5 Tips Memaksimalkan Bunga Deposito Agar Makin Untung

maksimalkan bunga deposito

Saat ini, siapa pun dapat berinvestasi dengan mudah. Hal tersebut diiringi dengan banyaknya pilihan bagi setiap orang untuk menginvestasikan dana yang dimiliki, salah satunya adalah deposito. Deposito tidak jauh berbeda dengan menabung atau menyimpan uang yang Anda miliki. Bedanya, dengan mendepositokan uang yang Anda miliki, itu artinya Anda tidak dapat mengambilnya sewaktu-waktu. Namun, Anda akan mendapatkan bunga deposito yang menarik.

Mendepositokan uang berarti Anda harus menunggu sesuai dengan tenor yang telah dipilih. Jangka waktu yang ditawarkan mulai dari tiga bulan, enam bulan, dua belas bulan, sampai 24 bulan. Dana deposito bisa Anda ambil sesuai dengan jangka waktu yang Anda pilih atau dapat diperpanjang secara otomatis. Salah satu alasan mengapa Anda harus mendepositokan uang yang Anda miliki adalah karena bunga deposito lebih besar daripada tabungan biasa.

Apa itu bunga deposito?

Bunga deposito adalah sejumlah uang yang diberikan oleh bank pada nasabahnya sebagai reward atas penyimpanan uang (deposito) yang dilakukan di bank tersebut. Suku bunga deposito mungkin memang tidak sebesar pilihan investasi lainnya. Namun, bunga deposito memiliki peluang keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan menabung biasa. Hal ini pun sepadan dengan minimnya risiko.

5 Tips memaksimalkan bunga deposito

Saat mendepositokan uang di bank, Anda bisa memaksimalkan keuntungan bunga yang diperoleh. Berikut adalah lima tips memaksimalkan bunga deposito agar makin untung.

Tentukan jangka waktu investasi

Sebelum mulai mendepositokan uang ke bank, Anda harus mengetahui varian jangka waktu yang ditawarkan oleh bank tersebut. Biasanya, bank memberikan bunga deposito yang lebih tinggi untuk pilihan jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, Anda perlu memikirkan secara matang apakah dana yang Anda simpan akan digunakan dalam waktu dekat atau tidak.

Jika Anda akan menggunakan uang tersebut dalam waktu dekat, sebaiknya pilihlah jangka waktu yang relatif singkat, seperti tiga atau enam bulan. Namun, apabila sebaliknya, pilihlah jangka waktu yang lebih lama, seperti dua belas bulan sampai 24 bulan agar bunga deposito Anda makin banyak.

Riset dan pilih jenis deposito

Sebelum menanamkan dana yang Anda miliki, sebaiknya lakukan riset mengenai jenis-jenis deposito. Deposito ada 3 jenis, yaitu deposito berjangka rupiah dan valas, sertifikat deposito, dan deposito on call.

Deposito berjangka cocok bagi Anda yang ingin menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu tanpa keperluan untuk menggunakannya. Akan tetapi, bagi Anda yang ingin menggunakan uang tersebut sewaktu-waktu, maka pilihan yang bisa Anda ambil adalah deposito on call, sedangkan sertifikat deposito merupakan bukti investasi yang berfungsi sebagai alat pengembangan dana dan jaminan pinjaman.

Bandingkan beberapa suku bunga yang diberikan

Salah satu kelebihan deposito adalah suku bunganya yang lebih tinggi dibandingkan produk simpanan lain. Setiap bank tentunya memiliki penawaran suku bunga yang berbeda-beda, mulai dari 2% hingga 7,5%. Oleh karena itu, penting untuk membandingkan beberapa suku bunga deposito yang ditawarkan oleh setiap bank. 

Berinvestasi dan mendepositokan uang penting untuk masa depan atau ketika Anda ingin membangun sebuah bisnis. Namun, jika Anda belum memiliki sejumlah uang untuk didepositokan dan berencana untuk membangun usaha dalam waktu dekat, itu juga pilihan menarik. Saat usaha Anda sudah mulai berkembang, Anda bisa mengajukan tambahan modal usaha di Modalku.

Modalku merupakan platform digital yang bisa memberikan pinjaman uang tanpa jaminan dan telah mendanai berbagai macam UMKM di Indonesia. Suku bunga yang ditawarkan mulai dari 17% per tahun dengan tenor pendanaan singkat sekitar satu hingga 24 bulan. Informasi lebih lanjut mengenai pinjaman dana Modalku bisa Anda, klik tombol di bawah ini:

Pinjam Sekarang!

Buat strategi investasi

Agar rencana deposito Anda berjalan dengan baik, maka sebaiknya lakukan beberapa strategi deposito untuk memaksimalkan bunga deposito. Pertama, Anda harus menyesuaikan setoran deposito dengan kebutuhan sehari-hari. Jika penghasilan bulanan Anda pas-pasan dengan kebutuhan sehari-hari selama satu bulan, jangan memaksakan diri untuk menyetor deposito dengan jumlah yang besar. Mulailah dari jumlah yang kecil, yakni 20% dari gaji yang Anda miliki.

Kemudian, jangan menyetor deposito dari sisa penghasilan. Menyetor deposito di akhir bulan biasanya akan mendorong Anda untuk menghabiskan uang di awal hingga tengah bulan. Ketika berencana melakukan deposito, seharusnya Anda sudah memiliki rencana keuangan yang baik dan disertai dengan konsistensi dalam melakukan penyetoran setiap bulannya.

Lalu, yang terakhir, jadikan tujuan sebagai motivasi. Ada banyak tujuan mengapa seseorang mendepositokan uang yang dimiliki, bisa jadi untuk biaya pendidikan tinggi anak, simpanan untuk hari tua, membeli rumah, atau tujuan lainnya. Semakin mendesak tujuan Anda, maka semakin kuat pula komitmen yang Anda miliki.

Alokasikan dana ke beberapa tenor berbeda

Tips terakhir yang bisa Anda terapkan adalah dengan mengalokasikan dana yang Anda miliki ke beberapa tenor berbeda untuk memaksimalkan keuntungan yang Anda dapat. Dengan membagi ke beberapa tempat penyimpanan, Anda bisa menyesuaikan jangka waktu yang diambil sesuai dengan keperluan.

Sebagai contoh, jika Anda memiliki dana sebesar Rp500 juta, simpanlah Rp300 juta dalam jangka waktu 24 bulan, Rp150 juta dalam jangka waktu dua belas bulan, dan simpan Rp50 juta dalam jangka waktu enam bulan. Pembagian tersebut juga bisa memudahkan Anda saat ada keperluan mendesak.

Minimnya risiko dalam menyimpan tabungan deposito berbanding lurus dengan tingkat bunga deposito yang Anda dapatkan. Namun, apabila dibandingkan dengan jenis tabungan biasa, deposito menawarkan keuntungan yang lebih meski harus disertai dengan rencana keuangan dan komitmen yang matang. Pastikan juga tempat deposito Anda sudah dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).


Anda juga dapat mengakses informasi tentang tips-tips keuangan, gaya hidup, produk keuangan, hingga alternatif investasi di blog.modalku.co.id. Awali kebebasan finansial dengan memperkaya literasi keuangan bersama kami. Ayo jelajahi blog kami!

Artikel blog ini ditulis oleh Modalku, pionir platform pendanaan digital bagi UMKM di Indonesia dan Asia Tenggara. Kami menyediakan pinjaman modal usaha bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tanah air dan membuka opsi investasi alternatif dengan pengembalian menarik bagi pemberi pinjaman.

Modalku memenangkan Global SME Excellence Award dari ITU Telecom, salah satu badan organisasi PBB, di akhir tahun 2017. Modalku juga memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta di tahun 2018. Visi kami adalah memberdayakan UMKM untuk bersama memajukan ekonomi Indonesia.

Lihat statistik perkembangan pesat Modalku di sini.

Tertarik mengenal Modalku lebih baik? Klik di sini.

Tinggalkan Balasan