Tips Pembagian Kerja dalam Bisnis Agar Operasional Lancar

Kunci kesuksesan sebuah bisnis bukan hanya dari kemampuan leadership pemimpinnya saja. Ternyata, pembagian kerja dalam bisnis juga punya peran penting dalam keberlangsungan perusahaan. James Cash Penney, seorang pengusaha retail, pernah berkata bahwa alasan mengapa banyak pengusaha yang mengalami kegagalan di tahun pertama disebabkan oleh kurangnya keahlian dalam membagi tugas karyawan di dalamnya.  

Untuk itu, sebagai pemimpin, Anda harus tahu cara membagi kerja dalam bisnis apalagi saat bisnis sedang bergerak maju. Awalnya memang sulit, tetapi hal ini akan membantu keberlangsungan bisnis Anda. Agar tidak keliru, intip tips pembagian kerja dalam bisnis agar operasional lancar berikut ini!

Seleksi Karyawan

Hal pertama yang harus dilakukan dalam pembagian kerja adalah menyeleksi karyawan. Karyawan-karyawan yang sudah Anda pekerjaan tentunya memiliki karakteristik, kemampuan, kekurangan, kinerja, hingga skill yang berbeda-beda. Karena itu, melihat keunikan masing-masing karyawan, Anda harus bisa menyeleksi karyawan sesuai skill yang mereka miliki.  Tugas karyawan pun jadi makin jelas.

Coba bayangkan betapa mengerikannya jika karyawan dengan kemampuan di bidang finance justru ditempatkan di bagian manajemen? Selain tidak paham tugas karyawan, tentu kinerja mereka tidak akan maksimal. Ujung-ujungnya, bisnis tidak berjalan baik karena banyak yang tidak sesuai dengan skill yang mereka miliki. 

Lihat juga: “5 Tips Bisnis agar Karyawan Makin Betah Bekerja”

Bagikan Tugas Secara Bertahap

Meskipun sudah ahli pada bidangnya, Anda tetap harus mengikuti prosedur dalam pembagian kerja karyawan. Janganlah membagikan tugas yang menumpuk secara bersamaan. Sebaiknya, bagikan tugas karyawan secara bertahap, dimulai dari yang mudah dikerjakan hingga yang bisa ditunda. Hal ini bisa menjadi bahan evaluasi Anda dalam penilaian kinerja karyawan, apakah mereka mampu menyelesaikan tugas yang diberikan atau tidak. 

Jika pekerjaan awal sudah dikerjakan, Anda baru bisa membagikan tugas baru yang harus mereka lakukan. Misalnya, pada awal diberikan pekerjaan, karyawan ditugaskan sebagai admin perusahaan. Jika terlihat keahlian yang meningkat, karyawan bisa diberikan tugas yang lebih berat lagi.

Lihat juga: “5 Cara Delegasi Tugas yang Efektif”

Berikan Pedoman dan Training Bila Diperlukan

Agar pembagian kerja antar karyawan dapat berjalan lebih efektif, tidak ada salahnya sebagai pengusaha untuk memberikan pedoman dan training bila diperlukan. Dengan memberikan pedoman dan training, tentunya Anda membantu meningkatkan kinerja karyawan. Selain itu, mereka juga akan lebih paham apa saja tugas dan kontribusi yang sudah mereka berikan pada perusahaan. 

Bagikan Key Point

Sebagai pengusaha, tentunya Anda sudah bisa menggambarkan bagaimana alur kerja yang sepatutnya dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Itulah sebabnya Anda bisa memberikan key point agar Anda dan karyawan punya satu pemikiran dan alur kerja yang selaras. 

Jangan lupa, Anda wajib memberikan tolok ukur arti kesuksesan atau pencapaian proyek sehingga mereka lebih mudah menggambarkan kemana bisnis ini berjalan. Jika pemimpin dan karyawan punya satu pemikiran, tentunya proyek akan mudah dikerjakan dan target pun bisa terpenuhi.

Pantau, Namun Jangan Dikekang

Meski sudah yakin dengan pembagian tugas karyawan sesuai dengan kemampuan dan keahlian masing-masing, Anda tidak boleh berdiam diri saja. Anda bisa memantau mereka saat melakukan pekerjaan yang sudah didelegasikan. Ingat, Anda hanya berhak memantau, bukan ikut campur dalam pekerjaannya. 

Jangan sampai pantauan Anda justru membuat mereka merasa dikekang. Jika mereka merasa dikekang, kinerja mereka akan menurun tentunya. Anda bisa memberikan toleransi ruang dan waktu agar mereka juga bisa berkembang dan membuat keputusan sendiri.

Evaluasi Kerja secara Berkala

Efektivitas pembagian kerja yang Anda lakukan baru akan terlihat bila evaluasi kerja dilakukan secara berkala. Jika Anda menemukan pembagian kerja yang timpang atau karyawan yang merasa dirinya tidak sesuai dengan pekerjaan yang diberikan, Anda bisa mengevaluasinya kembali. Siapa tahu dengan pembagian tugas yang baru, kinerja karyawan meningkat dan tentunya pekerjaan jadi lebih mudah diselesaikan.

Itulah tips pembagian kerja dalam bisnis agar operasional lancar. Dengan begini, tugas karyawan menjadi lebih jelas dan mereka lebih bisa menggunakan kemampuannya dalam  bekerja. Bila Anda merasa bisnis Anda butuh perluasan tetapi terhalang dana, jangan khawatir! Anda tetap bisa memperluas usaha Anda dengan bergabung di Modalku

Modalku memberikan pinjaman yang bersahabat untuk pelaku UMKM termasuk pedagang online karena hadir tanpa agunan. Cara pengajuannya juga mudah, cukup melalui website resmi Modalku. Tunggu apalagi? Perluas bisnis Anda bersama Modalku! 


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia. Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Modalku secara resmi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply