4 Perbedaan Investasi dan Trading yang Perlu Anda Ketahui

perbedaan investasi dan trading

Anda harus paham dulu perbedaan investasi dan trading agar tidak salah strategi sebelum. Konsepnya hampir mirip, yakni membeli dan menyimpan kumpulan aset dalam jangka waktu tertentu demi mencapai profit.  Padahal, terdapat perbedaan mencolok antara dua strategi investasi tersebut, terutama tujuan keuangannya.

Memahami Perbedaan Investasi dan Trading

Salah satu penyebab kegagalan dalam investasi adalah kurangnya wawasan yang dimiliki. Anda tidak boleh langsung terjun berinvestasi apabila belum memiliki pengetahuan atau strategi untuk hal ini. Strategi yang salah justru akan menjadi bumerang bagi Anda dalam mencapai tujuan keuangan. Bukannya mendapat untung, Anda malah buntung dan uang yang diinvestasikan berakhir sia-sia.

Salah satu wawasan yang harus dipahami sebelum memulai investasi adalah memahami perbedaan investasi dan trading. Perbedaan keduanya menentukan tindakan dan strategi yang harus Anda lakukan selama prosesnya. Prinsip yang harus dimiliki investor atau trader pun berbeda, meski sama-sama ingin meraih profit dari kegiatan ini.

Mari kita pahami dulu pengertian investasi dan trading sebelum membahas perbedaannya. Investasi merupakan kegiatan menyimpan bentuk aset atau instrumen demi mendapat profit pada masa depan. Asetnya macam-macam, tetapi saham menjadi pilihan yang populer. Pelaku kegiatan investasi disebut pula investor.

Baca Juga: 6 Karakteristik Obligasi Negara yang Bisa Buat Anda Tertarik

Prosedurnya, investor membeli saham di pasar saham, kemudian menyimpannya dalam jangka waktu tertentu. Terakhir, saham tersebut dijual kembali pada momen yang ditentukan. Mereka tidak terpengaruh oleh pergerakan harga pasar, bahkan mencapai titik terendah sekalipun. Investor berspekulasi bahwa harga pasar akan naik dan di situlah ia menjual asetnya.

Trading sendiri merupakan kegiatan transaksi di pasar saham atau pasar obligasi berbasis perubahan harga. Trader alias pelaku trading memanfaatkan momentum perubahan harga asetnya demi mencapai keuntungan. Frekuensi pembelian asetnya lebih banyak dibandingkan investor, tapi mereka menjualnya dalam jangka waktu sedikit.

Mereka harus memantau pergerakan harga saham atau obligasi agar mendapat keuntungan sesuai yang diharapkan. Misalnya, keuntungan yang diharapkan berkisar 10% per tahunnya, trader harus mampu mencapai tingkat keuntungan tersebut tiap bulannya.

Untuk mendalami perbedaan keduanya, bacalah secara rinci uraian dari Modalku ini.

1. Prinsip Investor dan Trader

Investor memiliki prinsip dasar saat memiliki saham, yaitu buy and hold. Jangka waktu penyimpanan investasinya biasanya lebih dari satu tahun. Instrumen investasi yang digunakan biasanya berlikuiditas rendah, seperti saham, properti, dan lain-lain.

Investor menggunakan analisis fundamental, yakni memahami kinerja perusahaan serta price earnings (P/E) ratio. Aset akan dilepaskan apabila tujuan keuangan terpenuhi atau kualitas emitennya sudah memburuk.

Trader berprinsip buy and sell, sehingga mereka memiliki jangka waktu pendek dalam mempertahankan asetnya. Mereka fokus pada fluktuasi harga pasar, karena trader harus mencari tahu selisih harga beli dan jual asetnya demi profit.

Trader memakai analisis teknikal untuk memahami fluktuasi harganya. Biasanya, saham yang dibeli harus berpotensi mendatangkan keuntungan dalam waktu singkat.

Baca Juga: 5 Instrumen Investasi yang Bisa Dijalankan Lewat Aplikasi

2. Jangka Waktu yang Dimiliki

Investasi dilakukan untuk jangka waktu panjang, bahkan bisa mencapai dekade apabila perusahaannya masih bertahan. Karena itu, investasi cocok untuk tujuan keuangan yang lebih besar, bahkan menyangkut generasi berikutnya.

Misalnya, Anda ingin berinvestasi saham untuk pendidikan anak di luar negeri. Anda membeli sahamnya, kemudian menjualnya 10 tahun lagi saat harganya mencapai puluhan juta. Namun, Anda harus mampu memilih saham yang berkualitas serta memahami compound interest.

Trading hanya berlaku dalam jangka pendek, mulai dari menit, jam, hari, hingga minggu. Tujuan keuangan yang bisa dicapai pun berupa jangka pendek, bahkan dijadikan sebagai mata pencaharian.

Pergerakan harga saham bisa saja berlangsung kurang dari satu jam, jadi trader harus fokus pada fluktuasinya. Akumulasi keuntungan trading yang didapatkan pun berguna untuk memenuhi kebutuhan pribadi atau sekadar dijadikan sampingan.

Baca Juga: Manfaat Investasi yang Bisa Anda Rasakan di Masa Depan

3. Risiko yang Harus Dihadapi

Risiko investasi adalah counter party dan partial fills. Counter party timbul saat Anda membutuhkan pihak lain untuk membeli aset ketika dijual, dan sebaliknya. Partial fills sendiri muncul saat asetnya hanya berhasil terjual sebagian. Kedua risiko tersebut dapat menghambat tercapainya tujuan keuangan sesuai timeline yang sudah dibangun.

Trading pun memiliki risiko, yakni capital loss. Trader akan menghadapi harga jual aset yang lebih rendah dibandingkan harga beli serta risiko kebangkrutan perusahaan yang tidak tertebak. Meski risiko counter party lebih rendah, trader tidak bisa mengambil keuntungan sesaat karena ada larangan short selling.

4. Strategi yang Dijalankan

Investor harus memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi saham, terutama kesehatan perusahaannya. Investor mempelajari lebih dalam tentang fundamental emitennya, termasuk kualitas kerja yang dimiliki. Pergerakan harga bukanlah bagian dari strategi yang harus dijalankan investor

Mereka akan mendapatkan keuntungan lewat pembagian dividen secara berkala, selain nilai aset yang meningkat saat dijual.

Strategi yang dimiliki trader berbeda lantaran berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Trader harus memiliki strategi yang jelas dan terarah, karena mereka tidak boleh menahan asetnya. Strategi yang digunakan biasanya stop loss, target profit, dan risk-reward ratio.

Aktivitas trader dipengaruhi oleh kondisi pasar. Jika kondisinya menurun karena situasi dalam negeri, aktivitas trader terhambat dan mereka tidak akan mendapat keuntungan untuk sementara.
Setelah memahami perbedaan investasi dan trading di atas, mana yang menjadi pilihan Anda. Kalau pilihannya adalah pendanaan, tanamkan uang Anda di program pendanaan online dari Modalku. Anda berpartisipasi membangun UMKM di Indonesia sekaligus mendapatkan profit sampai 17% per tahunnya lewat program ini. Yuk, mulai melakukan pendanaan di Modalku demi perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan