5 Ciri Lingkungan Kerja Toxic yang Menandakan Anda Perlu Segera Resign

Lingkungan kerja ternyata berdampak besar pada kondisi mental, fisik, dan produktivitas karyawan dalam bekerja. Oleh karenanya, selain memilih jenis pekerjaan yang tepat, Anda pun harus berusaha menghindari lingkungan kerja toxic (beracun). Ibaratnya, kalau pekerjaan yang dilakukan sudah sesuai passion namun lingkungannya tidak mendukung, maka produktivitas dan semangat bekerja pasti terganggu. Maka dari itu, kenali ciri-ciri tempat kerja toxic berikut ini!  

Beban Kerja yang Melampaui Job Description

Setiap jenis pekerjaan pasti memiliki job description dan batasan dalam tanggung jawab yang harus diselesaikan. Informasi ini biasanya dijelaskan di awal saat Anda melamar kerja. Namun, kalau saat bekerja job description jadi semakin tidak jelas, bahkan melebar dari yang seharusnya, hati-hati karena ini bisa berujung ke lingkungan kerja toxic. 

Psikoterapis Mayra Mendez, PhD, LMFT. mengatakan bahwa menyelesaikan pekerjaan yang sebenarnya di luar job description awal akan menyebabkan kecemasan tinggi dan perasaan depresi. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut bisa mengurangi semangat kerja, bahkan rasa lelah yang tak berujung. Pada akhirnya, hal ini pun berujung pada tingkat turnover perusahaan yang tinggi. 

Lihat juga: 4 Sikap yang Harus Dimiliki Karyawan Startup”

Dituntut Lembur Setiap Hari

Normalnya, jam kerja kantoran adalah 8 pagi-5 sore, atau 9 pagi-6 petang. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pembagian kerja shift dan jadwal waktu kerja yang kurang dari 8 jam sehari, atau bahkan di saat weekend. Kalau waktu kerja yang diberlakukan sudah tergolong terlalu memberatkan, maka itu sudah termasuk dalam lingkungan kerja yang tidak sehat. 

Bekerja terus menerus selama satu pekan penuh, dari Senin sampai Minggu selama lebih dari 8 jam sehari akan memicu stress tingkat tinggi. Orang-orang yang bekerja dengan sistem seperti ini berisiko mengalami depresi karena tidak punya waktu untuk libur, beristirahat sejenak, dan menikmati waktu santai. Jika setiap hari Anda disuruh lembur tanpa henti, lebih baik bersiap resign dan mencari kantor baru. 

Muncul Perasaan Tegang saat Memikirkan Pekerjaan

Tegang saat memulai jenis pekerjaan baru atau harus presentasi project kantor memang sangat wajar. Namun, jika perasaan tegang dan cemas ini menghantui Anda hampir setiap hari, maka bisa jadi itu efek dari lingkungan kerja toxic. Tempat kerja yang terlalu menekan karyawan dengan berbagai macam pekerjaan dan aturan berbelit akan meningkatkan kecemasan pada karyawan.

Ada beberapa hal yang menyebabkan karyawan selalu merasa cemas hampir setiap hari, bahkan saat baru bangun di pagi hari. Hal tersebut di antaranya adalah tidak adanya pujian yang diberikan pada karyawan, terlalu sering dikritik atau dicela, atasan yang pilih kasih, hingga adanya pelecehan di tempat kerja. 

Sikap Atasan dan Rekan Kerja yang Menyerang Reputasi

Lingkungan kerja toxic terkadang tidak ditunjukkan dalam bentuk langsung yang mengarah ke pekerjaan atau tanggung jawab di kantor. Tetapi, lingkungan tak sehat ini bisa menyerang reputasi Anda di antara rekan kerja yang lain, atau bahkan sampai di telinga atasan. Anda tidak akan sadar bahwa ada atasan atau rekan kerja toxic yang menyerang reputasi Anda, sampai Anda merasa insecure dalam hal pekerjaan. 

Contohnya, lingkungan kerja membicarakan hal buruk di belakang Anda, bergosip tentang diri Anda, memperlakukan Anda dengan buruk, atau melakukan diskriminasi. Tak jarang juga mereka mengolok Anda dengan menirukan cara Anda berjalan dan berbicara. Hal-hal yang menyerang psikis seperti ini baiknya segera dihindari agar mental Anda tak terganggu. 

Lihat juga: “Sumber Cuan dari Hobi Melalui Bisnis Podcast”

Aturan Rumit yang Berbelit dan Tidak Jelas

Pernahkah Anda dihadapkan pada situasi meminta tanda tangan atasan butuh waktu hingga berhari-hari, padahal ada rekan kerja yang bisa mendapatkan tanda tangan tersebut hanya dalam waktu beberapa menit? Apakah Anda merasa bahwa birokrasi dan peraturan kantor jadi semakin tidak jelas?

Kalau memang begitu, mungkin memang benar Anda terjebak di lingkungan kerja toxic. Aturan rumit yang berbelit dan tidak jelas dapat memicu stress dan kecemasan pada karyawan. Ini karena seolah-olah mereka dihadapkan pada hal yang tidak pasti, sehingga harus menunggu dan terus bertanya-tanya. Padahal, tak jarang juga mereka diburu-buru untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu. 

Memang benar di dunia ini tidak ada jenis pekerjaan yang mudah, apalagi kalau melibatkan banyak orang. Akan tetapi, jika Anda sudah merasai lingkungan kerja toxic, segeralah resign dan cari kantor lain. Anda juga dapat mencoba berbisnis sendiri. Dengan perkembangan teknologi saat ini, memulai bisnis baru jauh lebih gampang, lho! Salah satu caranya adalah dengan mulai bisnis online.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply