6 Cara Mengelola Keuangan Bisnis Agar Pinjaman UMKM Cepat Lunas

Begitu Anda mendapatkan pencairan dana dari pinjaman UMKM yang sudah Anda ajukan, penting bagi Anda untuk mengelolanya dengan benar. Tujuannya adalah agar dana pinjaman tersebut teralokasikan dengan baik dan menjadi sumber dana yang produktif. Produktif di sini berarti pinjaman berhasil digunakan untuk menghasilkan keuntungan yang sudah ditargetkan.

Selain untuk mengoptimalkan modal agar bisa menjadi profit, masih ada tujuan lain dari pengajuan pinjaman UMKM, yakni mendapatkan dana selisih untuk melunasi pinjaman yang Anda pakai tersebut. Untuk mempermudah Anda mewujudkannya, berikut ada beberapa cara melunasi pinjaman online yang bisa Anda coba terapkan.

Buat Skala Prioritas Pinjaman

Cara yang pertama agar pinjaman UMKM cepat lunas adalah dengan membuat skala prioritas pinjaman. Ini sangat penting terutama jika Anda mengambil lebih dari satu pinjaman untuk keperluan bisnis Anda. Dalam skala prioritas ini, Anda perlu mencatat besaran pinjaman, termasuk jangka waktu pelunasan serta besaran cicilan setiap bulan yang perlu dibayar.

Skala prioritas akan membuat segala data keuangan jadi lebih jelas, Anda jadi tahu mana dana pinjaman yang harus segera dilunasi sebelum semakin memberatkan Anda. Skala prioritas ini juga perlu dibuat sembari melihat pertumbuhan keuangan bisnis Anda dan kemampuan membayar kembali pinjaman tersebut.

Lihat juga: “4 Cara Membuat Skala Prioritas Kebutuhan”

Bayar Pinjaman dari Nominal Terkecil

Berdasarkan skala prioritas yang sudah dibuat, Anda perlu menerapkan pembayaran atau pelunasan pinjaman UMKM ini dimulai dari nominal yang paling kecil. Kenapa demikian? Bukankah semakin besar cicilan akan lebih cepat lunas? Kenyataannya tidak selalu demikian. 

Cicilan yang terlalu besar bisa membuat beban bulanan yang besar pula. Jika terjadi kendala bisnis yang membutuhkan banyak uang, Anda malah akan terdorong untuk mengajukan pinjaman baru. Sebaliknya, saat cicilan dibayarkan dari nominal terkecil, bisnis masih bisa berjalan dengan “lega.” Hal yang paling penting adalah tetap konsisten dalam membayar cicilan pinjaman. Jika nanti kemampuan finansial bisnis Anda sudah semakin stabil dengan omzet yang lebih baik, bukan tidak mungkin Anda akan mengambil langkah berani. 

Jual Aset

Jika Anda memiliki aset yang cukup berharga namun tidak terlalu produktif, Anda bisa mempertimbangkan untuk menjual aset tersebut. Aset yang tidak produktif ini maksudnya adalah aset yang tidak menghasilkan passive income untuk Anda secara rutin. Jika Anda memiliki rumah atau apartemen yang disewakan, itu berarti Anda memiliki aset yang produktif.

Sementara aset seperti emas, kendaraan antik, atau sejenisnya bisa Anda jual untuk melunasi pinjaman UMKM secara segera. Ini jadi cara yang cepat juga untuk meringankan beban cicilan tersisa atau melunasi seluruh pinjaman Anda.

Lihat saja: “6 Jenis Pinjaman UMKM yang Cocok untuk Bisnis Anda”

Cari Pendapatan Tambahan

Cara melunasi pinjaman online untuk usaha kecil yang juga bisa dilakukan adalah dengan mencari sumber pendapatan tambahan. Melanjutkan opsi sebelumnya, jika Anda memiliki aset yang tidak produktif, alih-alih dijual, Anda juga punya opsi untuk menyewakannya. Misalnya, jika Anda memiliki beberapa kendaraan yang tidak terlalu sering digunakan, selalu ada opsi untuk menyewakan kendaraan tersebut agar bisa menghasilkan pendapatan tambahan. Selain itu, pendapatan tambahan juga bisa Anda dapatkan dengan mengambil pekerjaan sampingan yang bisa dikerjakan bersamaan dengan bisnis Anda.

Jangan Bayar dengan Utang, Bayar dengan Tabungan

Tabungan Anda bisa juga menjadi penyelamat untuk membayar pinjaman UMKM lebih cepat. Namun, ini juga tergantung dari tujuan Anda menabung. Jika tabungan tersebut memang Anda simpan sebagai dana darurat, maka tentunya tidak ada masalah untuk digunakan sebagai peringan cicilan bisnis Anda.

Namun, jika ternyata tabungan yang sudah Anda siapkan tersebut disimpan untuk tujuan lain, seperti menikah, beli rumah, dan seterusnya, jangan buru-buru dicairkan. Anda bisa mengambil sekitar 20%-30% dari tabungan Anda untuk melunasi pinjaman. Jika target konsumsi dengan tabungan tersebut masih jauh, maka tidak masalah untuk memakai hingga 50% dari tabungan tersebut.

Lihat juga: Dana darurat Penting untuk Situasi Genting! Ini 5 Cara Mencapainya!

Pastikan Anda Memilih Pinjaman UMKM yang Fleksibel 

Cara melunasi pinjaman UMKM dengan cepat juga berkaitan langsung dengan jenis pinjaman serta platform pinjaman yang Anda pilih. Jadi, memang penting sekali bagi Anda untuk memilih penyedia pinjaman yang memiliki program pinjaman yang fleksibel. Apalagi bagi pengusaha kecil seperti Anda. Hal ini akan berdampak pada proses pelunasan nanti.

Modalku bisa jadi platform pilihan Anda untuk mengambil pinjaman UMKM. Ada banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan, mulai dari akses pengajuan yang dapat dilakukan secara online, sistem aman, proses pinjaman yang berizin dan diawasi OJK, produk pinjaman tanpa agunan, serta tenor yang tidak memberatkan Anda dalam proses pelunasan. Ajukan pinjaman Anda sekarang di Modalku!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply