Ada cukup banyak bisnis yang selalu mendapatkan laba tetapi akhirnya bangkrut. Alasannya cukup sederhana, mereka tidak bisa mengatasi krisis arus kas. Akhirnya, pendapatan tidak seimbang dengan pengeluaran. Ada banyak orang yang meremehkan betapa pentingnya mengelola arus kas, sehingga mereka salah mengambil keputusan atau salah melakukan pembelian. Akhirnya modal pun habis.

Sekarang kami akan menjelaskan 3 cara menyembuhkan krisis arus kas. Kami juga akan menjelaskan beberapa contoh masalah dan solusinya.

Cara mengatasi permasalahan arus kas defisit

Salah satu masalah pertama pada krisis arus kas adalah arus kas yang defisit. Biasanya hal ini terjadi karena pengeluaran yang melebihi pendapatan. Jika ini terus dibiarkan, usaha Anda bisa bangkrut. Arus kas defisit dapat disebabkan keputusan ceroboh soal berutang. Misalnya, utang tidak dibarengi oleh pencatatan yang sistematis dan terstruktur. Ketika utang menumpuk dan Anda akhirnya kebingungan dalam membayar, Anda akan mengalami permasalahan arus kas defisit.

Salah satu cara mengatasinya adalah menekan pengeluaran sebanyak-banyaknya. Fungsi pencatatan arus kas harus Anda benahi, sehingga Anda mengetahui mana saja pengeluaran yang tidak perlu dan bisa dikurangi. Jika Anda melihat di dalam arus kas ternyata banyak piutang dan tagihan yang belum dibayar pelanggan, berarti Anda harus membenahi sistem piutang. Misalnya, Anda harus mempunyai waktu tertentu bagi para pelanggan dalam membayar tagihan.

Cara mengatasi permasalahan arus kas impas

Setelah membahas arus kas defisit, sekarang saatnya membahas permasalahan arus kas impas. Arus kas impas ini adalah kondisi dimana pengeluaran dan pendapatan mempunyai nilai yang sama. Walaupun ini adalah kondisi yang bagus, tetapi jika lama-lama dibiarkan Anda akan mengalami krisis arus kas dan berdampak buruk bagi usaha Anda. Dalam membangun bisnis, Anda harus terus berinovasi. Ketika bisnis Anda berhenti berkembang, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat ada kompetitor menjanjikan lain yang akan “memakan” pasar Anda.

Jadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya permasalahan arus kas impas adalah dengan melakukan evaluasi terhadap harga, target market, serta pesaing Anda. Apakah harga Anda terlalu murah atau terlalu mahal? Bagaimana dengan harga dan kualitas produk dari pesaing? Dengan terus melakukan evaluasi, Anda akan mengetahui apa kelemahan dan kelebihan dari bisnis Anda.

Cara mengatasi permasalahan arus kas yang tidak berimbang

Terkadang arus kas Anda berubah antara defisit, impas, dan surplus. Kondisi ini biasanya akan menimpa para pebisnis baru di 1-2 tahun pertamanya. Tentu jika arus kas Anda surplus, Anda bisa berbahagia, tetapi jika tiba-tiba sesudahnya laporan arus kas ternyata defisit itu berarti Anda harus segera mengambil tindakan. Cara sederhana untuk mengatasi arus kas yang sering tidak berimbang adalah mengevaluasi bahan baku serta persediaan. Jika bahan baku ada yang harus diperbaiki, Anda bisa mencari produsen lain. Begitu juga dengan persediaan, coba tawarkan persediaan barang yang tidak laku dengan promo-promo menarik.

Ketiga cara di atas bisa langsung diterapkan ketika arus kas Anda bermasalah. Selalu pantau laporan arus kas yang dibuat tim keuangan Anda. Adakan rapat evaluasi setiap bulan agar Anda mengerti dimana letak kesalahan di dalam usaha Anda.

Untuk lebih mengenal akuntansi untuk usaha kecil, bacalah “Akuntansi Dasar untuk Keuangan UKM”