Macam-macam Investasi yang Bisa Anda Coba Sebagai Pemula

macam-macam investasi

Terjun langsung tanpa mempelajari macam-macam investasi merupakan langkah yang salah besar. Hal ini hanya akan membawa Anda pada kerugian besar. Untuk menghindari hal ini, diperlukan pemahaman dasar agar tidak salah arah. Memahami macam-macam bentuk investasi merupakan sebuah langkah persiapan yang baik untuk bisa mencapai tujuan finansial Anda. Berikut ini adalah beragam informasi yang akan dapat membantu Anda mengenal bermacam bentuk investasi yang cocok dijalankan oleh seorang pemula.

Macam-Macam Investasi yang Harus Diketahui Pemula

Jenis investasi tertentu dapat membawa lebih banyak risiko daripada yang lain dan tentu saja Anda tidak ingin terkejut setelah melakukan investasi. Untuk seorang pemula, coba pikirkan seberapa nyaman Anda menginvestasikan uang tersebut pada salah satu instrumen dan kemudian tidak menyentuhnya sama sekali. Mungkin ini hal yang sepele, namun bisa menunjukkan sebuah kecocokan antara jenis investasi yang akan diambil dengan profil risiko Anda.

Untuk mempermudah Anda, berikut ini adalah beberapa macam bentuk investasi yang bisa Anda pilih ketika baru memulai kegiatan ini.

1. Reksa dana

Reksa dana bisa memberikan Anda kesempatan untuk berinvestasi dalam saham atau obligasi (dan aset lain) yang mungkin tidak dapat dibeli sendiri dengan mudah. Di sini, Anda akan mengumpulkan uang yang akan diinvestasikan, yang kemudian akan digabung dengan individu lain untuk membeli sebuah instrumen investasi. Manajer investasi akan membantu Anda dalam mengatur ke mana saja uang Anda akan dibelanjakan. Ini akan berjalan layaknya sebuah auto-pilot. Anda tidak perlu menghabiskan banyak waktu mengontrolnya. Tunggu saja hingga tujuan investasi Anda tercapai.

Baca Juga: Reksadana, Sukuk, atau Deposito, Pilih yang Mana?

2. Deposito

Ini merupakan instrumen investasi yang disediakan oleh bank. Bentuknya bisa berupa sertifikat deposito dan deposito berjangka. Cocok bagi Anda yang ingin mendapatkan manfaat lebih selain menabung uang. Anda dapat membeli investasi ini untuk periode waktu yang berbeda seperti enam bulan, satu tahun atau bahkan lima tahun, tetapi Anda biasanya tidak dapat mengakses uang sebelum jatuh tempo tanpa membayar penalti. Risiko yang ditawarkan juga tidak terlalu berat bagi seorang pemula.

3. Saham

Saham adalah sebuah bentuk representasi mengenai suatu kepemilikan dalam perusahaan. Ini adalah salah satu jenis investasi yang memiliki risiko tinggi. Pengembalian dan kerugian akan bergantung pada kinerja perusahaan. Namun dengan bekal ilmu yang cukup, maka Anda akan bisa meraih keuntungan. Namun tetap usahakan agar sesuai dengan profil risiko yang Anda sudah bangun.

Baca Juga: 5 Sektor Saham yang Diprediksi Melambung Tinggi di 2021

4. Obligasi

Obligasi adalah sebuah bentuk investasi di mana Anda meminjamkan uang kepada perusahaan, pemerintah, dan jenis organisasi lainnya. Imbalan yang akan bisa didapatkan berupa bunga untuk uang yang dipinjam dan pada saat yang sama, membayar kembali jumlah awal yang sudah dibayarkan untuk obligasi. Ini adalah bentuk investasi pendapatan tetap. Risiko untuk investasi jenis ini juga tidak terlalu besar, cocok bagi seorang pemula.

5. Emas

Ini merupakan sebuah bentuk investasi real dalam bentuk komoditas. Artinya akan sangat terpengaruh oleh faktor eksternal. Jika emas berada dalam keadaan langka, maka harganya akan sangat tinggi. Sebaliknya, harga emas akan turun jika ketersediaannya cukup banyak. Namun sebagai seorang pemula, maka instrumen ini cukup menjanjikan. Apalagi jika Anda ingin berinvestasi dalam jangka waktu yang lama.

Siapkan Dana Darurat Sebelum Mulai Berinvestasi

Sebagian besar investor yang cerdas akan memastikan mereka memiliki cukup uang dalam tabungan agar bisa menutupi keadaan darurat. Sebagian lagi bahkan memastikan mereka memiliki dana yang cukup hingga enam bulan pendapatan mereka dalam tabungan sehingga mereka akan merasa nyaman dengan mengetahui adanya dana darurat yang mungkin akan dibutuhkan sewaktu-waktu. Anda juga harus mempersiapkan hal ini. Jangan sampai Anda mulai berinvestasi, namun tidak mempersiapkan dana yang akan diperlukan dalam keadaan genting. Jika tidak mempersiapkan ini, biasanya orang-orang akan menarik investasi mereka terlalu cepat, akibatnya hasil yang didambakan tidak tercapai dan malah mengarah ke hasil yang merugi.

Baca Juga: Trik Membuat Proposal Usaha untuk Meyakinkan Calon Investor

Kondisi Anda saat ini akan bisa menjadi penentu untuk seberapa banyak dana darurat yang perlu dipersiapkan. Jika masih lajang, maka 6 kali dari jumlah pengeluaran mungkin cukup. Jika Anda baru menikah, maka tingkatkan menjadi 9 kali lipat. Lalu jika Anda sudah berkeluarga yang notabenenya akan memerlukan pengeluaran yang besar, maka siapkan dana darurat 12 kali dari pengeluaran esensial dari setiap bulannya.Itulah bermacam bentuk investasi yang bisa Anda pertimbangkan untuk bisa mencapai. Ingat, pilihlah yang sesuai dengan profil risiko dan juga dana Anda. Salah satu tempat terbaik untuk melakukan investasi adalah melalui Modalku. Disini kamu bisa melakukan pendanaan online untuk membantu beragam UMKM yang ada di Indonesia, tentunya sudah mendapatkan izin oleh OJK serta telah mendapatkan berbagai penghargaan terbaik. Jadi tunggu apalagi?

Tinggalkan Balasan