AFPI Goes to Campus: Pengenalan Fintech Pendanaan Bersama Indonesia

Jakarta, 18 Desember 2020 – Mahasiswa merupakan generasi penerus bangsa. Dengan mengembangkan generasi yang cerdas, maka diharapkan dapat membawa kestabilan ekonomi bagi masyarakat Indonesia,  karena itu pada acara AFPI Goes to Campus mengangkat tajuk “Pengenalan Industri Fintech Pendanaan Bersama Indonesia” yang khusus diadakan untuk mengenalkan AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) kepada para mahasiswa, selaku partisipan terbanyak dalam acara.

Acara ini juga dihadiri oleh Reynold Wijaya, CEO dan Co-Founder Modalku sekaligus Klaster Pendanaan Produktif AFPI, Dr. Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono selaku Ketua Indonesia Banking School (IBS), dan perwakilan dari lembaga keuangan lainnya seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ikatan Sarjana Ekonomi, Asosiasi Fintech, dan lembaga ekonomi lainnya.

Pada kesempatan kali ini, Reynold Wijaya  memperkenalkan AFPI sebagai asosiasi yang berfokus pada peer-to-peer lending, yang dibentuk pada 5 Oktober 2018. AFPI ditunjuk resmi sebagai asosiasi penyelenggaran peer-to-peer lending oleh OJK melalui surat keputusan D5/IKNB/2019   pada tanggal 17 Januari 2019. AFPI juga telah memiliki 152 anggota terdaftar yang bergerak di bidang produktif, multiguna – konsumtif, dan syariah per-Desember 2020. AFPI juga telah membuat kerangka kerja/framework Perlindungan Konsumen yang terdiri dari; Code of Conduct, Komite Etika, dan Saluran Pengaduan Konsumen (Jendela). Ketiganya merupakan perangkat AFPI dalam menjalankan peran sebagai Self Regulating Organization.

AFPI memiliki visi berupa mendorong akses pendanaan untuk inklusi melalui jasa keuangan digital yang direalisasikan melalui misi dalam mendukung target mengurangi kesenjangan akses pembiayaan Rp 989 T dengan meningkatkan akses 75% inklusi keuangan pada 2020, sesuai dengan Strategi Nasional untuk Inklusi Keuangan sesuai Peraturan Presiden 82/2016. AFPI mengikuti tiga indikator utama keuangan: akses, pemakaian, dan kualitas.

“Kunci utama fintech adalah teknologi, tentu saja teknologi mampu solve many things. Tapi teknologi tetap saja tidak bisa menyelesaikan semua masalah, karena itu jangan terlalu addict dengan teknologi. Terutama di Indonesia di mana semua hal tidak bisa dilakukan secara online. Berfokuslah pada cara penerapan teknologi untuk menyelesaikan suatu masalah,” ujar Reynold.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply