tahun. 

Dana pensiun? Instrumen emas juga sangat cocok untuk menyiapkannya. 

Bagaimana dengan investasi jangka pendek yang di bawah 1 tahun? Sekarang, investasi deposito bisa diambil dalam jangka waktu yang singkat, mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan. Oleh sebab itu, Anda bisa mengatur sendiri kapan akan mencairkan investasi tersebut, dan tentu saja tidak perlu takut dengan adanya risiko. 

Karakteristik Investasi Emas

Mari kita kenali karakteristik dari investasi emas ini. Tidak seperti jenis investasi lainnya, keuntungan yang bisa diambil dari investasi emas berasal dari selisih harga jual-beli, bukan dari dividen maupun bunga. Contohnya harga emas di tahun 2001 yang hanya berkisar USD300/ons, naik menjadi USD1.500 di tahun 2011. Kenaikan 500% dalam 10 tahun. 

Banyak investor memilih emas sebagai instrumen investasi karena nilainya yang tidak pernah hilang. Di masa krisis ekonomi, harga emas cenderung stabil dan meningkat. Walaupun memang tetap ada risiko harga emas turun, tetapi tidak akan sedrastis penurunan harga saham. Sehingga, emas sering dipilih untuk menjaga nilai aset dari inflasi. Keunikannya, emas bisa diperdagangkan di luar Indonesia juga karena nilainya yang bisa diterima secara universal. 

Tahukah Anda? Emas sangat Ampuh dalam Menghadapi Resesi Lho!

Karakteristik Investasi Deposito

Investasi deposito pun beragam jenisnya, yakni deposito berjangka, deposito sertifikat, dan deposito on call. Namun pada dasarnya, investasi deposito merupakan pilihan investasi yang konservatif, alias tidak ada risikonya sama sekali. Jangan dulu tergiur karena Anda juga harus tahu bahwa imbal hasil yang didapatkan pun sangat rendah. 

Perbedaan paling mendasar antara deposito dengan tabungan biasa adalah besaran bunga dan likuiditasnya. Pertama, deposito menawarkan bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa, Ambang bunga diatur oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan ditentukan oleh bank tempat Anda membuka tabungan. Per Agustus 2021, bunga yang ditetapkan untuk deposito adalah 4% p.a., di mana bunga untuk tabungan biasa hanya berkisar antara 0,5%-2% p.a.

Kedua, Anda bisa menentukan sendiri kapan uang akan ditanam dalam bentuk deposito. Pilihannya ada yang 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, sampai 12 bulan. Semakin lama, maka bunganya juga berpotensi lebih bagus. Tidak seperti investasi emas yang mana Anda harus rajin mengecek pergerakan harga emas, deposito memberikan return yang pasti. 

Diversifikasi dengan Memiliki Keduanya

Pilihan terbaiknya adalah mendiversifikasi portofolio investasi Anda untuk meminimalisir risiko. Boleh saja untuk memiliki investasi emas dan investasi deposito di waktu yang bersamaan. Emas akan menjadi sumber return yang lebih tinggi, sementara deposito menjadi dana likuid sewaktu-waktu ada kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi. Ingatlah bahwa investor yang pintar adalah investor yang tahu profil risikonya dan punya tujuan yang jelas!

Selain emas dan deposito, Anda juga patut mencoba mendanai pinjaman di Modalku. Kini, sudah ada Pinjaman Terproteksi yang dapat menjauhkan Anda dari risiko gagal bayar. Dana makin aman, Anda pun makin cuan! Klik di sini untuk pendanaan.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini. 

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply