4 Tantangan dalam Bisnis Waralaba yang Patut Diwaspadai

Bisnis waralaba, atau disebut juga dengan bisnis franchise, adalah metode bisnis dengan menggunakan merek dagang yang telah ada. Artinya, produk dan berbagai sumber daya lainnya telah tersedia untuk Anda jual. Terdengar simple dan praktis, bukan? Itulah kenapa banyak orang tertarik menekuni bisnis tersebut.

Namun, setiap bentuk bisnis pasti memiliki tantangan tersendiri, termasuk bisnis franchise yang dikenal mudah. Justru karena dikenal mudah, banyak orang jadi cenderung luput akan tantangan tersebut. Memangnya, apa saja tantangan bisnis franchise yang kemungkinan muncul? Cek daftarnya di bawah ini agar Anda dapat mewaspadainya.

Sulit Memilih Brand yang Tepat

Saat sedang berada di jalan, Anda pasti menemui banyak jenis bisnis waralaba, mulai dari kedai kopi hingga stand makanan ringan. Banyaknya variasi brand bisnis franchise memang merupakan hal baik. Namun, di sisi lain, hal tersebut juga bisa mendatangkan kebingungan sendiri bagi Anda yang berniat menekuni bisnis waralaba milik brand tertentu. Inilah salah satu tantangan bisnis franchise yang umum dihadapi.

Jangan mudah terkecoh dengan nama besar suatu brand. Hal yang lebih penting dilakukan adalah mempelajari perusahaan pemilik franchise yang Anda incar. Sebagai calon pengelola waralaba atau orang yang membeli lisensi franchise (franchisee), Anda wajib memastikan bahwa perusahaan tersebut memiliki track record yang positif, baik dari segi reputasi, manajemen, legalitas, hingga hubungannya dengan para franchisee selama ini.

Kabar baiknya, proses tersebut dapat Anda lakukan dengan bantuan lembaga pendukung seperti Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) atau Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI).

Selain Franchise ada juga bisnis online sistem reseller lho! Cocok untuk Anda yang baru mulai. Bagaimana seluk beluknya? Cari tahu di sini!

Banyaknya Kompetitor

Mengingat ada banyak variasi brand bisnis franchise, tingkat kompetisi pun tinggi. Satu bidang bisnis waralaba saja pasti hadir dalam banyak brand. Salah satu contohnya adalah kedai es kopi susu yang beberapa tahun belakangan ini cukup menjamur di Indonesia. Lalu, sebagai franchisee, apa yang harus Anda lakukan untuk menghadapi tantangan bisnis franchise satu ini?

Kualitas produk dan layanan menjadi faktor utama yang perlu Anda perhatikan. Pastikan perusahaan franchise yang Anda pilih menggunakan produk berkualitas baik dan memberikan layanan optimal kepada konsumen. Anda dapat mengetahui hal ini saat mempelajari track record perusahaan franchise.

Jika Anda telah yakin dengan pilihan perusahaan franchise untuk dikelola, jangan lupa pikirkan soal pemasarannya. Walaupun misalnya perusahaan franchise pusat telah memiliki akun media sosial, tidak ada salahnya apabila Anda membuat akun media sosial sendiri untuk bisnis waralaba khusus cabang yang Anda kelola. Dengan begini, Anda dapat membuat konten promosi yang lebih spesifik dan tepat sasaran.

Lihat juga: Strategi Menyikapi Persaingan di Bisnis F & B”

Harus Mengikuti Arahan dari Franchisor

Perlu diingat kembali bahwa sebagai franchisee, Anda hanya membeli lisensi franchise dari pihak pemilik atau franchisor. Isi kontrak perjanjian antara franchisor dan franchisee memang berbeda-beda untuk setiap brand. Namun, umumnya franchisee diharuskan untuk mengikuti arahan franchisor. Artinya, Anda tidak memiliki wewenang dan kebebasan dalam “mengutak-atik” bisnis waralaba tersebut.

Jika seandainya di tengah jalan nanti pihak franchisor ingin mengubah model bisnis atau memiliki ide tertentu untuk mengembangkan bisnisnya, Anda sebagai franchisee pun harus mengikuti arahannya. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa mengutarakan pendapat. Justru di sinilah tantangan kembali muncul. Apabila Anda yakin bahwa ide Anda mampu membantu memajukan bisnis waralaba, maka Anda perlu memikirkan cara untuk meyakinkan pihak franchisor. 

Butuh Modal yang Besar

Kesiapan menjalankan bisnis waralaba juga perlu ditunjang dengan ketersediaan modal. Agar bisa membeli lisensi atau hak menjual produk waralaba, Anda wajib menyiapkan modal yang tidak sedikit. Memang, ini tergantung pada skala bisnis franchise yang hendak Anda beli. Semakin besar skala dan popularitas suatu franchise, biasanya modal yang dibutuhkan akan semakin banyak.

Memang banyak franchise yang membutuhkan modal besar, namun Anda tidak boleh pesimis. Masih ada bisnis yang franchise yang bermodal kecil. Simak lengkapnya di sini!


Sama seperti jenis bisnis lainnya, bisnis waralaba juga memiliki tantangan tersendiri. Dengan mempelajari berbagai tantangan bisnis franchise tersebut, diharapkan Anda dapat waspada dan mengambil langkah-langkah antisipasi untuk menghadapinya. Semoga bisnis franchise yang Anda kelola dapat memberikan untung maksimal!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply