2

Milenial Mikirin Pensiun? Kenapa Tidak?

Generasi milenial sering dianggap membawa perubahan dalam budaya kerja, mulai dari perubahan pada sistem pencarian kerja hingga perencanaan pensiun. Jika dulu masa pensiun disiapkan secara matang, generasi milenial justru dinilai kurang memperhatikannya. Penyebabnya bisa bermacam-macam, namun kebanyakan didasari oleh gaya hidup. Pertanyaannya sekarang, apakah penting bagi generasi milenial untuk memikirkan persiapan pensiun?

Lihat juga: “Hindari 5 Sifat Ini Agar Anda Bisa Meraih Kebebasan Finansial”

Semakin Lama Ditunda, Beban Semakin Berat

Selain karena gaya hidup, alasan generasi milenial untuk tidak memikirkan masa pensiun juga didasari oleh rentang waktu. Di mata milenial, masa pensiun terlihat masih jauh sehingga mereka memilih untuk menunda-nunda perencanaan pensiun. Akhirnya mereka mengalokasikan pendapatannya untuk kebutuhan yang sebenarnya bisa ditekan.

Padahal, semakin lama ditunda, beban akan semakin berat. Saat Anda bertambah usia, tanpa disadari kebutuhan juga akan terus bertambah. Bandingkan saja kebutuhan Anda saat masih duduk di bangku kuliah dengan kebutuhan saat sudah bekerja, tentu saja akan berbeda. Belum lagi tingkat inflasi juga kemungkinan besar akan terus naik di masa mendatang. Untuk itu, segeralah memulai perencanaan masa pensiun.

Lebih lanjut: “Hadapi Dampak Inflasi dengan Investasi”

Mulai Pelajari Penyedia Jasa Pengelolaan Dana Pensiun

Anda mungkin merasa kesulitan untuk mempersiapkan dana pensiun secara mandiri. Namun, tidak perlu bingung. Sekarang ini sudah banyak penyedia jasa pengelolaan dana pensiun. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Indonesia sendiri sudah ada 25 Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang terdaftar resmi.

Biasanya ada beberapa program dana pensiun yang bisa dipilih, Anda tinggal menyesuaikan dengan kemampuan dan target pensiun. Jika sudah menemukan DPLK yang sesuai, jangan pernah ragu untuk mengumpulkan informasi tentang dana pensiun berikut pengelolaannya. Tidak perlu merasa minder karena hal tersebut menyangkut masa depan Anda nantinya.

Tentukan Tujuan, Mau Pensiun Seperti Apa?

Sebelum memilih DPLK, ada baiknya Anda menentukan target pensiun dengan jelas. Target di sini bisa menyesuaikan kebutuhan atau bahkan kemampuan finansial Anda di masa sekarang. Mengapa harus menentukan tujuan? Dengan adanya tujuan yang jelas, Anda akan lebih termotivasi untuk mengumpulkan dana pensiun dan tidak menunda-nundanya lagi.

Jika merasa sulit menentukan tujuan berupa besaran dana pensiun, Anda bisa memulai dengan target usia pensiun. Di Indonesia sendiri, usia yang lazim untuk pensiun adalah sekitar 55-60 tahun. Namun, tidak ada salahnya juga jika Anda memiliki target yang lebih awal untuk pensiun, tentunya pahami juga konsekuensinya. Dengan memilih pensiun dini, maka waktu persiapan pensiun juga akan semakin singkat.

Sempurnakan Perencanaan Pensiun dengan Investasi

Untuk melengkapi persiapan dana pensiun, Anda bisa melakukan investasi. Ada beberapa instrumen investasi yang cocok untuk dijadikan dana pensiun. Salah satunya adalah peer-to-peer (P2P) lending seperti Modalku, yang memanfaatkan online platform untuk mempertemukan calon pemberi pinjaman dengan calon peminjam. Calon peminjam berasal dari pemilik UMKM yang membutuhkan modal untuk mengembangkan bisnisnya. P2P lending memiliki risiko relatif rendah sehingga aman bahkan untuk investor pemula. Apalagi ada pilihan diversifikasi yang memungkinkan Anda untuk menekan risiko kerugian.

Jika masih merasa ragu, cukup investasikan dana dalam jumlah kecil saja. Seiring dengan berjalannya waktu, skill Anda untuk berinvestasi tentu akan semakin terasah. Saat Anda sudah merasa percaya diri dengan kemampuan berinvestasi, tingkatkan jumlah dana investasi. Cara ini lebih efisien dibandingkan saat Anda langsung mengalokasikan dana dalam jumlah besar.


Kebanyakan generasi milenial merasa belum perlu untuk memikirkan dana pensiun. Padahal, dana pensiun harus dipersiapkan sedini mungkin untuk mencapai usia senja yang aman dan nyaman. Semoga artikel ini bisa membantu Anda menyusun perencanaan dana pensiun dengan baik dan sesuai kebutuhan.

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, platform peer-to-peer (P2P) lending nomor 1 di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman. Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Comments 2

    1. Selamat sore, terima kasih atas ketertarikan Anda terhadap blog Modalku.

      Terkait dengan pertanyaan tersebut, menurut kami Andalah yang paling paham jawabannya.
      Kenali minat dan potensi, kemudian beranilah bermimpi. Kami harap, informasi-informasi di blog ini dapat membantu Anda untuk meraih mimpi.

Leave a Reply