4 Cara Membuat Skala Prioritas Kebutuhan

Pengelolaan keuangan sejatinya wajib dilakukan semua orang tanpa terkecuali. Coba bayangkan jika pemasukan Anda tidak seimbang atau sesuai dengan peribahasa “besar pasak daripada tiang,” tentu akan menyulitkan hidup Anda dan keluarga. Bisa dikatakan, kesulitan keuangan adalah masalah yang sangat sering ditemui. Karena itu, skala prioritas kebutuhan sangat penting digunakan.

Jika bisa mengelola keuangan dengan baik, kondisi finansial yang sulit pun bisa dihindari. Untuk mengelola pengeluaran dan pemasukan yang tepat, gunakanlah skala prioritas kebutuhan.

Dengan menggunakan skala prioritas kebutuhan, Anda dapat membelanjakan uang dengan tepat sesuai dengan kemampuan finansial. Dengan kata lain, uang hanya dikeluarkan untuk kebutuhan yang memang harus direalisasikan. Berikut ini beberapa cara membuat skala prioritas kebutuhan agar kondisi finansial Anda bisa tetap sehat.

Catat Semua Kebutuhan yang Ada

Catatlah semua hal yang berkaitan dengan pengeluaran. Tulis jenis pengeluaran berdasarkan kebutuhan dan keinginan. Setelah itu, Anda tinggal menyortirnya dengan menentukan prioritas sesuai dengan waktu; apakah mendesak, tak terlalu mendesak, atau sama sekali tidak mendesak.

Anda juga bisa menggolongkan kebutuhan berdasarkan tiga jenis, yakni kebutuhan pokok, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Buatlah daftar kebutuhan secara rinci dan berkala dalam periode satu bulan dan satu tahun. Daftar kebutuhan ini tak bisa runtut dicatat hanya dalam sekali karena daftar kebutuhan tersebut bisa saja bertambah atau berkurang seiring berjalannya waktu.

Jika Anda sudah berkeluarga atau memiliki tanggungan lain, jangan lupa untuk membuat daftar kebutuhan keluarga yang menjadi tanggungan Anda. Libatkan mereka dalam penyusunan daftar skala prioritas kebutuhan agar tak ada yang terlewat.

Urutkan dari Kepentingan, Periode, dan Jumlahnya

Cara membuat skala prioritas kebutuhan paling mudah adalah membuat daftar dengan menempatkan kebutuhan pokok di bagian paling atas, lalu terus menurun hingga kebutuhan yang paling tidak mendesak. Setelah itu, Anda bisa membaginya lagi per kebutuhan primer, sekunder, dan tersier yang sudah disusun tadi. Lalu, dibagi lagi berdasarkan jumlah pengeluarannya dari yang paling kecil hingga paling besar.

Jika ada kebutuhan pokok yang cukup banyak, pastikan untuk membelanjakan kebutuhan yang nilainya paling kecil terlebih dahulu. Namun, ada beberapa pengeluaran pokok yang sifatnya besar dan tetap harus didahulukan, misalnya seperti cicilan rumah, asuransi kesehatan, dan biaya pendidikan. Dengan menggunakan skala prioritas kebutuhan ini, Anda bisa mengingat dengan mudah mana yang harus dipenuhi dulu agar pengeluaran bisa tetap terukur.

Utamakan Kebutuhan yang Menyangkut Banyak Orang

Setelah Anda membagi daftar kebutuhan berdasarkan urutan pokok dan keinginan, biasanya Anda akan menemukan kebutuhan yang sama pentingnya. Pertanyaannya, mana yang harus didahulukan? Memilih mana yang harus didahulukan bisa disiasati dengan mendahulukan kebutuhan yang menyangkut banyak orang, baru kemudian penuhi kebutuhan yang hanya menyangkut diri sendiri.

Contohnya, Anda bisa mendahulukan kebutuhan mencicil rumah terlebih dahulu karena ini menyangkut kebutuhan pokok sekeluarga. Jangan lupa untuk mengurutkannya sesuai dengan waktu pembayaran yang ditetapkan. Misalnya saja Anda menempatkan biaya cicilan rumah dan asuransi kesehatan di puncak skala prioritas kebutuhan karena harus selalu dibayar di awal bulan. Ketahui kapan uang harus dipakai dan untuk pengeluaran keperluan apa saja.

Lebih lanjut: 5 Cara Perencanaan Keuangan agar Kondisi Finansial Terus Stabil

Masukkan Juga Pos Tabungan

Agar kondisi finansial tetap sehat, sisihkan uang di awal bulan untuk tabungan. Sebaiknya, gunakan pos tabungan tersendiri yang disebar untuk ke berbagai instrumen, termasuk investasi seperti deposito, tabungan konvensional, dana pensiun, reksadana, dan sebagainya. Tabungan bisa dikatakan sebagai kebutuhan pokok karena terkadang Anda harus mengeluarkan dana darurat yang nilainya cukup besar.

Selain itu, jangan lupa untuk menyiapkan tabungan khusus hari tua. Tabungan hari tua harus tetap Anda penuhi meskipun dengan jumlah terbatas. Satu hal yang harus diketahui adalah tabungan ini sifatnya harus dianggarkan dalam skala prioritas kebutuhan, bukan disisihkan. Dengan tabungan, Anda bisa nyaman dan tenang melakukan pengeluaran tanpa khawatir dengan kondisi finansial di masa depan.

Anda mungkin tertarik: Pentingnya Menyiapkan Tabungan Dana Pensiun Sejak Dini

Apakah Anda sudah mulai membuat perencanaan keuangan sesuai dengan skala prioritas kebutuhan? Semoga artikel ini bisa membantumu dalam pengelolaan keuangan yang sehat. Jika bisnis Anda tersangkut kendala modal, maka jangan ragu untuk menggunakan Modalku yang bisa memberikan pinjaman dana tunai hingga Rp500 juta. Prosesnya 100% online, mudah, cepat, dan aman!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply