Cara Mengelola Keuangan Usaha Pribadi

Membangun bisnis pribadi bukanlah perkara mudah, bahkan terbilang sulit. Ide bisnis yang bagus saja tidak cukup, dibutuhkan tekad dan komitmen yang tinggi. Selain itu, Anda juga memerlukan kemampuan mengelola keuangan untuk bisa menjaga bisnis tetap bertahan dalam kondisi apapun.

Banyak sekali pemilik usaha yang sudah menggeluti bisnis yang sama selama bertahun-tahun, tetapi masih belum mampu mengembangkannya ke taraf selanjutnya. Apabila hal yang sama terjadi pada Anda, ikuti cara mengelola keuangan usaha pribadi berikut ini.

Pisahkan rekening

Kesalahan yang seringkali terjadi dan kurang diperhatikan ketika menerapkan cara mengelola keuangan usaha adalah menggabungkan rekening pribadi dengan rekening usaha. Hal ini tidak boleh dianggap sepele, sebab bisa saja Anda malah menghamburkan uang yang seharusnya jadi modal bisnis Anda. Sebaliknya, ternyata selama ini Anda menggunakan uang pribadi untuk membayar segala pengeluaran usaha yang Anda kelola.

Tanpa memisahkan rekening pribadi dengan rekening usaha, Anda tidak dapat secara jelas melihat perkembangan bisnis Anda. Masalah ini juga akan mempersulit Anda dalam membuat laporan keuangan karena ketidakjelasan dari mana uang tersebut berasal.

Buat dua jenis rencana anggaran

Untuk dapat melakukan cara mengelola keuangan usaha dengan baik, Anda memerlukan dua jenis rencana anggaran yang berbeda. Pertama, buatlah rencana anggaran secara umum yang mencantumkan program-program usaha Anda selama setahun penuh. Misalnya Anda berencana untuk melakukan promo diskon menjelang bulan Ramadhan, cantumkan dengan rinci ke dalam rencana anggaran umum ini.

Setiap program bisa dipisahkan menurut periode, mulai dari per minggu atau per triwulan. Rincian dana yang harus disiapkan untuk menjalankan program tersebut juga tidak boleh terlupa. Selanjutnya, Anda bisa membuat rencana anggaran pendapatan yang untuk menjabarkan lebih jelas lagi ke mana modal usaha akan dialokasikan.

Isi dari rencana anggaran pendapatan ini adalah aktivitas apa saja yang akan mendatangkan pendapatan bagi bisnis Anda. Cantumkan target penjualan setiap bulannya, beserta jumlah produk yang harus dijual per hari, untuk dapat menutup modal yang sudah dikeluarkan dan meraup laba.

Siapkan arus kas keuangan

Dalam merancang dan mengawasi arus kas, dibutuhkan ketelitian yang tinggi agar tidak ada transaksi yang terlewat. Setiap struk pembayaran begitu berharga sebagai bukti dari pengeluaran dan pendapatan dalam bisnis Anda. Cara mengelola keuangan usaha yang satu ini bisa dilakukan secara manual maupun otomatis menggunakan software.

Melalui arus kas, Anda dapat mengetahui pola pengeluaran dan pendapatan usaha serta kondisi keuangan bisnis. Dari sini juga, Anda juga bisa mencegah terjadinya penggelapan uang dan lain sebagainya. Arus kas begitu penting demi kelangsungan bisnis, Anda dapat segera mengantisipasi terjadinya kerugian dengan secara rutin meng-update dan mengawasi arus kas.

Buat anggaran rutin

Baik UMKM maupun perusahaan besar, anggaran rutin merupakan salah satu cara mengelola keuangan usaha yang wajib untuk dilakukan. Di dalamnya, Anda merinci jumlah maksimal dari segala pengeluaran yang mungkin terjadi selama setahun mendatang. Tentunya dengan menggunakan data-data keuangan di tahun sebelumnya dan memperkirakan inflasi serta kondisi bisnis.

Dengan membuat anggaran secara rutin, Anda telah melakukan efisiensi bisnis. Selama Anda tetap patuh dengan anggaran yang sudah dibuat, maka tidak akan ada pengeluaran yang membengkak karena semuanya sudah sesuai dengan estimasi yang sudah dilakukan.

Apabila pendapatan usaha sedang menurun dan tidak mampu menutupi pengeluaran yang dianggarkan, Anda bisa mendapatkan pinjaman online dari Modalku. Lebih praktis dari pinjaman bank, pinjaman usaha dari Modalku sepenuhnya diproses secara online, memudahkan Anda dalam mengelola bisnis.

Pisahkan fungsi akuntansi dan kasir

Jangan menggabungkan peran akuntan dengan kasir. Apabila seorang kasir ditugaskan untuk membuat laporan keuangan, ia memiliki akses mudah untuk memanipulasi kondisi keuangan bisnis Anda. Alhasil, risiko kerugian akan mengintai Anda. Maka dari itu, diperlukan akuntan yang memiliki sudut pandang objektif yang dapat dengan teliti melihat arus kas dan menemukan kejanggalan dalam transaksi bisnis.

Kelola laba dengan benar

Bisnis yang berhasil meraup laba belum bisa dikatakan sebagai bisnis yang berhasil. Kesuksesan bisa diukur dari kemampuan bisnis tersebut untuk berkembang. Sebagai pemilik usaha, Anda harus pandai dalam mengelola laba menjadi alat untuk membawa bisnis Anda ke level selanjutnya. Anggaplah sebagai investasi Anda untuk meraup lebih banyak keuntungan di masa mendatang.

Sebaiknya, laba usaha dialokasikan menjadi dana darurat atau aset perusahaan. Gunanya dana darurat ini adalah untuk membantu bisnis Anda ketika ada ancaman resesi ekonomi atau krisis lainnya. Anda juga bisa menggunakan laba usaha untuk membuka cabang baru, menambah jumlah karyawan, atau membeli saham di perusahaan lain.

Leave a Reply