Apa Saja Perbedaan Pasar Tradisional dan Pasar Modern di Mata Penjual?

Demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak orang Indonesia berbelanja di pasar. Nah, di Indonesia sendiri, secara umum ada dua jenis pasar yang tersedia, yaitu pasar tradisional dan pasar modern. Masing-masing jenis pasar ini tentunya menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda mengingat karakteristiknya pun tidak sama. Perbedaan pasar tradisional dan pasar modern memang jelas terlihat, tapi bagaimana dari sisi penjual?

Kondisi tersebut pun menyebabkan persaingan yang cukup tinggi di antara keduanya, walau sebetulnya masing-masing pasar memiliki kelompok peminat tersendiri. Memangnya, apa saja perbedaan pasar tradisional dan pasar modern? Simak penjelasannya di bawah ini! 

Produk yang Dijual

Umumnya, pasar tradisional menjual produk-produk berupa makanan (pangan) segar, bahkan relatif lebih segar daripada yang ditawarkan di pasar modern. Sebut saja sayur-sayuran, daging, hingga aneka ikan laut. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik pasar tradisional yang aktivitas keluar-masuk produknya cenderung lebih cepat karena selalu dibutuhkan masyarakat. Terlebih, pasar tradisional juga biasanya tidak memiliki kulkas, sehingga produk fresh yang dijual tidak bisa bertahan lama di suhu ruang.

Produk jualan di pasar modern pun sebetulnya mencakup kebutuhan pangan seperti yang ada di pasar tradisional. Hanya saja, produk seperti sayur-sayuran biasanya telah disimpan dalam waktu lama dan diberi tambahan air agar terlihat segar. Namun, jika dibandingkan dengan pasar tradisional, pasar modern memang cenderung lebih lengkap karena biasanya juga menyediakan kebutuhan sekunder dan tersier. Di pasar modern seperti hypermarket, Anda bahkan bisa menemukan furniture hingga gadget.

Lihat juga: “Baby Boomers, Pangsa Pasar yang Menarik Namun Sering Terlupakan”

Harga yang Ditawarkan

Perbedaan pasar tradisional dan pasar modern juga dapat Anda lihat dari harga produk yang ditawarkan. Karena produk yang dijual di pasar tradisional berasal langsung dari hasil produksi, harganya pun cenderung lebih murah daripada harga produk di pasar modern. Terlebih, pembeli juga masih bisa melakukan proses tawar-menawar dengan penjual di pasar tradisional untuk mendapatkan harga terbaik.

Hal tersebut tentu tidak dapat pembeli lakukan di pasar modern. Harga telah ditetapkan penjual dan tercetak pada tag setiap item produk. Pembeli wajib membayar sesuai dengan harga yang tertera. Peluang mendapatkan harga lebih murah di pasar modern biasanya melalui diskon atau potongan harga.

Proses Jual-Beli

Pihak yang berjualan di pasar tradisional langsung menawarkan produk dagangannya kepada pembeli. Menariknya, di satu pasar tradisional biasanya ada banyak penjual untuk satu produk yang sama. Jadi, jika seandainya penjual merasa bahwa produk di penjual A terlalu mahal atau kualitasnya kurang sesuai ekspektasi, ia bisa berpindah ke penjual lainnya. 

Sementara itu, di pasar modern, satu penjual atau pemilik pasar menjual berbagai merek dagang kepada pembeli. Dengan kata lain, pembeli hanya bisa memilih merek dagang yang disediakan penjual, bukan memilih produk dari penjual berbeda. Tentunya aktivitas tawar-menawar pun tidak bisa dilakukan di pasar modern.

Komunikasi dengan Pembeli

Komunikasi antara pembeli dan penjual juga termasuk salah satu perbedaan pasar tradisional dan pasar modern. Di pasar tradisional, penjual melayani pembeli sepenuhnya, bahkan mulai dari mengambil barang, menimbang produk, hingga pembayaran. Alhasil, penjual dapat berinteraksi langsung dengan penjual, termasuk tawar-menawar harga.

Hal tersebut tentu berbeda dari pasar modern yang menerapkan sistem self-service. Produk-produk diletakkan di berbagai rak sehingga pembeli mengambil sendiri produk yang hendak dibeli. Setelah selesai, pembeli bisa melakukan pembayaran dengan dibantu petugas yang dipekerjakan penjual atau pemilik pasar.

Modal yang Dibutuhkan Penjual

Perbedaan pasar tradisional dan pasar modern bukan hanya tentang pengalaman berbelanja, tetapi juga modal yang dibutuhkan untuk jualan di pasar tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, harga yang ditawarkan di pasar tradisional cenderung lebih murah daripada pasar modern. Itulah kenapa modal yang dibutuhkan penjual di pasar tradisional juga tidak terlalu banyak. Agar perputaran modal lancar, produk yang dijual pun biasanya seputar kebutuhan sehari-hari.

Di sisi lain, penjual di pasar modern biasanya relatif lebih berpengalaman dalam bidang bisnis. Modal yang dibutuhkan cenderung lebih besar. Terlebih, mereka umumnya lebih fokus pada keuntungan jangka panjang dengan penghitungan bersifat kuartal, semester, hingga tahunan.

Itulah berbagai perbedaan pasar tradisional dan pasar modern yang umumnya ada di Indonesia. Setiap jenis pasar memiliki karakteristik tersendiri sehingga menawarkan pengalaman berbelanja yang berbeda. Bagi Anda yang berjualan di pasar tradisional dan membutuhkan tambahan modal, Anda bisa mengandalkan Modalku. Klik di sini untuk informasi selengkapnya!

Leave a Reply