Soft Selling: Semua yang Perlu Anda Tahu Tentang Soft Selling

soft selling adalah

Kemajuan teknologi dalam kehidupan membuat kita perlu beradaptasi dan beralih dari metode atau cara lama ke cara yang baru. Misalnya dulu penjualan dilakukan dengan memberikan tekanan kepada pelanggan agar mereka bisa cepat membeli suatu produk yang ditawarkan. Saat ini justru memberikan tekanan pada pelanggan tidak lagi efektif. Pelanggan lebih suka diberi penjelasan yang mengajak (persuasif) seperti teman dan inilah yang disebut soft selling. Sederhananya, soft selling adalah cara untuk memersuasi pelanggan untuk melakukan pembelian barang. Tertarik mempelajari hal ini lebih lanjut? Baca informasi di bawah ini hingga selesai, ya!

Mengenal Teknik Soft Selling

Teknik penjualan soft selling adalah teknik penjualan dengan menggunakan bahasa yang halus untuk memersuasi pelanggan supaya mereka mau membeli suatu produk. Teknik soft selling berfokus pada bagaimana pelanggan dapat merasakan manfaat dari produk tersebut. Biasanya, penjual akan memberikan fakta-fakta serta manfaat dari produk bagi pelanggan. 

Hal ini dilakukan supaya pelanggan tidak merasa diburu-buru atau dipaksa untuk membeli produk. Menggunakan teknik ini mungkin tidak akan membuat penjualan produk Anda meningkat cepat sejak pertama kali produk meluncur ke pasar. Namun seiring berjalannya waktu, penjualan akan semakin meningkat. 

Tujuan dari teknik penjualan ini adalah untuk memperkenalkan produk terlebih dulu, agar semakin banyak orang yang mengenal produk. Tidak hanya mengetahui nama produk tetapi juga fungsi dan kegunaan produk atau biasanya kita sebut dengan branding awareness

Perbedaan Teknik Soft Selling dan Hard Selling

Jadi Anda sudah mengenal apa itu teknik penjualan atau teknik marketing soft selling. Pada awal artikel ini, kami telah menyebutkan bahwa dulu ada teknik lain yang digunakan untuk mempercepat penjualan dengan menekan pelanggan. Teknik ini disebut dengan hard selling. Mungkin Anda masih belum mengerti perbedaan keduanya, oleh karena itu di bawah ini kami akan menjelaskan dengan singkat perbedaan dari kedua teknik tersebut. 

1. Jangka Waktu Penjualan

Jangka waktu penjualan teknik hard selling sangat pendek, karena pendekatan yang dilakukan adalah direct atau secara langsung. Pelanggan atau konsumen akan diminta melakukan transaksi pada saat itu juga. Dampak yang dihasilkan dari teknik ini sempit, maksudnya hanya akan berpengaruh pada penjualan saja, tetapi tidak efektif dalam menjangkau pasar yang baru. 

Sebaliknya, soft selling membutuhkan waktu penjualan yang panjang dan dampak yang dihasilkan juga cukup luas. Tidak hanya penjualan yang akan meningkat tetapi kredibilitas, kepercayaan dan jangkauan pasar juga semakin meningkat. 

Baca Juga: Pentingnya Punya Penghasilan Tambahan Sekarang

2. Ketertarikan Konsumen

Terdapat suatu penelitian yang menyebutkan bahwa konsumen lebih menyukai teknik penjualan soft selling daripada hard selling. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa penggunaan teknik soft selling membuat 95% orang memutuskan membeli produk tersebut. 

Teknik soft selling akan membuat konsumen bertahan pada produk mereka, karena image baik yang dilihat oleh konsumen. Berbeda dengan hard selling di mana ketertarikan konsumen pada produk sangat minim dan belum tentu membuat konsumen kembali melakukan pembelian. 

Baca Juga: 6 Ide Konten TikTok untuk Promosi Bisnis Online

Kelebihan Teknik Soft Selling yang Tidak Anda Tahu

Adapun beberapa kelebihan dari soft selling adalah sebagai berikut.

1. Membangun Kepercayaan Konsumen terhadap Produk dan Brand

Kepercayaan pelanggan terhadap produk dan brand Anda adalah elemen penting untuk membuat bisnis bertahan dalam jangka waktu yang lama. Ini akan menandakan bahwa bisnis Anda memiliki para pelanggan tetap yang merasa cocok dengan produk dan brand Anda. 

Para pelanggan bisa merasakan pengalaman baik dari proses pembelian mereka, seperti layanan, kualitas produk, dan masih banyak lagi. Apabila kepercayaan ini hilang, maka tinggal tunggu waktu bisnis Anda runtuh. Dengan teknik inilah kepercayaan pelanggan bisa dibangun. 

Baca Juga: 4 Strategi Pemasaran Produk yang Bisa Dipraktikkan

2. Membangun Reputasi Bisnis

Saat kepercayaan pelanggan terhadap produk dan brand meningkat, reputasi dari bisnis juga akan meningkat. Semua pengalaman baik yang dirasakan oleh konsumen akan memberikan penilaian yang positif terhadap bisnis Anda. 

Semua testimoni yang diberikan oleh pelanggan seperti komentar pada akun media sosial atau penilaian di marketplace, akan membuat konsumen lain tertarik membeli produk dari brand Anda. Bahkan tinggal tunggu waktu untuk brand dan produk Anda menjadi terkenal di masyarakat luas. 

Menggunakan teknik soft selling sebenarnya tidak susah. Anda juga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya. Anda hanya perlu konsisten membuat konten-konten bermanfaat dan menarik, agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan keberadaan produk dan brand. Umumnya, soft selling sangat berhubungan dengan media sosial, marketplace, dan website. Menggunakan media-media ini untuk penjualan Anda bisa sangat menguntungkan. 

Soft selling adalah satu dari sekian banyak teknik pemasaran yang digunakan untuk menarik perhatian pelanggan. Tentu saja teknik dan strategi lain perlu diimplementasikan secara bersamaan, agar Anda mendapatkan hasil yang maksimal. Jadi Anda masih perlu melakukan perencanaan dan perhitungan untuk membuat bisnis semakin berkembang. Salah satu yang juga dibutuhkan untuk membuat bisnis berkembang adalah uang. 

Apabila bisnis Anda tidak memiliki dana tambahan, pengembangan bisnis menjadi lambat. Ingin mengajukan pinjaman namun takut ditipu? Jangan khawatir! Modalku hadir untuk membantu Anda, khususnya para UMKM di Indonesia. Modalku adalah platform pinjaman online yang terjamin dan sudah terdaftar serta diawasi oleh OJK. Informasi selengkapnya mengenai Modalku bisa Anda cek di website sekarang juga!

Tinggalkan Balasan