Apa yang Membedakan Startup dengan Bisnis Kecil?

Hingga saat ini, masih banyak yang keliru mengira startup sebagai bisnis kecil, dan begitu pula sebaliknya. Ada yang memahami bahwa pada dasarnya keduanya sama saja, hanya saja startup berbasis teknologi. Tetapi, kenyataannya tidak demikian. Perusahaan startup bisa saja tidak berbasis teknologi, dan bisa saja bisnis kecil berbasis teknologi.

Kekeliruan tersebut mungkin disebabkan oleh fakta startup di Indonesia. Di Indonesia, startup yang paling banyak dikenal luas adalah startup yang bergerak di sektor teknologi, atau paling tidak berjalan beriringan dengan sektor ini. Mereka punya sentuhan digital yang kental dalam produk serta terobosannya.

Secara definisi dan praktisnya, startup benar-benar berbeda dengan bisnis kecil. Salah satu pembeda yang paling utama dari startup adalah spirit” yang dimiliki dalam visi misi perusahaannya. Melalui visi misi tersebut, Anda dapat lebih mudah memahami bahwa startup adalah perusahaan yang disruptif dan visioner, serta sedikit lebih “berambisi” ketimbang bisnis kecil. Ingin tahu lebih lanjut? Yuk, simak ulasannya!

Pertumbuhan perusahan lebih cepat

Sebenarnya, startup adalah perusahaan yang sengaja dirancang untuk melakukan ekspansi pertumbuhan yang jauh lebih cepat daripada bisnis-bisnis kecil yang cenderung bergerak lambat. Berarti, startup memiliki ide terobosan yang cukup besar nilainya untuk dijual ke pasar sebagai produk inovatif dan unggul.

Berbeda dengan bisnis kecil yang beroperasi dengan berfokus pada keuntungan, yang jadi fokus perusahaan startup adalah pertumbuhan yang cepat. Perbedaan ini juga sekaligus menjawab pertanyaan banyak orang tentang mengapa kebanyakan startup, termasuk startup Indonesia, berbasis teknologi. Elemen teknologi dan digital ini adalah katalis untuk mempercepat pertumbuhan ide dan terobosan baru.

Anda akan lebaran sendirian di tahun ini? Simak tips-tips ini agar lebaran Anda tetap bermakna!

Atas tujuan untuk pertumbuhan yang pesat, perusahaan startup terus berusaha untuk menjamin aksesibilitas dan fleksibilitas dari terobosannya. Maka dari itu, jika dilihat lebih dalam, sebenarnya produk utama beberapa startup bukan teknologinya, tetapi jenis layanan yang ditawarkan, yang kemudian didukung oleh teknologi.

Sistem investasi besar

Untuk mencapai target pertumbuhan, startup pasti membutuhkan modal yang relatif cukup besar. Terlebih jika perusahaan ingin melakukan lonjakan progress yang benar-benar berarti. Tidak heran, beberapa startup Indonesia akhirnya mencari investor raksasa untuk menyokong jalannya terobosan-terobosan mereka.

Sistem investasi dengan jumlah besar tidak ditemukan pada bisnis kecil. Bisnis-bisnis kecil ini justru dijalankan dengan sistem modal yang tidak terlampau besar. Bahkan, ada yang beroperasi dengan modal swadaya atau modal mandiri. Pasalnya, tujuan utama bisnis kecil bukanlah untuk segera menjadi pemain besar di pasar, namun untuk meraih keuntungan.

Startup selalu punya exit strategy

Saat bisnis kecil berkembang secara perlahan-lahan sembari menghadapi berbagai tantangan dalam bisnisnya, startup justru berbeda. Startup adalah pemain yang serba cepat, maka yang sangat disadari oleh para pemilik startup adalah kegagalan yang terus mengintai di depan mata.

Untuk itu, jauh sebelum memulai startup, desain bisnis startup sudah menyertakan exit strategy. Exit strategy adalah rencana “jalan keluar” yang harus diambil jika perusahaan mengalami kebangkrutan. Salah satu contoh penyebab kegagalan startup adalah investor tidak melihat adanya peluang berarti dari ide terobosan perusahaan.

Exit strategy yang kerap dipakai oleh perusahaan startup adalah dengan memaksimalkan Return of Investment (ROI) mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa perusahaan masih dapat berjalan dengan normal sekalipun tidak ada dana investasi yang disuntikkan selama jangka waktu tertentu (setidaknya sepuluh tahun).

Kini, Anda sudah mengetahui perbedaan startup dengan bisnis kecil. Disamping perbedaan-perbedaan tersebut, kedua jenis bisnis ini juga memiliki persamaan. Sama halnya dengan bisnis kecil, startup juga punya level tantangannya sendiri. Maka dari itu, jika Anda adalah pemilik perusahaan startup, Anda harus mengenali level tantangan perusahaan Anda agar analisis serta kendali risiko bisa Anda lakukan dengan tepat.

Ingin sukses lakukan pivot? Ikuti langkah 5 perusahaan startup ini!


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini. Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply