Dalam membangun sebuah bisnis, Anda pasti akan berkutat dengan laporan keuangan. Apalagi bila Anda sendiri yang bertindak sebagai founder, setiap bulan atau bahkan setiap minggu Anda harus berhadapan dengan laporan keuangan untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan perusahaan.

Khususnya bagi para pebisnis baru, laporan keuangan mungkin akan menjadi momok bagi Anda. Pembuatan neraca, laporan rugi/laba, sampai laporan arus kas harus Anda kuasai agar laporan keuangan terus tertata. Ada 3 fungsi dasar yang dimiliki akuntansi keuangan, yaitu sebagai pengumpul informasi keuangan, sebagai penyedia laporan keuangan untuk pihak eksternal, dan terakhir sebagai audit internal perusahaan. Sekarang kita akan membahas sedikit tentang akuntansi dasar yang berguna untuk merapikan keuangan Anda.

Nama dan nomor akun

Sebelum membuat laporan akuntansi, Anda harus tahu bagaimana cara membuat nama dan nomor akun. Kegunaan dari nama dan nomor akun adalah untuk memudahkan pengelompokkan akun yang tercatat pada jurnal untuk kemudian dimasukkan ke dalam buku besar. Nama dan nomor akun ini harus disajikan secara sistematis, logis, dan mudah untuk dianalisa.

Ada dua kelompok besar akun dalam akuntansi keuangan, yaitu akun temporal dan akun permanen. Akun temporal mempunyai nilai saldo yang bersifat sementara atau temporal. Sedangkan akun permanen merupakan kelompok akun yang memiliki nilai saldo bersifat tetap atau permanen.

Pahami laporan dasar akuntansi

Ada 4 laporan dasar akuntansi yang harus Anda pahami terlebih dahulu, yaitu neraca, laporan laba dan rugi, laporan perubahan modal (ekuitas), dan laporan arus/aliran kas. Sebesar apapun bisnis Anda, Anda wajib menyertakan laporan dasar akuntansi tersebut ketika membuat laporan keuangan.

  • Neraca

Neraca atau laporan posisi keuangan adalah suatu daftar yang menggambarkan aktiva/aset, kewajiban/hutang, dan modal yang dipunyai perusahaan pada waktu tertentu. Fungsi utama dari pembuatan neraca adalah Anda bisa mengetahui kesehatan keuangan perusahaan, menganalisa likuiditas dan fleksibilitas perusahaan. Selain itu, neraca juga bisa meramalkan jumlah, waktu, dan ketidakpastian arus kas di masa mendatang.

  • Laporan laba rugi

Laporan laba rugi adalah laporan keuangan yang disusun dalam suatu periode akuntansi dan menyajikan seluruh unsur pendapatan serta beban perusahaan. Fungsi utama dari laporan laba rugi adalah menyatakan berapa laba bersih atau rugi bersih perusahaan.

  • Laporan perubahan modal

Laporan perubahan modal atau ekuitas merupakan laporan yang menggambarkan perubahaan modal pemilik pada suatu periode tertentu. Laporan ini akan menjadi jembatan penghubung antara neraca dan laporan laba rugi.

  • Laporan arus kas

Laporan arus kas adalah informasi aliran arus kas masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Hal yang dicatat dalam laporan ini adalah kegiatan operasi, investasi, dan pembiayaan perusahaan atas dasar kas.

Pahami proses debit dan kredit

Banyak orang masih bingung dengan konsep proses debit dan kredit. Padahal di dalam akuntansi, salah memasukkan debit dan kredit bisa mempengaruhi seluruh laporan keuangan. Debit adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk aset dan biaya. Jika ada aset atau biaya yang mengalami penambahan harus didebet di sebelah kiri. Sedangkan untuk kredit adalah posisi akun yang bersaldo normal untuk utang, pendapatan dan modal yang letaknya berada di sisi kanan pada jurnal.

Dasar-dasar akuntansi di atas harus Anda pelajari agar memudahkan Anda untuk membuat laporan keuangan yang baik. Selalu konsultasi kepada bagian keuangan atau terus membaca tentang akuntansi agar Anda paham dan mengerti tentang dasar akuntansi.

Ingin membaca soal aspek-aspek lain untuk membangun bisnis/UKM yang sukses? Bacalah “4 Taktik Mendongkrak Pertumbuhan Bisnis” dan “5 Skill yang Perlu Dibangun untuk Menjadi Pengusaha Handal”.