Beberapa orang mungkin sudah menyadari pentingnya toko kelontong di tengah-tengah pemukiman warga. Namun, bagi Anda yang masih menyangsikan keuntungan dari potensi bisnis yang satu ini, pahami bahwa omzet warung kelontong itu bisa ditingkatkan seiring berjalannya waktu. Apa Anda ingin menikmati keuntungan tersebut? Coba kesepuluh cara ini untuk meningkatkan omzet bisnis warung kelontong Anda!
1. Riset kebutuhan pelanggan di sekitar Anda
Cara pertama yang mesti Anda lakukan sebelum membuka bisnis kelontong adalah dengan meriset kebutuhan pelanggan di sekitar lokasi toko Anda. Memang, ini bisa memakan waktu yang cukup lama, apalagi kalau jangkauan Anda luas dan mencakup banyak produk sekaligus. Namun, step ini bisa mengurangi kerugian Anda akan barang-barang yang kurang laku.
2. Fokus pada keunikan bisnis Anda
Bisa dibilang, bisnis toko kelontong itu sudah banyak kompetitornya. Maka dari itu, penting untuk menyuguhkan keunggulan atau keunikan dari toko Anda. Jika Anda pernah melihat toko kelontong terdekat menjual barang-barang dengan target market menengah ke bawah, Anda bisa memberi pilihan lain dengan menjual produk yang kualitasnya cocok untuk konsumen menengah ke atas. Anda juga bisa berkreasi dengan desain toko yang colorful atau penataan yang menambah kenyamanan pengunjung.
3. Pasang harga sesuai kisaran pasar
Contoh pada poin sebelumnya mungkin menyebutkan bahwa toko kelontong terdekat memiliki target pasar yang berbeda. Namun, bagaimana bila Anda memiliki konsumen yang serupa? Dalam kasus ini, Anda bisa memasang harga yang sesuai dengan kisaran pasar. Jika ingin warung kelontong lebih ramai, Anda bisa menawarkan harga yang lebih murah. Akan tetapi, pastikan Anda tahu konsekuensinya, yakni keuntungannya lebih sedikit.
4. Berikan pelayanan terbaik
Salah satu hal yang memengaruhi sedikit banyaknya omzet toko kelontong adalah pelayanannya terhadap pelanggan. Pastikan Anda memberikan pelayanan terbaik saat pembeli datang ke tempat Anda, terutama bila bentuk warungnya belum self-service. Sambutlah pelanggan dengan ramah dan tanyakan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Dengan begitu, mereka akan merasa dilayani, sebagaimana kata pepatah, “Pembeli adalah raja”.
5. Jalin hubungan dengan agen dan supplier berkualitas
Cara berikutnya adalah dengan mencari agen dan supplier yang berkualitas. Bayangkan, pembeli mana yang mau barang murah, tapi kualitasnya buruk? Meski harganya affordable, usahakan untuk tetap mencari kualitas terbaik di kelasnya. Proses pencarian ini mungkin akan memakan waktu lama. Jadi, Anda tidak boleh cepat menyerah karena ini juga berhubungan dengan jumlah omzet yang akan peroleh nantinya.
6. Lakukan promosi dengan menarik
Memiliki produk yang berkualitas dengan harga terjangkau itu tidak akan dilirik pelanggan apabila Anda tidak mempromosikannya semaksimal mungkin. Tanpa promosi, pembeli mungkin tidak tahu kalau toko kelontong Anda menjual produk-produk yang bermutu. Untuk itu, lakukan usaha marketing yang menarik, misalnya dengan memberikan diskon khusus pada tanggal-tanggal tertentu atau dengan kartu member yang menawarkan keuntungan tambahan bagi pembeli.
7. Tawarkan layanan antar barang
Cara berikutnya yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan omzet toko kelontong adalah dengan menawarkan layanan antar barang ke lokasi. Tentu saja, pelayanan yang semacam ini akan membutuhkan lebih banyak tenaga, tapi Anda juga akan memperoleh pemasukan tambahan dari pengantaran barang ke lokasi pelanggan.
8. Perhatikan penataan warung kelontong
Nah, sesuai dengan penjelasan pada poin keunikan bisnis, Anda perlu memperhatikan penataan warung kelontong jika ingin memperoleh omzet yang sesuai. Dengan modal yang Anda miliki sekarang, model warung kelontong seperti apa yang ingin ditampilkan, apakah self-service atau dilayani penuh oleh penjual. Lalu, tata barang jualan sesuai dengan kategorinya. Penataan yang rapi ternyata dapat memengaruhi sisi psikologi pelanggan untuk lebih sering berbelanja di tempat Anda.
9. Buat sistem retur yang jelas dan menguntungkan kedua pihak
Salah satu cara menaikkan omzet toko kelontong adalah dengan berinovasi, misalnya membuat sistem retur yang menguntungkan kedua belah pihak. Anda boleh saja memfasilitasi pelanggan untuk menukar barang yang dibeli, tapi pastikan bahwa barang tersebut masih dalam keadaan baru atau belum digunakan, sehingga tidak merugikan Anda selaku penjual.
10. Maksimalkan stok barang yang populer
Saat menjalankan bisnis, utamakan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Apabila cireng mentah sedang populer di lingkungan sekitar warung kelontong Anda, sediakan produk yang satu ini sebanyak-banyaknya di toko. Dengan begitu, warga yang penasaran atau mengikuti tren ini bisa langsung menuju ke toko kelontong Anda.
Dari sepuluh cara meningkatkan omzet warung kelontong tersebut, mana yang sudah Anda terapkan saat ini? Jika dalam usaha menaikkan omzet penjualan membutuhkan modal lebih, andalkan kredit usaha dari Modalku. Bersama Modalku, Anda bisa mendapatkan tambahan dana tanpa syarat yang rumit dan dalam waktu singkat. Simak syarat dan ketentuan lengkapnya di sini!

