Bokek Terus? Mungkin Anda Punya 4 Kebiasaan Ini!

Masalah finansial memang seakan tidak akan ada habisnya. Bayar tagihan, cicilan, utang teman, utang pada saudara, hingga ada saja kebutuhan dadakan. Jika kita tak melakukan perencanaan keuangan pribadi dengan baik, maka kita akan dibuat pusing karenanya. Bokek terus pun menjadi fenomena bulanan yang Anda alami.

Tagihan dan cicilan menipiskan harapan untuk menabung. Dana darurat pun tinggal harapan. Tidak heran jika hal ini membuat kita merasa bokek terus-menerus. Mengapa hal ini bisa terjadi? Jika Anda mengalaminya, mungkin Anda punya 4 kebiasaan ini. Apa saja ya?

Menabung dari Sisa Penghasilan

Sekilas menabung dari sisa penghasilan terlihat ideal. Setelah menerima penghasilan, Anda langsung mengalokasikannya pada berbagai kebutuhan rutin seperti cicilan bulanan, belanja dapur, biaya transportasi, hingga bujet nongkrong. Nah, dari sisa semua kebutuhan tersebut ditabung. Memang ada orang yang bisa menerapkan ini, namun lebih banyak yang gagal. Apalagi di era e-commerce dan kemudahan bertransaksi seperti saat ini. Banyak godaan belanja online yang menghantui.

Masifnya iklan barang-barang di internet tak pelak membuat jari-jari “gatal” untuk berbelanja online. Sisa rekening pun lenyap tak bersisa. Berubah wujud menjadi barang favorit yang ditunggu-tunggu. Teriakan petugas logistik “pakeeet” pun jadi suara yang merdu untuk ditunggu.  

Jika demikian, maka Anda harus mulai melakukan rencanaa keuangan pribadi dengan lebih disiplin. Mulailah dengan menabung di depan, sesaat setelah dapat gaji. Segera alokasikan sebagian pendapatan untuk tabungan. Anda bisa ikuti aturan alokasi yang digagas oleh Elizabeth Warren, seorang profesor dari Harvard. Ia menyarankan alokasi uang bulanan menjadi 50-30-20. Rinciannya bisa Anda lihat di bawah ini:

  • 50%: pengeluaran rutin tetap dan pengeluaran rutin tidak tetap
  • 30%: pengeluaran tidak rutin
  • 20% tabungan

Ikuti juga berbagai tips cerdas menyusun rencana keuangan pribadi, agar Anda tetap on the track dalam rencana keuangan pribadi yang telah Anda susun. Dengan cara ini, bokek pun tak akan lagi menghampiri.  

FoMO (Fear of Missing Out)

FoMO atau Fear of Missing Out merupakan sebuah sindrom yang membuat penderitanya selalu merasa takut tertinggal tren. Penyebab utamanya tak lain adalah karena meningkatnya penggunaan media sosial. Tidak ada yang salah dengan mengikuti tren, namun jika memaksakan diri, FoMO akan menyebabkan Anda merasa bokek terus menerus.

Lihat juga: “Terjerat Masalah Keuangan? Mungkin Anda Kena FoMO”

Anda harus telepas dari sindrom ini jika tidak ingin bokek berkepanjangan. FoMO dijiwai oleh ketidakmampuan seseorang karena tidak dapat mengendalikan keinginan. Oleh karena itu, buat garis pemisah yang jelas antara kebutuhan dan keinginan. Dengan demikian, tahap ntuk keluar dari jeratan bokek sudah didepan mata.

Belanja Impulsif  

Perilaku belanja impulsif tanpa perencanaan tentu berujung pada jebolnya dompet beserta rekening Anda. Jangankan tabungan, alokasi untuk keperluan lain pun ikut terseret. Tentu ini akan menjerumuskan Anda pada kondisi bokek terus.

Seperti yang sudah disinggung di atas, belanja impulsif bisa dihindari dengan memisahkan kebutuhan dan keinginan. Jika Anda termasuk orang yang suka belanja online, Anda perlu lebih hati-hati. Berbagai kemudahan yang ditawarkan saat berbelanja secara online juga bisa membuat Anda terlena sehingga tanpa sadar sudah melakukan pemborosan yang cukup besar. Contoh dari sifat effortless ini adalah sistem pembayaran belanja online yang ditawarkan oleh berbagai macam e-commerce. 

Anda tak perlu pergi ke luar rumah untuk melakukan transfer pembayaran. Biasanya, sebuah situs e-commerce meminta Anda sebagai konsumen untuk memasukkan data alamat email dan informasi tentang kartu kredit yang akan digunakan untuk pembayaran. Ini juga termasuk dalam gaya hidup digital yang dijalani oleh generasi masa kini.

Berkat adanya hal ini, tentu Anda tak perlu melihat dahulu berapa uang yang sebenarnya dimiliki dan berpikir apakah cukup untuk membeli barang baru. Dengan kecanggihan teknologi digital, setelah Anda memilih barang yang akan dibeli, Anda tinggal bayar dan selesailah transaksi. Sifat effortless seperti ini akan mendorong Anda untuk terus impulsif dalam berbelanja. Keadaan akan semakin buruk jika cara mengelola keuangan Anda berantakan. Jeratan masalah keuangan akan menanti Anda.

Menunda Berinvestasi

Investasi merupakan langkah untuk mengembangkan dana Anda. Makin cepat Anda berinvestasi, makin besar juga potensi keuntungan yang Anda dapat. Oleh karena itu, menunda berinvestasi, sama juga dengan menunda penghasilan. Apalagi jika semua pendapatan Anda habis untuk konsumsi tanpa ada tabungan sedikitpun. Bokek pun akan Anda alami setiap bulannya.

Memulai investasi tak harus bermodal besar. Investasi modal kecil pun bisa menguntungkan. Asal Anda mau belajar dan telaten saat berinvestasi, niscaya keuntungan menarik pun akan Anda dapatkan. Setidaknya ada 3 jenis investasi modal kecil dan menguntungkan, yakni reksa dana, emas, dan alternatif investasi peer-to-peer lending seperti Modalku.

Alternatif investasi P2P lending yang menggunakan teknologi digital juga cocok untuk investor yang mengantongi modal kecil. Alternatif investasi P2P lending memanfaatkan platform online yang merupakan tempat berkumpulnya para pemberi pinjaman dan para peminjam yang membutuhkan modal. Artinya, transaksi investasi dilakukan secara online dengan beberapa regulasi tambahan untuk memastikan proses investasi berlangsung dengan aman.

Segera mulai investasi Anda, jangan tunda lagi. Makin dini berinvestasi, makin dini pula Anda terbebas dari jeratan bokek. Ada banyak pilihan investasi yang cocok untuk pemula. Pilih yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Selamat berinvestasi dan semoga segera terlepas dari bokek!

Oleh UPR


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply