Batal Mudik Karena Virus Corona? Alokasikan Bujetnya untuk Dana Darurat!

Pandemi virus corona atau COVID-19 yang tak kunjung mereda mengharuskan pemerintah untuk mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menekan angka penyebaran. Salah satunya adalah larangan mudik lebaran. Dengan adanya larangan tersebut, diharapkan penyebaran COVID-19 dapat ditekan.  

Para pemudik yang memaksakan diri pun dihadang oleh petugas untuk putar balik ke kota asal. Mengingat fakta tersebut alangkah baiknya jika rencana mudik Anda dibatalkan. Memang rindu kampung halaman, kangen keluarga bisa saja tak terbendung, namun ini lebih baik daripada wabah yang terus menggulung. Setidaknya keberadaan teknologi dapat membantu Anda bersua via gadget dan media digital. Batalnya mudik lebaran justru bagus karena alokasi dana mudik dapat Anda pindahkan untuk hal-hal lain yang lebih penting. Apa saja misalnya?

Alokasikan ke Dana Darurat

Dampak COVID-19 terbukti telah memengaruhi beragam aktivitas. Himbauan physical distancing, work from home, hingga PSBB, telah membuat perekonomian melambat. Banyak UMKM yang mulai kesulitan dan terancam gulung tikar. Minimnya pemasukan menjadi alasan. Jika terus berlanjut, bukan tidak mungkin, kondisi ini berujung krisis ekonomi.

Berdasarkan situasi ini, alangkah baiknya jika budget untuk mudik dan keperluan lebaran dialokasikan untuk dana darurat. Keberadaan dana darurat sangat penting sebagai perisai untuk menghadapi krisis yang dapat terjadi kapan saja.

Mengapa dana darurat begitu penting untuk menghadapi krisis? Simak penjelasannya di sini!

Krisis akibat pandemi COVID-19 tak hanya berdampak pada Anda yang pebisnis, tapi juga para karyawan. Ancaman dirumahkan, gaji dipotong, hingga PHK terus membayangi. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan dana darurat sedini mungkin. Dana darurat dapat menjadi “energi” untuk menghadapi badai krisis, tak terkecuali krisis akibat pandemi ini. Lantas bagaimana tips mengumpulkan dana darurat? Simak langkah mengumpulkan dana darurat berikut ini!

Langkah mengumpulkan dana darurat

Hal pertama yang perlu Anda lakukan sebelum menyiapkan dana darurat adalah menganalisis kondisi keuangan. Catat setiap uang yang masuk dan keluar untuk mengetahui cash flow bulanan. Dengan demikian, Anda bisa mengetahui  jumlah dana yang bisa disisihkan per bulannya untuk kebutuhan dana darurat.

Setelah itu, tentukan jumlah dana darurat yang diperlukan. Idealnya, bagi yang belum menikah, Anda disarankan untuk menyiapkan dana darurat sebesar 3-6 kali gaji bulanan. Sedangkan, bagi yang sudah menikah dan punya anak, jumlah dana darurat yang sebaiknya dipersiapkan adalah senilah dua belas kali gaji bulanan. Jika Anda sudah menentukan jumlah gaji yang harus disisihkan untuk persiapan dana darurat, maka berkomitmenlah. Jangan gunakan dana menganggur karena batal mudik untuk hal-hal yang tidak perlu.

Sisihkan Juga Dana untuk Investasi

Selain mengalokasikan dana mudik menjadi dana darurat, Anda juga perlu mengalokasikan dananya untuk berinvestasi. Dengan berinvestasi dana Anda dapat lebih berkembang. Bagus jika Anda sudah punya portofolio investasi, namun jika belum inilah saatnya. Tentu jika melalukan investasi, pastikan dulu dana darurat Anda sudah tersedia. Mengapa demikian?

Dana darurat sifatnya harus likuid atau mudah dicairkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan. Memang ada instrumen investasi yang sifatnya likuid misal saham dan reksadana. Tapi jika terlalu sering dicairkan, keuntungannya tidak akan maksimal. Idealnya investasi perlu menggunakan dana nganggur, agar alokasi dana investasi lebih efektif dan menguntungkan. Oleh karena itu, ada baiknya jika Anda bagi antara dana darurat dan dana untuk investasi.

Saat memilih investasi, pastikan bahwa instrumen tersebut aman. Selalu ingat bahwa setiap instrumen investasi punya risiko. Jangan sampai karena tawaran keuntungan yang menggiurkan Anda tertipu investasi bodon (Ingin terhindar dari investasi bodong? Kenali ciri-cirinya!). Anda dapat meminimalkan risikonya dengan menggunakan prinsip diversifikasi. Jangan tempatkan semua uang Anda hanya pada satu instrumen. Karena ketika instrumen tersebut mengalami kerugian besar, maka Anda akan kehilangan banyak uang.

Diversifikasikan penempatan dana ke instrumen lain seperti obligasi, reksadana, properti, emas, hingga alternatif investasi peer-to-peer  (P2P) lending seperti Modalku. Dalam alternatif investasi P2P lending Modalku, Anda juga tak hanya dapat meminimalkan risiko, tapi juga memaksimalkan keuntungan. Ingin tahu caranya? Klik di sini!

Tahukah Anda? Selain menguntungkan, Alternatif Investasi Modalku dapat membantu UMKM Lho! Untuk info lengkapnya, Klik di sini!

Meski Batal Mudik, Jangan Konsumtif!

Poin ini perlu mendapat perhatian lebih. Mengapa? Keberadaan dana nganggur cenderung membuat orang lebih konsumtif. Bisa saja Anda tiba-tiba berpikiran untuk belanja online. Padahal Anda tidak benar-benar membutuhkannya. Memang, kebutuhan saat lebaran cenderung meningkat, namun harus tetap dikontrol. Dana mudik yang dialokasikan tentu cukup banyak dan hanya sebagian yang digunakan untuk kebutuhan lebaran seperti beli baju, kue, dan lainnya.

Mengatur dana untuk mudik yang batal penting dilakukan agar tidak menguap begitu saja. Hindari perilaku konsumtif yang hanya memenuhi keinginan, bukan kebutuhan. Memang, di tengah pandemi tempat-tempat seperti mal, restoran, lokasi wisata tutup. Tapi tetaplah waspada pada godaan belanja online. Bukan tidak mungkin dana Anda dapat lebih boros belanja online dibanding mengunjungi tempat-tempat wisata.  


Itulah beberapa hal yang dapat Anda lakukan dengan alokasi dana mudik yang batal dilakukan. Memang pandemi COVID-19 membawa dampak yang tidak mengenakkan, pembatalan mudik adalah salah satunya. Namun, jika jeli menyikapinya, kita justru mendapat berbagai hal positif misalnya kesiapan dana darurat hingga mulai berinvestasi.

Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini. Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

Leave a Reply