4 Cara Ideal Kelola Dana Pinjaman

Mengambil dana pinjaman untuk untuk usaha yang Anda kelola bukan hal yang salah. Berusaha mendapat dana tambahan untuk kepentingan usaha adalah hal wajar untuk dilakukan. Namun, Anda harus memiliki tujuan yang benar dari pinjam modal ini. Pastikan bukan semata-mata hanya untuk untuk tujuan konsumsi yang tidak ada hubungannya dengan perkembangan usaha Anda.

Tahukah Anda? Ada banyak pebisnis yang bisa sukses karena memulai usaha dari utang! Inilah 4 diantaranya!

Dana pinjaman seharusnya menjadi bagian dari rencana untuk menghasilkan profit lebih banyak bagi usaha Anda. Dengan begini, dana pinjaman jadi bersifat produktif. Anda harus mengelola dana pinjaman ini dengan cara-cara yang tepat untuk memastikan penggunaan dana pinjaman tidak melenceng dari tujuan awal Anda sendiri. Seperti apakah cara ideal yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Buat Skema Perencanaan Sebelumnya

Memiliki tujuan yang jelas untuk apa pinjam modal tersebut akan digunakan akan memudahkan Anda untuk menjabarkannya dalam daftar rencana penggunaan. Contoh, jika dana pinjaman ini rencananya akan digunakan untuk mengembangkan usaha, maka skema perencanaan akan menyertakan peningkatan stok barang barang, biaya promosi tambahan, atau biaya untuk membeli alat-alat produksi (jika usaha Anda melakukan produksi mandiri).

Buatlah perencanaan penggunaan dana pinjaman dengan rinci. Sertakan juga batas minimum biaya yang dibutuhkan untuk dapat mencapai tujuan semula tadi. Ini berarti, Anda sebelumnya harus melakukan survei mengenai biaya-biaya apa saja yang akan dikeluarkan. Anda juga harus membuat rencana cadangan kalau-kalau dana pinjaman tidak mencapai batas minimum tadi.

Skema perencanaan Anda ini juga harus menyertakan rencana pengembalian dana pinjaman yang Anda ambil. Tentukan target profit dan batas minimum profit yang memungkinkan Anda tetap membayarkan cicilan pinjaman setiap bulannya dengan konsisten.

Lihat juga: “Menyusun Perencanaan Bisnis: Langkah Perdana Membangun Sebuah UMKM”

Patuh dengan Rencana yang Dibuat

Setelah rencana penggunaan dana pinjaman sudah jelas dan selesai dibuat, selanjutnya Anda harus konsisten dan displin dengan rencana tersebut agar Anda dapat mencapai tujuan dengan hasil yang maksimal. Ingatkan diri Anda akan tujuan awal pinjam modal tadi. Jangan sampai dana yang akhirnya diterima digunakan untuk pengeluaran yang tidak direncanakan dan tidak ada kaitannya dengan tujuan awal.

Dalam strategi pengembangan usaha dengan dana pinjaman, Anda sudah membuat target profit yang diperoleh dari strategi tersebut. Jika dana pinjaman yang seharusnya dialokasikan untuk promosi atau menambah alat produksi Anda alihkan untuk kepentingan di luar rencana, maka strategi pengembangan Anda tidak dapat berjalan optimal. Bukan tidak mungkin pula Anda tidak akan bisa mencapai target profit sesuai rencana.

Siapkan alokasi dana khusus

Saat Anda pinjam modal, fokus Anda tidak hanya pada rencana-rencana pengembangan usaha atau apapun tujuan produktif lainnya. Anda juga harus memperhatikan dan memastikan cicilan pembayaran pinjaman berjalan lancar dan konsisten setiap bulannya.

Salah satu cara untuk memastikan Anda bisa tetap membayarkan pinjaman tersebut adalah dengan memiliki alokasi dana khusus. Alokasi dana khusus ini dapat Anda sisihkan dari profit yang didapatkan dari usaha Anda. Paling tidak 30% dari profit Anda harus dialihkan untuk dana angsuran. Lalu 10% dari dana angsuran ini sisihkanlah sebagai dana khusus yang akan Anda simpan. Dana khusus inilah yang akan dipakai membayar angsuran saat target profit tidak tercapai.

Rekam catatan keuangan

Cara mengelola dana pinjaman terakhir adalah dengan merekam seluruh transaksi yang terjadi di dalam badan usaha. Walau terlihat kecil, nominalnya tetap harus terekam dengan baik. Dengan begini, Anda akan tahu dengan detail kemana saja uang usaha mengalir setiap waktu yang nantinya dibutuhkan saat evaluasi apakah dana sudah dipakai sesuai dengan rencana alokasi di awal atau belum.

Catatan keuangan ini juga harus menyertakan jumlah dana pinjaman Anda, termasuk jumlah angsuran yang sudah dibayarkan, bukti pembayaran, hingga sisa angsuran yang masih menjadi tanggungan Anda.

Dari catatan keuangan yang sama inilah Anda dapat melihat bagaimana optimalisasi dana pinjaman itu tadi; apakah dana pinjaman yang sudah Anda gunakan sesuai rencana sudah efektif menghasilkan profit seperti yang Anda targetkan di awal, atau justru ada yang perlu dibenahi dari rencana-rencana pengembangan usaha yang Anda lakukan? Semuanya bisa terjawab dengan melihat besarnya keuntungan serta konsistensi angka profit dari waktu ke waktu.

Bagi Anda yang memiliki kebutuhan serupa untuk mengembangkan usaha atau bahkan baru akan merintis usaha baru dan membutuhkan akses pinjam modal, Anda dapat menghubungi Modalku. Modalku menyediakan layanan untuk mendapatkan dana pinjaman dengan sistem peer-to-peer lending. Cara meminjam dana di Modalku pun sangat mudah dan dapat diproses dengan cepat sesuai kebutuhan Anda.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply