Strategi Mencegah Usaha Bangkrut, Salah Satunya Pinjaman Tanpa Jaminan

Salah satu solusi untuk mencegah usaha bangkrut adalah dengan mengajukan pinjaman tanpa jaminan. Selagi usaha terombang-ambing, uang pinjaman bisa Anda gunakan untuk memastikan usaha tetap berjalan dan menghasilkan profit. Tentunya cara seperti ini masih lebih baik daripada menutup usaha Anda sampai waktu yang belum pasti. Tentu saja jangan sampai hal seperti ini terjadi di usaha Anda. Lebih baik cegah dari sekarang dengan strategi berikut ini.

Rajin dan teliti dalam mengatur anggaran

Banyak pengusaha, terutama UMKM, yang menganggap bahwa usaha sukses itu sama dengan produk yang laku keras. Ini bukan pemahaman yang salah, tetapi tidak sepenuhnya benar juga. Walaupun usaha Anda berhasil meraup keuntungan besar karena produk yang selalu habis terjual, risiko kerugian hingga usaha bangkrut tetap bisa terjadi. Uang segunung pun tidak terasa akan habis bila digunakan tanpa perencanaan matang.

Itu dia alasan mengapa Anda harus rajin dan teliti dalam membuat laporan keuangan usaha. Catat segala pemasukan dan pengeluaran dalam usaha Anda. Lalu, hal terpenting adalah memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha Anda. Buat laporan keuangan secara terperinci agar bisa dengan mudah melihat arus kas secara transparan. Jangan lupa juga untuk merencanakan keuangan, seperti berapa porsi uang untuk kelancaran usaha, investasi, dan pribadi.

Baca juga: Cara Mengelola Keuangan Usaha Pribadi

Rutin evaluasi bisnis

Jangan tunggu sampai usaha Anda mengalami kemunduran atau kerugian, sebaiknya Anda menjadwalkan evaluasi bisnis per periode. Bisa bulanan atau per kuartal, tergantung dengan skala bisnis Anda. Silahkan berunding dengan tim atau partner Anda perihal evaluasi bisnis.

Apa saja hal-hal yang harus dilihat? Tentu saja terkait penjualan, produk atau jasa yang dijual, dan para pelanggan Anda. Periksa apakah selama ini ada saran atau kritik dari pelanggan. Jika ada, atasi dengan kepala dingin dan cobalah untuk memperbaiki kekurangan usaha Anda. Semisal pelanggan menginginkan adanya tambahan produk baru, jangan ragu untuk menggunakan pinjaman tanpa jaminan sebagai modal penambahan stok barang.

Baca juga: 4 Contoh Evaluasi Usaha Online Agar Bisnis Terus Berkembang

Selalu siapkan dana darurat

Tidak hanya di rumah tangga saja, ternyata dana darurat juga penting sekali dalam kelancaran usaha. Dalam beberapa kasus, sebuah usaha bangkrut karena gagal membayar gaji karyawan atau utang dan menjual semua aset yang ada. Hal seperti ini bisa ditalangi dengan adanya dana darurat.

Ketika pasar sedang surut, Anda bisa menggunakan dana darurat untuk membiayai operasional usaha. Dengan begitu, usaha Anda bisa tetap bertahan dan ada harapan untuk bangkit. Setidaknya, dana darurat yang terkumpul harus mencakup 6 bulan-1 tahun dari total pengeluaran usaha Anda. Pastikan tabungan dana darurat ini mudah dicairkan, artinya tidak Anda taruh di aset beku maupun investasi.

Baca juga: Dana Darurat Penting untuk Situasi Genting, Ini 5 Langkah Mencapainya!

Jajak pendapat dari orang sekitar

Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Kira-kira pribahasa ini juga berlaku bagi usaha Anda. Benar, Anda sebagai pemilik usaha sepatutnya menjadi pemimpin bagi tim Anda. Namun, bukan berarti Anda harus selalu pusing sendiri setiap kali ada tantangan. Ajak tim Anda untuk diskusi perihal visi mereka ke depannya bagi usaha Anda serta ide-ide yang mereka miliki. Barangkali ada satu atau dua ide bagus yang bisa Anda kembangkan menjadi inovasi yang mampu menyelamatkan usaha Anda.

Selain dengan tim internal, ada baiknya juga Anda bergabung ke komunitas bisnis untuk meminta pendapat dan saran dari para pengusaha sejenis yang sudah lebih berpengalaman. Mereka akan dengan senang hati berbagi sudut pandang, terlebih mereka yang sudah pernah mengalami masalah serupa.

Tingkatkan efisiensi

Ini merupakan cara yang paling dihindari oleh pengusaha. Biasanya, efisiensi usaha dikaitkan dengan PHK massal. Memang PHK menjadi salah satu metode efisiensi yang umum dilakukan, namun tidak selalu efektif. Perhatikan lagi daftar pengeluaran di usaha Anda, adakah nominal yang terlihat janggal atau bisa ditekan? Misalnya saja biaya air & listrik, langganan internet atau software, atau supplier bahan baku.

Tidak masalah juga untuk mengubah sedikit daftar produk atau jasa, contohnya dengan hanya menjual barang best sellers. Setidaknya, Anda sudah bisa menekan pengeluaran usaha Anda untuk sementara waktu.

Andalkan pinjaman tanpa jaminan yang tepat

Modal kosong dan arus kas macet bukanlah akhir dari segalanya. Kemungkinan usaha bangkrut bisa diatasi dengan mengambil pinjaman tanpa jaminan yang benar-benar sesuai kebutuhan. Maksudnya, pinjaman yang menawarkan bunga dan tenor yang cocok dengan kondisi finansial usaha Anda.

Salah satu pilihan pinjaman tanpa jaminan yang terjamin adalah Modalku. Proses pengajuan secara online, semuanya serba praktis dan aman. Apalagi Modalku sudah berizin dan diawasi oleh OJK. Anda bisa menentukan waktu pinjaman sesuai kebutuhan dengan total pinjaman hingga Rp2 miliar.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Leave a Reply