5 Gaya Hidup Minimalis untuk Kondisi Finansial Lebih Stabil

Gaya hidup minimalis mengajarkan kita untuk bisa mengatur keuangan dan memiliki kondisi finansial yang lebih stabil. Walaupun terkesan sulit, gaya hidup minimalis sebenarnya cukup mudah untuk dilakukan. Tertarik untuk mencobanya? Ini dia lima gaya hidup minimalis yang bisa Anda terapkan untuk membantu Anda mengatur perencanaan keuangan pribadi.

Meski melakukan penghematan dengan gaya hidup minimalis, Anda tetap dapat hidup dengan penuh cinta. Ingin tahu infonya? Klik di sini!

Buat Daftar Prioritas Anggaran Pengeluaran

Pernahkah Anda merasa bahwa pengeluaran semakin besar di akhir bulan? Masalah ini mungkin saja terjadi karena Anda belum membuat anggaran pengeluaran saat menerima pendapatan di awal bulan. Nyatanya, masalah ini bukan karena pengeluaran lebih besar di akhir bulan, tetapi karena urusan finansial Anda belum dialokasikan dengan benar.

Perencanaan keuangan pribadi adalah salah satu gaya hidup minimalis yang perlu Anda terapkan, terutama saat kebutuhan semakin banyak. Coba buatlah daftar pengeluaran apa saja yang diperlukan setiap bulan. Hitung dengan seksama berapa total harganya. Kemudian, lihat kembali dari daftar tersebut, adakah yang bisa dieliminasi atau dikurangi jumlahnya untuk menghemat pengeluaran.

Hal-hal yang bisa menjadi prioritas Anda adalah kebutuhan makan sehari-hari, tagihan yang wajib dibayarkan, biaya sewa rumah atau mobil, serta kewajiban lainnya. Pengeluaran untuk transportasi, hiburan, atau hobi bisa Anda kurangi karena ketiga kategori ini tidak masuk ke dalam prioritas dalam gaya hidup minimalis.

Lihat juga: “Ingin Cepat Kaya? Terapkan Gaya Hidup Minimalis”

Batasi Kebutuhan

Saat Anda ingin membeli sebuah barang atau jasa, coba tanyakan terlebih dahulu pada diri sendiri. Apakah ini berasal dari kebutuhan atau hanya keinginan semata? Kasus yang paling sering terjadi adalah barang-barang yang ingin Anda beli hanyalah keinginan sesaat saja, artinya belum tentu berguna ke depannya.

Maka dari itu, salah satu trik gaya hidup minimalis adalah untuk membatasi kebutuhan. Pilih barang-barang yang multifungsi. Selain bisa menghemat pengeluaran, tentunya rumah Anda pun jadi semakin rapi dan bersih karena tidak lagi dipenuhi oleh barang-barang yang bahkan Anda sudah lupa pernah dibeli.

Umumnya, orang dengan gaya hidup minimalis lebih suka mencari kebahagiaan melalui pengalaman, bukan barang materi. Dengan begitu, sisa uang yang Anda miliki bisa digunakan untuk tabungan dana pensiun, dana darurat, atau investasi.

Fokus untuk Hidup tanpa Utang

Banyaknya tawaran kartu kredit begitu menggiurkan, apalagi bila ditambah dengan iming-iming diskon dan cashback. Tidak ada salahnya memang untuk memiliki atau menggunakan kartu kredit, tetapi akan sangat berbahaya bila jumlah cicilan Anda terlalu besar. Bisa-bisa Anda akan terlilit utang. Apalagi jika tiba-tiba Anda harus mengalami masalah keuangan di mana Anda mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Lihat juga: “Benarkah Kartu Kredit Menolong Anda?”

Oleh sebab itu, segera lunasi utang-utang yang Anda miliki, ingatlah bahwa setiap cicilan memiliki bunga yang terus bertambah. Biasakan diri untuk menabung dan membayar segala sesuatunya secara langsung agar terhindar dari lilitan utang, Inilah cara-cara mudah untuk mempersiapkan kondisi finansial Anda apabila terjadi krisis ekonomi.

Jual Barang yang Sudah Tidak Dipakai Lagi

Sejalan dengan poin membatasi kebutuhan, Anda juga sudah bisa melihat ke sekitar Anda dan mencari barang-barang apa saja yang kira-kira sudah jarang Anda gunakan namun masih dalam kondisi baik. Bisa saja baju, sepatu, gadget, furniture, atau lainnya. Jika ada, Anda bisa jual barang-barang tersebut melalui lapak online atau ke kerabat Anda.

Tidak hanya berimbas pada rumah yang terasa lebih luas tanpa tumpukan barang bekas, tetapi gaya hidup minimalis yang satu ini juga menjadi tambahan penghasilan bagi Anda. Daripada dibuang, lebih baik dijual untuk mendapatkan uang.

Fokus Mengikuti Anggaran yang Sudah Dibuat

Setelah membuat anggaran pengeluaran, Anda harus berkomitmen untuk hidup sesuai dengan perencanaan keuangan pribadi tersebut. Alokasikan pendapatan sesuai dengan budget keuangan yang sudah diatur. Akan lebih baik lagi jika Anda berhasil untuk menekan pengeluaran sekaligus taat terhadap anggaran yang sudah dibuat.

Jangan sampai Anda lapar mata dan menggunakan dana yang sudah dialokasikan untuk kebutuhan lain. Tahan godaan untuk berbelanja, gunakan uang yang sudah disisihkan untuk kebutuhan di bulan mendatang atau bisa juga Anda lipat gandakan sebagai investasi.

Tahukah Anda? Mengatur Keuangan Pribadi Bisa Diatur Sesuai Tingkat Kerapian lho! Penasaran? Klik di sini!

Itulah lima gaya hidup minimalis yang bisa Anda coba. Selain bisa untuk membuat kondisi finansial lebih stabil, gaya hidup ini juga akan membawa dampak baik bagi kesehatan mental Anda. Kemudian, mulai pertimbangkan untuk melakukan investasi sebagai passive income yang menguntungkan. Pilihlah produk investasi terpercaya yang aman dan praktis, seperti Modalku.


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi diĀ blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform peer-to-peer (P2P) lending di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan bunga menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini. Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Leave a Reply