Tak Cuma untuk Main, Internet Juga Bisa Jadi Sarana Belajar Online

Pada era revolusi industri 4.0 ini, hampir semua kebutuhan bisa dipenuhi dengan perangkat digital. Mulai dari makanan, transportasi, belanja, pakaian, hingga tempat tinggal, dapat “dipenuhi” via online. Tidak hanya itu, berbagai kebutuhan hiburan pun bisa dipenuhi dengan internet. Mulai dari mendengarkan musik, bermain game, menonton video, hingga menikmati streaming film.

Terkadang, banyak orang yang resah jika anak-anaknya terlalu lama bermain gadget. Ini wajar mengingat banyaknya konten hiburan di sana. Namun, tahukah Anda, bahwa ada platform education technology yang menyediakan layanan bimbel online? Tanpa perlu mendatangkan guru les privat, anak-anak bisa terbantu dan terhindar dari kesulitan belajar. Namun, apakah belajar online efektif?

Lihat juga: “Ragam Startup di Indonesia: Tak Melulu Berkecimpung di Bidang IT”

Belajar Online Lebih Efektif, Masa Sih?

Belajar online memang punya banyak kemudahan. Siswa tak harus hadir pada tempat dan waktu tertentu. Materi belajar baik berupa tulisan, kumpulan soal, maupun video bisa dinikmati kapan saja dan dimana saja. Pada bimbel konvensional, pasti ada saja materi pelajaran yang belum dipahami meski jam bimbel sudah usai. Alhasil, untuk memahaminya harus menunggu waktu bimbel berikutnya untuk bertanya pada tutor secara langsung atau teman.

Hal itu tidak akan ditemukan pada bimbel online. Siswa bisa mengulang materi yang disampaikan kapanpun saat dibutuhkan. Tidak hanya itu, biaya bimbel online juga murah dibanding bimblel tatap muda. Inilah alasan mengapa belajar online dinilai lebih efektif bahkan efisien.

Meski demikian, perlu dipahami bahwa tidak semua orang cocok dengan model belajar online. Tom Snyder, President of Ivy Tech Community College, mengatakan, siswa terlebih dahulu harus memastikan apakah opsi belajar online cocok bagi mereka. Sebab, tidak semua orang cocok dengan tipe belajar online. Efektif tidaknya belajar online tergantung pada individu. Ketahui terlebih dahulu, anak/siswa tergolong tipe belajar yang mana. Tipe belajar anak bisa dibedakan menjadi tiga, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Tipe visual, misalnya, bisa menyerap pelajaran lebih baik dengan melihat. Mereka lebih suka melihat atau membaca terlebih dulu sebelum belajar hal-hal baru.

Pada tipe belajar auditori, anak harus mendengarkan pelajaran untuk memahaminya. Adapun anak dengan tipe belajar kinestetik, tidak bisa hanya duduk tenang dan menunggu informasi disampaikan. Mereka tertarik mencari sendiri halhal yang ingin mereka tahu tanpa harus selalu membaca buku panduan.

Untuk pembelajar visual, tentu hanya dengan melihat gambar, skema, dan rumus di smartphone dan komputer saja sudah cukup. Hal yang sama terjadi pada tipe auditory, yang harus mendengarkan pelajaran dan memahaminya. Beda dengan tipe auditory dan kinestetik, ia harus bertatapan langsung dengan guru atau tutor bimbel.

Proses belajar tentu tidak berhenti saat Anda dewasa bukan? Masih ada skill baru yang harus dikuasai, ketrampilan yang terus di­­update hingga pengetahuan yang terus diperbaharui. Lantas, apakah orang dewasa yang sudah sudah bekerja juga bisa ikut “bimbel” online?

Tak Hanya untuk Anak Sekolah

Selain untuk anak sekolah, “bimbel” online juga tersedia untuk orang dewasa. Biasanya materi yang diajarkan tentang keahlian-keahlian tertentu seperti digital marketing, coding, dan creative writing. Materi-materi seperti ini cocok untuk para profesional yang ingin mengembangkan diri. Siapapun bisa mengikutinya termasuk Anda. “Bimbel” online profesional ini, tak hanya tersedia untuk mereka yang sudah settle dengan pekerjaannya , tapi juga bagi mereka ingin belajar ketrampilan baru.

Di era ekonomi digital seperti saat ini, perkembangan dunia bisnis dan teknologi semakin cepat. Saking cepatnya, Indonesia masih kekurangan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi (TI). Padahal, industri digital mutlak membutuhkannya. Berdasarkan data dari peta okupasi nasional di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK), kebutuhan SDM TI belum terpenuhi hampir di semua lini kategori.

Nah, di sinilah “bimbel” diperlukan. Kini, banyak “bimbel” atau course yang menawarkan pelatihan coding atau programming. Pelatihan serupa juga menyasar bidang ekonomi kreatif, seperti desain dan kepenulisan. Anda bisa memilih “bimbel” sesuai dengan minat dan kebutuhan. Baik sebagai pemula atau profesional, “bimbel-bimbel” ini akan membantu Anda meningkatkan ketrampilan dan keahlian di bidang Anda masing-masing.

Mampu Bertahan Berkat Keahlian

Dengan keahlian yang semakin bertambah, Anda akan lebih mudah mengikuti perkembangan teknologi. Pengetahuan Anda juga semakin up to date. Secara otomatis karir Anda akan makin melesat. Anda tidak perlu lagi khawatir kehilangan pekerjaan karena krisis ekonomi, karena keahlian anda selalu dibutuhkan.

Lihat juga: “Potensi Ekonomi Kreatif di Tengah Krisis Ekonomi”

Selain itu, dengan keahlian-keahlian tersebut Anda justru bisa membuka peluang bisnis baru. Misalnya, membuat perusahaan software house, jasa desain, hingga jasa menulis konten. Bukan tidak mungkin, jika karena keahlian tersebut, Anda berhasil mendirikan perusahaan startup yang kelak jadi unicorn. Dengan demikian,“bimbel” online telah berhasil menjadi pijakan dalam meraih kesuksesan Anda.


Internet berkembang begitu cepat. Dari awalnya hanya membantu meringankan hidup manusia, kini justru menjadi sandaran hidup banyak orang. Berapa banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari internet. Tak jarang, keberadaannya justru “menyihir” sehingga orang jadi ketagihan bermain-main di dalamnya. Waktu terbuang sia-sia untuk hal yang kurang berarti.

Padahal jika digunakan dengan tepat, dunia digital bisa menjadi pijakan untuk meraih sukses. Keberadaan bimbel online adalah buktinya. Siswa berhasil lebih mudah menghadapi ujian  dan para profesional lebih mudah menguasai berbagai keahlian baru. Dengan demikian, karir mereka bisa lebih cemerlang dan bisa bertahan menghadapi berbagai krisis ekonomi dan resesi. Peluang usaha pun semakin terbuka lebar berkat keahlian dan ketrampilan yang didapat dari “bimbel” online.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply