Wirausaha: Pengertian, Jenis, dan Contoh

wirausaha adalah

Secara sederhana, kewirausahaan atau wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan mewujudkan visi ke dalam kehidupan yang berpuncak pada pembentukan bisnis. Wirausaha terkadang disebut wiraswasta dan dianggap memiliki pengertian yang sama.

Untuk memahami wirausaha secara lebih dalam, kami akan memberikan penjelasan mengenai pengertian wirausaha menurut ahli beserta jenis dan contohnya.

Pengertian Wirausaha Menurut Ahli

Beberapa ahli kerap memiliki pengertian yang berbeda akan arti dari wirausaha ini. Richard Cantillon, seorang ekonom dan investor asal Irlandia pada abad ke-17, berpendapat bahwa kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai orang yang bekerja sendiri atau self-employed; seorang pengusaha membeli barang pada hari ini dengan harga tertentu dan menjualnya pada masa depan dengan harga yang tidak pasti.

Jean-Baptiste Say, seorang ekonom dan pebisnis asal Prancis pada abad ke-18, memiliki pendapat bahwa wirausaha adalah bisnis yang sumber dayanya dikelola secara ekonomis (efektif dan efisien), dari tingkat produktivitas rendah hingga tinggi.

Baca Juga:  5 Cara Mendapatkan Modal Usaha

Harvey Leibenstein, seorang ekonom asal Amerika pada tahun 1990an, berpikiran bahwa kewirausahaan meliputi kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk membuat atau menjalankan perusahaan ketika semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi secara jelas, atau komponen-komponen fungsi produksi yang belum sepenuhnya dipahami.

Dan Steinhoff dan John F. Burgess, pada buku mereka yang berjudul “Small Business Management Fundamentals”, mendefinisikan wirausaha sebagai seseorang yang melakukan pengelolaan, pengorganisasian, dan berani menanggung segala risiko dalam menciptakan sebuah peluang usaha dan bisnis yang baru

Jika kita simpulkan, wirausaha adalah kegiatan mengidentifikasi pasar untuk mengembangkan ide agar dapat terciptanya sebuah peluang usaha dan bisnis baru yang dapat dikelola secara efektif dan efisien.

Jenis dan Contoh Wirausaha

Secara tradisional, kewirausahaan dikategorikan menjadi empat jenis utama: usaha kecil, scalable startup, perusahaan besar, dan wirausahawan sosial. Berikut adalah penjelasannya:

1. Usaha Kecil

Jenis kewirausahaan ini mengacu pada segala jenis usaha kecil yang telah dibuat tanpa tujuan untuk memperluas atau waralaba. Misalnya, pangkas rambut, warung sembako, jasa penerjemah yang tidak bertujuan untuk membuka cabang di tempat lain.

Dalam jenis wirausaha ini, Anda hanya mendapat untung jika bisnis Anda mendapatkan profit. Artinya, Anda harus sangat termotivasi, bertanggung jawab, dan berkomitmen pada visi Anda jika ingin mendapatkan keuntungan.

Baca Juga:  5 Cara Jualan Online Tanpa Modal yang Menguntungkan

2. Scalable Startup

Scalable startup berfokus pada cara membuat model bisnis yang dapat diulang dan diskalakan (lebih banyak penjualan dengan lebih banyak sumber daya). Sejak awal, gaya berwirausaha ini dimulai dengan harapan ekspansi yang cepat dan pengembalian keuntungan yang besar. Amazon, Google, dan Apple adalah contoh dari scalable startup yang telah sukses besar.

Untuk membangun startup yang sukses, Anda perlu memperhatikan jumlah uang yang Anda miliki dan sumber daya manusia di balik bisnis Anda. Kunci untuk memulai jenis wirausaha ini adalah mengetahui rencana jangka panjang untuk profitabilitas dan pertumbuhan dari perusahaan Anda.

3. Perusahaan Besar

Kewirausahaan perusahaan besar mengacu pada perusahaan seperti Disney, Google, Toyota, dan Microsoft. Ciri khas dari jenis kewirausahaan ini adalah mereka tidak memulai bisnis baru, melainkan menciptakan produk atau anak perusahaan baru di dalam perusahaan yang sudah ada, atau mengakuisisi bisnis yang lebih kecil (seperti ketika Facebook membeli Instagram dan WhatsApp).

Ciri lain dari kewirausahaan perusahaan besar adalah komitmen untuk membangun budaya perusahaan, memastikan bahwa ketika perusahaan berkembang, semua karyawan menjadi bagian dari pertumbuhan tersebut.

4. Wirausaha Sosial

Wirausaha sosial adalah inovator yang tujuan utamanya adalah menciptakan produk dan layanan yang bermanfaat bagi dunia atau orang sekitar, namun tetap dapat menghasilkan uang. Kewirausahaan sosial berkaitan dengan organisasi non-profit, organisasi profit, atau perusahaan hibrida yang berkomitmen untuk perubahan sosial atau lingkungan.

Beberapa contoh wirausaha dengan jenis ini termasuk lembaga pendidikan, lembaga keuangan mikro, dan perusahaan yang menyediakan layanan perbankan di negara-negara berkembang.

Baca Juga:  Bingung Cara Jualan Online Menggunakan E-commerce? Simak Tips Berikut!

Manfaat Wirausaha

Melakukan wirausaha tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, Anda juga dapat memberikan manfaat kepada orang lain di sekitar. Berikut adalah beberapa manfaat dari wirausaha:

1. Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Sekitar

Dalam berwirausaha tentunya untuk mengembangkannya kita membutuhkan dan melibatkan banyak orang. Dengan keterlibatan sumber daya manusia tentunya akan meningkatkan kesempatan kerja baru yang berarti tingkat ekonomi masyarakat juga akan meningkat.

2. Meningkatkan Perekonomian Negara

Jika suatu negara terlalu bergantung pada produk luar negeri, tentu sangat merugikan karena tidak dapat mengembangkan perekonomian dalam negeri sendiri.

Dengan adanya kewirausahaan, maka kreativitas dan kesejahteraan masyarakat dalam negeri juga dapat lebih berkembang yang artinya dapat membantu meningkatkan perekonomian negara juga.

3. Mengembangkan Kreativitas

Dengan berwirausaha berarti kita juga meningkatkan kreativitas yang dimiliki oleh diri kita sendiri. Seseorang yang dapat memanfaatkan segala sumber daya yang ada, berpikir kreatif, bekerja keras, dan pantang menyerah untuk mengembangkan usahanya adalah tujuan dari berwirausaha.Jika Anda membutuhkan pinjaman modal kerja untuk memulai bisnis wirausaha, Anda bisa melakukan pinjaman ke Modalku. Klik di sini untuk mendaftar sekarang juga!

Tinggalkan Balasan